Eddy Muhammad Yusuf (2009) Pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban / Eddy Muhammad Yusuf. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Dalam era globalisasi ini telah banyak mempengaruhi perkembangan diberbagai sektor kegiatan khususnya kegiatan dunia bisnis yang mengakibatkan persaingan di dunia kerja yang sangat ketat yang menuntut setiap perusahaan memiliki daya saing yang kuat dan efisien. Salah satu faktor untuk mewujudkan hal tersebut pihak perusahaan harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Peranan atasan atau pimpinan sangat diperlukan untuk memberikan motivasi atau dorongan kepada karyawan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kondisi motivasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (2) bagaimana kondisi Prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (3) bagaimana pengaruh variabel motivasi kerja meliputi kebutuhan fisik kebutuhan rasa aman kebutuhan sosial kebutuhan pengakuan dan kebutuhan aktualisasi diri secara parsial maupun simultan terhadap prestasi kerja. (4) variabel motivasi kerja manakah yang dominan mempengaruhi prestasi kerja pada CV. Fimaco Tuban. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi motivasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (2) untuk mengetahui kondisi Prestasi kerja karyawan pada CV. Fimaco Tuban. (3) untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi kerja meliputi kebutuhan fisik kebutuhan rasa aman kebutuhan sosial kebutuhan pengakuan dan kebutuhan aktualisasi diri secara parsial maupun simultan terhadap prestasi kerja. (4) untuk mengetahui variabel motivasi kerja manakah yang dominan mempengaruhi prestasi kerja pada CV. Fimaco Tuban. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV. Fimaco Tuban yang berjumlah 45 karyawan. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 (lima) pilihan jawaban. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji kelayakan instrumen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Sedangkan untuk menguji kelayakan regresi dilakukan uji asumsi klasik dan hasil dari analisis data responden diolah menggunakan SPSS 10.0 for indows. Hasil penelitian ini adalah (1) 53 33% (24 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan fisik adalah setuju dimana motivasi tersebut sudah sesuai dengan keinginan karyawan. (2) 51 11% (23 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan rasa aman adalah ragu-ragu dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (3) 57 78% (26 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan sosial adalah ragu-ragu dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (4) 57 78% (26 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan kebutuhan pengakuan adalah ragu-ragu dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (5) 44 45% (20 responden) menjawab kondisi motivasi kerja berdasarkan aktualisasi diri adalah ragu-ragu dimana motivasi tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan karyawan. (6) 86 67% (39 responden) menjawab ragu-ragu dengan kondisi prestasi kerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis regresi secara parsial pada variabel kebutuhan fisik diperoleh nilai thitung 3 470 ttabel 2 022 atau signifikansi t 0 001 0 05 maka variabel kebutuhan fisik berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kebutuhan rasa aman diperoleh nilai thitung 2 682 ttabel 2 022 atau signifikansi t 0 011 0 05 maka variabel kebutuhan rasa aman berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan sosial diperoleh nilai thitung 2 538 ttabel 2 022 atau signifikansi t 0 015 0 05 maka variabel kebutuhan sosial berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan pengakuan diperoleh nilai thitung 2 040 ttabel 2 022 atau signifikansi t 0 048 0 05 maka variabel kebutuhan pengakuan berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Variabel kebutuhan aktualisasi diri diperoleh nilai thitung 2 079 ttabel 2 022 atau signifikansi t 0 044 0 05 maka variabel kebutuhan sktualisasi diri berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi kerja. Saran yang diajukan sebagai berikut (1) Bagi pimpinan perusahaan diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan lagi kebutuhan tersebut agar menjadi lebih baik. (2) Bagi pimpinan perusahaan diharapkan untuk mengetahui kebutuhan keinginan dan memberikan motivasi yang tepat kepada karyawan agar dapat bergairah dalam bekerja. (3) Seorang atasan harus dapat mengetahui perkembangan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya dan seorang atasan harus mampu memberikan motivasi kepada karyawannya agar karyawan memiliki prestasi kerja yang tinggi. (4) Bagi pimpinan perusahaan harus mampu memperbaiki atau bahkan meningkatkan lagi motivasi kerja yang diberikan dan tidak memperhatikan salah satu bentuk motivasi kerja saja melainkan meliputi keseluruhan motivasi kerja yang ada.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 10 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/30139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
