Rahayu, Kusmawati (2009) Perbedaan tingkat kebangkrutan dengan menggunakan metode X-Score (Zmijewski) dan metode Z-Score (Altman) pada perusahaan whoke sakes and retail yang terdaftar di BEI periode 2004-2006 / Kusmawati Rahayu. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Identifikasi terhadap kegagalan atau kebangkrutan perusahaan (business failure) dan peringatan dini (early warning) terhadap krisis finansial yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan adalah sangat penting bagi analis maupun praktisi. Kebangkrutan dapat diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba. Analisis kebangkrutan pada perusahaan Wholesales and Retail perlu dilakukan melihat produk yang dihasilkan perusahaan Wholesales and Retail merupakan kebutuhan sehari-hari yang sekarang ini persaingan bisnisnya semakin ketat. Dengan persaingan yang ketat justru mengkhawatirkan faktor daya beli masyarakat yang semakin menurun. Meskipun begitu potensi perusahaan Wholesales and Retail untuk tumbuh masih ada yang penting harus mencari celah-celah pasar dan lokasi yang memungkinkan untuk berkembang. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Wholesales and Retail yang terdaftar di BEI pada periode 2004-2006 dengan jumlah populasi sebanyak 19 perusahaan. Dengan menggunakan purposive sampling maka diperoleh sampel sebanyak 4 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis metode Zmijewski (X-Score) yang menggunakan analisis probit dengan Cummulative Normal Distribution dan metode Altman (Z-Score) yang menggunakan titik cut off untuk mengintepretasikan nilai Z-Score yaitu Z 1 20 Bangkrut 1 20 Z 2 90 Grey Area dan Z 2 90 sehat. Hasil analisis Metode Altman (Z-Score) yang menekankan pada rasio Earning Before Interest and Tax / Total Asset selama tiga tahun diantara empat perusahaan semuanya dinyatakan dalam keadaan rawan. Hasil analisis metode Zmijewski (X-Score) yang menekankan pada rasio Total Debt to Total Asset selama 3 tahun semua perusahaan memiliki nilai probabilitas yang meningkat sehingga diprediksikan semua perusahaan dalam keadaan tidak sehat. Hasil analisis metode Zmijewski dalam penelitian ini tidak ditemukan perbedaan yang berarti dalam penggunaannya untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Dari hasil penelitian diatas disarankan sebaiknya pada penelitian selanjutnya memperluas sampel perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih akurat karena dalam mengklasifikasikan kondisi keuangan perusahaan digunakan rentang interval sebagai angka pembanding terhadap nilai yang diperoleh tiap perusahaan yang diteliti.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 May 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/30480 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
