Pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap return on equity (ROE) (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008 yang masuk dalam 50 leading companies in market capitalization) / Laily Isnainiyah Bariroh - Repositori Universitas Negeri Malang

Pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap return on equity (ROE) (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008 yang masuk dalam 50 leading companies in market capitalization) / Laily Isnainiyah Bariroh

Bariroh, Laily Isnainiyah (2009) Pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap return on equity (ROE) (studi pada perusahaan manufaktur yang listing di BEI tahun 2006-2008 yang masuk dalam 50 leading companies in market capitalization) / Laily Isnainiyah Bariroh. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Di zaman globalisasi perkembangan dunia usaha menjadi semakin pesat hal ini bisa dilihat dengan semakin beragamnya dunia usaha yang bermunculan dan mengakibatkan suatu persaingan yang tajam antar perusahaan. Perusahaan yang kuat akan bertahan hidup sebaliknya perusahaan yang tidak mampu bersaing akan mengalami kebangkrutan. Agar mampu bertahan dalam persaingan diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang baik hal ini merupakan tanggung jawab manajemen karena perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting dalam sebuah perusahaan yang nantinya akan mempengaruhi kelancaran maupun keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan. Griffin (2003 262) menyimpulkan Manajemen melibatkan empat aktivitas dasar perencanaan pengambilan keputusan pengorganisasian kepemimpinan dan pengendalian . Di samping itu untuk mencapai tujuannya perusahaan juga harus mampu mengelola faktor-faktor produksi yang ada secara maksimal. Brigham dan Houston (2001 16) menyatakan Tujuan utama manajemen adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham . Pada prinsipnya tujuan umum suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan (value of firm) dan karenanya memaksimalkan kekayaan para pemegang saham (Madura 2006 3). Sehingga dapat dikatakan manajer harus mampu mengelola perusahannya agar bisa mendapatkan profitabilitas sesuai yang telah direncanakan yang pada akhirnya bisa memberi 2 tambahan bagian/laba pada para pemegang saham (ROE) dan secara tidak langsung nilai perusahaan (value of firm) juga akan meningkat pula. Profitabilitas merupakan aspek penting bagi suatu badan usaha oleh karena itu manajer keuangan memiliki tugas untuk selalu memonitor dan menjaga profitabilitas untuk tetap berada pada tingkat yang diinginkan tidak terkecuali bagi para manajer keuangan pada perusahaan manufaktur yang tentunya juga memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Equity (ROE). Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu (Hanafi dan Halim 2003 85). Ditinjau dari produk dan tingkat penjualan yang dihasilkan perusahaaan manufaktur mampu menembus pasar internasional sehingga bisa memberikan kontribusi bagi negara dalam bentuk penerimaan devisa. Selain itu profitabilitas perusahaan manufaktur juga tergolong tinggi yang tentunya hal tersebut tidak terlepas dari faktor likuiditas. Setiap perusahaan akan melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya. Dalam hal ini peran modal sangat penting karena dibutuhkan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Modal yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari ini disebut modal kerja. Modal kerja adalah kas surat berharga yang mudah diuangkan (misal giro cek deposito) piutang dagang dan persediaan yang tingkat perputarannya tidak melebihi satu tahun atau jangka waktu operasi normal perusahaan modal kerja harus selalu dalam keadaan berputar atau selalu berada dalam siklus operasi yang artinya peralihan modal kerja perusahaan yang berulang dari kas ke persediaan ke piutang dan kembali ke 3 kas (Sundjaja dan Barlian 2004 187). Proses perputaran tersebut tercermin dalam neraca. Kas digunakan untuk membiayai proses produksi. Output dari kegiatan produksi ini disimpan sebagai persediaan. Ketika persediaan tersebut terjual maka akan diperoleh kas apabila terjual dengan tunai atau bisa berupa piutang apabila terjual secara kredit. Proses perputaran ini berfungsi untuk menghasilkan dana dalam jumlah yang lebih besar sehingga nantinya selisih yang didapatkan mencerminkan suatu keuntungan bagi perusahaan. Dalam hal ini yang digunakan jembatan dalam perputaran dana adalah neraca pada pos aktiva lancar. Pengelolaan aktiva lancar ini meliputi pengelolaan kas pengelolaan piutang dan pengelolaan persediaan (Rahardjo 2002 16). Piutang dan persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang sangat penting untuk dikelola secara efektif dan efisien agar perusahaan memperoleh profit dan likuiditasnya bisa tetap terjaga. Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang paling likuid yang bisa digunakan segera untuk memenuhi kewajiban financial perusahaan. Martono dan Harjito (2003 116) menyatakan Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi Dalam upaya memperoleh volume penjualan yang besar seringkali perusahaan menjual barangnya dengan kredit kepada konsumen. Penjualan dengan kredit ini tidak bisa langsung menghasilkan uang tetapi menimbulkan tagihan. Jusup (2003 23) menyatakan Kekayaan berupa tagihan dalam akuntansi disebut piutang dagang . Perputaran piutang sangat berpengaruh terhadap proses pengelolaan dana karena terlalu banyak aktiva yang tertanam dalam piutang akan 4 menimbulkan resiko gagal tagih dan ini tentunya juga akan berpengaruh pada tingkat likuiditas dan profitabilitas perusahaan. Manajemen persediaan yang baik merupakan kunci keberhasilan setiap perusahaan. Martono dan Harjito (2003 84) menyatakan Dalam perusahaan manufaktur terdapat terdapat jenis-jenis persediaan seperti persediaan barang jadi (inventory of finished goods) persediaan barang setengah jadi (inventory of work in process) dan persediaan barang bahan baku (inventory of raw material) . Perputaran persediaan yang relatif tinggi mengindikasikan bahwa perputaran stok persediaan lebih produktif dan memungkinkan penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien. Oleh karena itu setiap perusahaan harus mengukur dan mengelola seberapa cepat kemungkinan perputaran persediaan bisa terjadi sehingga bisa meminimalkan biaya dan meningkatkan laba. Perusahaan manufaktur di Indonesia khusunya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pernah terkena dampak dari krisis ekonomi tetapi tidak menyurutkan perusahaan dalam sektor ini untuk meningkatkan jumlah produksi dan juga meningkatkan kualitas produksi. Walaupun pernah terkena dampak dari krisis ekonomi perusahaan-perusahaan manufaktur berpeluang untuk membaik karena pada umumnya memproduksi sesuatu yang dibutuhkan manusia sehingga akan tetap diminati oleh para investor. Dalam kegiatan operasionalnya perusahaan Manufaktur sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku. Operasional perusahaan yang pasti dikeluarkan oleh perusahaan manufaktur adalah biaya produksi biaya pemeliharaan biaya penyimpanan persediaan dan lain-lain. Maka dari itu pengelolaan kinerja keuangan harus benar-benar diperhatikan jika pengelolaannya dilakukan asal-asalan kemungkinan yang dapat terjadi adalah 5 tidak terdapat dana yang cukup dalam pembiayaan operasional perusahaan. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap likuiditas dan profitabilitas perusahaan. Ada beberapa jenis rasio yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan ke dalam lima macam kategori yaitu rasio likuiditas rasio aktivitas rasio solvabilitas rasio profitabilitas dan rasio pasar (Hanafi dan Halim 2003 75). Dalam penelitian ini yang dipakai adalah rasio likuiditas aktivitas dan profitabilitas. Dalam penelitian ini juga digunakan rasio likuiditas sebagai variabel mediator atau moderator karena peneliti ingin mengetahui apakah perputaran persediaan dan perputaran piutang berpengaruh terhadap likuiditas dan apakah likuiditas itu sendiri berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE). Jadi peneliti ingin mengetahui bagaimana kuat pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap Return On Equity (ROE) yang menggunakan likuiditas sebagai variabel mediator atau moderator. Martono dan Harjito (2003 53) menyatakan Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukan hubungan antara aktiva lancar dengan hutang lancar . Likuiditas sendiri merupakan kemampuan badan usaha untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dengan alat-alat likuid yang dimiliki. Perusahaan hendaknya harus memperhatikan kecukupan modal kerja yang dimiliknya karena hal tersebut akan memberikan dampak yang positif atau keuntungan bagi perusahaan salah satunya adalah perusahaan mampu untuk membayar kewajiban-kewajibannya (Munawir 2002 116). Alat likuid tersebut dapat berupa kas efek piutang dan persediaan. Disamping itu likuiditas juga menunjukkan efisiensi penggunaan modal kerja di dalam suatu badan usaha. Alat likuid atau aktiva lancar dibedakan berdasarkan 6 lama berputarnya. Dalam hal ini persediaan mempunyai waktu yang lebih lama untuk dapat berubah menjadi kas. Likuiditas membutuhkan perhatian yang serius dari pihak menajemen karena selain menyangkut pemenuhan kewajiban jangka pendek kepada kreditur. Prastowo dan Juliaty (2005 82) menyatakan Kreditor jangka pendek lebih tertarik pada likuiditas perusahaan . Komposisi alat likuid yang tersedia juga berpengaruh terhadap profitabilitas. Likuiditas memang penting dalam perusahaan tetapi jumlahnya juga harus tetap dikendalikan. Keadaan overlikuid dapat berdampak pada profit yang dihasilkan karena perusahaan harus menyediakan biaya modal yang lebih besar bagi aktiva lancar tersebut misalnya apabila aktiva lancar yang tertanam di dalam piutang terlalu besar dapat beresiko tidak tertagih sehingga hal tersebut berdampak pada laba yang diperoleh. Demikian pula apabila aktiva lancar yang tertanam di dalam persediaan terlalu besar dapat beresiko tidak laku dijual sehingga barang menjadi kadaluarsa akibat terlalu lama digudang. Namun sebaliknya apabila badan usaha menggunakan seluruh aktiva lancar untuk kegiatan operasi maka hal tersebut dalam menyulitkan badan usaha itu sendiri dalam melunasi tagihan serta kewajibannya pada kreditur dalam jangka pendek. Pada prinsipnya setiap perputaran modal kerja dalam suatu perusahaan diharapkan dapat mendukung perolehan penghasilan yang menguntungkan. Pendapat ini didukung oleh penelitian Setiawan(2009) dan Widyasari(2008) yang menyebutkan bahwa perputaran persediaan dan piutang berpengaruh terhadap profitabilitas. Untuk mengukur efisiensi dan efektifitas pemanfaatan aktiva dalam rangka memperoleh penghasilan tersebut dapat digunakan rasio aktivitas. Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya. Rasio 7 aktivitas melihat pada beberapa aset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada kegiatan tertentu (Atmaja 2008 415 Hanafi dan Halim 2003 78). Dua rasio aktivitas yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah perputaran persediaan dan perputaran piutang. Jadi dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana kuat pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap Return On Equity (ROE) yang menggunakan likuiditas sebagai variabel mediator atau moderator. Diduga semakin cepat tingkat perputaran persediaan dan perputaran piutang maka semakin besar pula tingkat likuiditas perusahaan sehingga kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dapat segera dipenuhi. Dengan proporsi tingkat likuiditas yang cukup maka perusahaan juga akan memperoleh ROE sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dan penelitian ini menjadi penting karena perputaran persediaan dan perputaran piutang melalui likuiditas bisa memperlihatkan seberapa besar profit atau ROE yang bisa diterima oleh pemilik dana/modal sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan (value of firm). Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul Pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang terhadap Return On Equity (ROE) pada Perusahaan Manufaktur yang Listing Di BEI Periode 2006-2008 yang Masuk Dalam 50 Leading Companies in Market Capitalization .

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen
Depositing User: library UM
Date Deposited: 22 Dec 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/30631

Actions (login required)

View Item View Item