Dwi Ervina Rahmawati (2008) Evaluasi sistem pengendalian intern dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur koperasi syariah BMT Ar-Rahman di Tulungagung / Dwi Ervina Rahmawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Setiap tahapan dalam proses pemberian pinjaman atau dalam istilah pada BMT disebut dengan pembiayaan prinsip kehati-hatian haruslah diperhatikan hal ini berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kredit kurang lancar bahkan macet jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah kembalinya terjadinya kelalaian petugas dalam melakukan survey lapangan dalam menilai layak tidaknya seorang debitur diberi pinjaman prinsip terlalu percaya kepada calon debitur. Hal-hal seperti inilah yang dapat merugikan pihak BMT sebagai lembaga penghimpun dana sekaligus penyalur dana. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur dan kebijakan yang diambil pengelola dalam pemberian pembiayaan kepada calon debitur khususnya di BMT Ar-Rahman Tulungagung perbedaan apa yang membedakan antara perhitungan dalam penyusunan perencanaan pembiayaan dengan menggunakan penerapan sistem bagi hasil di BMT Ar-Rahman khususnya pada produk pembiayaannya di banding dengan Bank-Bank konvensional lainnya serta aspek atau kriteria-kriteria apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memberikan pinjaman kepada calon debiturnya Berdasarkan uraian di atas diperoleh hasil diataranya tidak adanya pemisahan tugas kasir yaitu pemisahan tugas pencatatan dan penerimaan uang sehingga penerapan sistem pengendalian intern kurang efektif untuk itu perlu adanya pemisahan tugas kasir bagian penerimaan uang dan pencatatan transaksi. Penggunaan kriteria pemberian pembiayaan dengan prinsip 5C saja masih dirasa kurang cukup sehingga perlu ditambah dengan penggunaan penerapan prinsip analisis 7P dan studi kelayakan. Kesimpulan dari karya tulis ini yaitu prosedur dan kebijakan dalam pemberian pembiayaan ditinjau dari unsur-unsur pokok dalam sistem pengendalian intern di BMT Ar-Rahman sudah cukup baik tetapi masih terdapat kelemahan yaitu tidak adanya pemisahan fungsi kasir dalam mencatat dan menerima uang. Jumlah angsuran per bulan pada BMT lebih meringankan nasabah dibandingkan dengan bank konvensional lainnya. Penerapan analisis 5C dalam pembiayaan masih belum cukup baik untuk itu perlu adanya peningkatan sistem pengendalian internal yaitu dengan mengadakan pemisahan tugas kasir. Pemberian bagi hasil sebaiknya yang selayaknya saja untuk menghindarkan image kinerja lembaga yang kurang baik di mata anggota.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Akuntansi (AKU) > D3 Akuntansi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 05 Mar 2008 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2008 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/272227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
