Safitri, Dian (2009) Penerapan model Camels sebagai alat ukur kinerja keuangan Bank Umum Syariah tahun 2005-2007 / Dian Safitri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Safitri Dian. 2009. Penerapan Model CAMELS sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Tahun 2005-2007. Skripsi Jurusan Manajemen Program Studi S-1 Manajemen Konsentrasi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Dr. F. Danardana Murwani M.M. 2) Drs. Mohammad Hari M.Si. Kata kunci model CAMELS kinerja keuangan. Perbankan merupakan lembaga berfungsi mengatur kestabilan ekonomi Negara. Sehingga dalam melaksanakan fungsinya perbankan dituntut memiliki kinerja yang baik. Untuk menilai kinerja perbankan baik bank umum maupun bank syariah umumnya digunakan enam aspek penilaian. Diantaranya aspek permodalan (Capital) kualitas asset (Asset quality) manajemen (Management) Rentabilitas (Earning) Likuiditas (Liquidity) dan Sensitivity to market risk. Namun dalam penelitian ini hanya menggunkan aspek permodalan (Capital) kualitas asset (Asset quality) Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas (Liquidity). Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faktor permodalan (Capital) kualitas asset (Asset quality) Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas (Liquidity) bank umum syariah baik per faktor maupun secara menyeluruh selama tahun 2005-2007. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah KPMM KAP NPF NOM OER/REO dan STM. Adapun populasi (subyek) penelitian adalah seluruh bank umum yang ada di Indonesia. Diantaranya Bank Muamalat Indonesia (BMI) Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI) dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Data yang digunakan adalah laporan keuangan bank selama tahun 2005-2007. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu penelitian yang memberikan memberikan gambaran atau memaparkan kondisi keuangan dan tingkat kesehatan bank syariah selama tahun 2005-2007. Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 2005-2007 kondisi faktor permodalan (Capital) kualitas asset (Asset quality) Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas (Liquidity) bank syariah menunjukkan hasil yang baik. Hal tersebut tercermin dari penilaian peringkat yang diperoleh masing-masing bank yang secara umum berada pada peringkat pertama dan kedua penilaian peringkat faktor CAMEL. Aspek yang paling menonjol untuk ketiga bank syariah diantaranya untuk Bank Muamalat Indonesia (BMI) aspek yang dominan adalah aspek permodalan (capital) untuk Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI) aspek yang dominan adalah aspek kualitas asset (asset quality) dan aspek rentabilitas (earning) sedangkan untuk Bank Syariah Mandiri (BSM) aspek yang dominan adalah aspek likuiditas. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan acuan bagi pembaca dan pihak-pihak yang berhubungan dengan dunia perbankan bahwa secara umum kelemahan bank umum terletak pada aspek kualitas aktiva (assets quality). Yaitu bank belum mampu memaksimalkan kenaikan DPK (dana pihak ketiga) bank secara optimal sehingga diharapkan pihak manajemen dapat mengalokasikan DPK untuk pembiayaan yang produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan operasional bank. Juga untuk bank syariah terutama untuk Bank Syariah Mandiri (BSM) harus lebih memperhatikan aspek likuiditas bank karena jika aspek likuiditas terlalu tinggi maka akan menyebabkan ketidakseimbangan antara Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan pembiayaan yang disalurkan sehingga akan mengakibatkan bank menjadi tidak kompetitif lagi. Untuk nasabah atau masyarakat disarankan untuk memilih Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI) karena dari kedua bank syariah yang lain BSMI merupakan bank yang paling baik jika dilihat dari aspek kualitas asset dan rentabilitas nasabah akan merasa puas jika bank mampu memberikan penghasilan atau pendapatan yang meningkat setiap tahunnya dan bank yang mampu memberikan pelayanan tersebut adalah BSMI. Disamping aspek-aspek yang diteliti diatas ada dua aspek yang belum diteliti hal ini disebabkan oleh keterbatasan data. Kedua aspek tersebut juga penting dalam menentukan kinerja keuangan bank yaitu aspek manajemen dan aspek sensitivitas terhadap resiko pasar. Oleh karena itu diharapkan peneliti yang akan datang memasukkan aspek manajemen dan sensitivity terhadap resiko pasar sehingga diperoleh kinerja keuangan bank syariah secara menyeluruh berdasarkan model CAMELS atau berdasarkan peringkat komposit bank umum syariah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 Oct 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/30610 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
