Artini Daning Putri (2009) Pengaruh konflik peran terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja (studi kasus pada tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Kepanjen) / Artini Daning Putri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Perkembangan dan persaingan dunia usaha di bidang pendidikan sekarang ini ditandai dengan menajamnya tingkat persaingan antar organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Persaingan yang gencar antar organisasi yang sejenis dalam hal ini sekolah akan mendorong organisasi untuk lebih terpacu dalam meningkatkan pelayanan baik dari segi kuantitas dan kualitas yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dirasakan oleh pengguna jasanya namun disisi lain sekolah menyadari bahwa pegawai yang mereka miliki berperan penting dalam pengembangan usaha. Tingkat stres tertinggi pada pekerjaan menurut beberapa ahli salah satunya yaitu para pengajar mempunyai beban yang sangat berat untuk mencerdaskan anak didiknya dimana kemampuan berfikir setiap siswa tidak sama yang mengakibatkan pengajar merasa kesulitan dalam mengajar. Selain itu khusus bagi siswa kelas III dalam hal memberi pengajaran para guru sangat ekstra supaya semua anak didiknya dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dikarenakan hal tersebut dapat memberikan penghargaan tersendiri bagi sekolah. Oleh karena itu SMA NEGERI 1 KEPANJEN memandang bahwa tenaga pengajar yang mereka miliki merupakan ujung tombak berdirinya sekolah. Seiring dengan usia berdirinya SMA NEGERI 1 KEPANJEN yang sudah cukup lama kebijakan untuk memberikan layanan dan kenyamanan bagi anak didiknya dengan mengandalkan tenaga pengajar yang berkualitas dirasa penting bagi sekolah. Untuk itu berbagai kebijakan sekolah dalam mengelola tingkat stres kerja dalam hal ini konflik peran kepuasan kerja dan komitmen organisasional dipandang sangat berpengaruh dalam pengembangan usaha jasa pendidikan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara langsung konflik peran terhadap kepuasan kerja. Pengaruh secara tidak langsung konflik peran terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja. Dan pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausal data yang diperoleh menggunakan angket tertutup. Sampelnya adalah 45 pengajar di SMA NEGERI 1 KEPANJEN. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel dimensi kualitas pelayanan yang meliputi konflik peran (X). Sebagai variabel intervening adalah kepuasan kerja (Z) dan variabel terikatnya adalah komitmen organisasional (Y). Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows Release 11 0 dengan taraf signifikansi 5%. Setelah melalui proses pengolahan data dan analisis jalur (path analisis) diketahui hasil penelitian menyatakan bahwa konflik peran mempunyai 946 -0 634 sig 0 000 terhadap kepuasan kerja. Sedangkan untuk pengaruh tidak langsung konflik peran terhadap komitmen organisasional melalui kepuasan kerja -0 216 dengan pengaruh totalnya sebesar -0 850. Sedangkan untuk pengaruh secara langsung kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional diperoleh 946 0 340 sig 0 026. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) ada pengaruh negatif secara tidak langsung yang signifikan antara variabel konflik peran terhadap variabel komitmen organisasional yang dimediasi variabel kepuasan kerja (2) ada pengaruh positif secara langsung yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap variabel komitmen organisasional pada SMA NEGERI 1 KEPANJEN. Saran yang bisa diberikan berkaitan dengan temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian adalah (1) SMA NEGERI 1 KEPANJEN harus mengurangi tingkat penyebab konflik peran dengan cara setidaknya bagi salah satu guru yang tidak bisa mengajar karena sesuatu hal maka sebelumnya guru tersebut memberikan catatan-catatan tentang mata pelajaran yang ditinggalkan dan bisa juga dengan memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa. Semuanya itu diserahkan oleh guru pengajar ke guru piket supaya kegiatan belajar mengajar pada hari itu tetap berjalan. Selain itu bisa juga dengan cara guru piket bekerja sama dengan guru mata pelajaran yang sama untuk masuk dalam kelas yang pada hari itu guru pengajarnya tidak masuk sehingga guru piket tidak terlalu terbebani dengan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang yang dikuasainya. (2) Selain itu SMA NEGERI 1 KEPANJEN juga harus meningkatkan faktor-faktor kepuasan kerja pada setiap karyawannya tidak hanya dengan gaji tetapi terkait dengan pekerjaan itu sendiri dengan faktor lain seperti hubungan kerja dengan atasan rekan sekerja lingkungan kerja dan aturan-aturan yang berlaku di sekolah dikarenakan dengan adanya faktor-faktor tersebut dapat dijadikan komunikasi yang lancar antar karyawan dengan atasan dan rekan sekerja. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas dalam bekerja sehingga komitmen pegawai terhadap SMA NEGERI 1 KEPANJEN meningkat juga. (3) Peneliti menyarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menambahkan atau memodifikasi model hipotesis penelitian dengan variabel-variabel lainnya misalkan dengan variabel kinerja budaya organisasi niat untuk keluar kepercayaan (trust) dan lain-lain sehingga diharapkan nantinya dapat diperoleh perkembangan penelitian dari penelitian-penelitian yang sudah ada.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Manajemen (MNJ) > S1 Manajemen |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 20 Jan 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/30083 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
