Penerapan analisis varian biaya overhead pabrik sebagai upaya pengukuran tingkat efisiensi biaya produksi pada perusahaan tenun \"Pelangi\" Lawang Malang / Mariyah Ulfah - Repositori Universitas Negeri Malang

Penerapan analisis varian biaya overhead pabrik sebagai upaya pengukuran tingkat efisiensi biaya produksi pada perusahaan tenun \"Pelangi\" Lawang Malang / Mariyah Ulfah

Mariyah Ulfah (2008) Penerapan analisis varian biaya overhead pabrik sebagai upaya pengukuran tingkat efisiensi biaya produksi pada perusahaan tenun \"Pelangi\" Lawang Malang / Mariyah Ulfah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil saat ini dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi dunia usaha Kondisi seperti ini dapat mendorong perusahaan untuk mengendalikan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan pengolahan suatu produk dan tetap akan menghasilkan laba. Dalam usaha bertahan inilah perusahaan dituntut untuk mempergunakan sumberdaya yang dimiliki secara lebih efektif dan efisien. Analisis varian biaya overhead pabrik dilaksnakan dengan tujuan untuk mengetahui penyabab terjadinya selisih antara biaya yang sesungguhnya terjadi dengan biaya standar kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasi selisih yang merugikan. Selain itu dapat dapat digunakan untuk tindakan perbaikan terhadap penyimpangan atay selisih biaya yang terjadi dalam rangka mencapai efisiensi. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan Tenun Pelangi Lawang yaitu perusahaan belum melakukan analisis selisih biaya overhead pabrik lebih lanjut. Berdasarkan perhitungan setelah dilakukannya analisis varian biaya overhead pabrik dengan menggunakan metode empat selisih pada tahun 2005-2006. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat selisih biaya overhead pabrik yang tidak menguntungkan (UF) sebesar Rp 62.411.054 73 dengan perincian sebagai berikut selisih anggaran terdapat selisih yang tidak menguntungkan sebesar Rp. 61.963.049 55 selisih kapasitas sebesar Rp.161.895 81 yang bersifat menguntungkan selisih efisiensi variabel sebesar Rp. 448.005 81 yang bersifat tidak menguntungkan dan selisih efisien tetap juga bersifat tidak menguntungkan sebesar Rp. 161.895 81. Varian BOP yang bersifat tidak menguntungkan pada tahun 2005 sebesar 2.08% dari biaya produksi atau Rp 31.915.464 12. pada tahun 2006 varian BOP juga bersifat tidak menguntungkan sebesar 1 75% dari biaya produksi atau Rp 30.495.590 03. varian yang tidak menguntungkan akan menambah biaya produksi dengan demikian harga pokok produksi semakin besar harga pokok produksi yang semakin besar akan mengurangi laba. Dari hasil analisis tersebut diharapkan perusahaan agar lebih memperhatikan selisih yang tidak menguntungkan dan mencari penyebab-penyebab terjadinya dan menentukan siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya selisih.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Departemen Akuntansi (AKU) > D3 Akuntansi
Depositing User: library UM
Date Deposited: 15 Mar 2008 04:29
Last Modified: 09 Sep 2008 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/272189

Actions (login required)

View Item View Item