Implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di Sekolah inklusif (studi multi situs di SMKN 2 Malang dan SMAN 9 Malang) / Ervina Ayu Luvitasari - Repositori Universitas Negeri Malang

Implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di Sekolah inklusif (studi multi situs di SMKN 2 Malang dan SMAN 9 Malang) / Ervina Ayu Luvitasari

Luvitasari, Ervina Ayu (2020) Implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di Sekolah inklusif (studi multi situs di SMKN 2 Malang dan SMAN 9 Malang) / Ervina Ayu Luvitasari. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam program sekolah terutama pada sekolah inklusi. Pengembangan bakat minat pada peserta didik berkebutuhan khusus yang tepat akan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus yang terjadi di sekolah inklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis proses persiapan pelaksanaan dan evaluasi rencana program pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus serta mendiskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus multi situs dengan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini kehadiran peneliti bersifat mutlak karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Pengumpulan data dilakukan peneliti melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan sedangkan validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data. Di kedua sekolah yang menjadi objek penelitian telah melaksanakan program pengembangan bakat minat untuk peserta didik berkebutuhan khusus dengan terstruktur mulai dari persiapan pelaksanaan hingga evaluasi. Kedua sekolah telah berusaha memenuhi komponen-komponen yang mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan program pengembangan bakat minat untuk peserta didik berkebutuhan khusus tersebut. Komponen-komponen yang mendasari pelaksanaan program pengembangan bakat minat di kedua sekolah terdiri dari komponen input komponen proses dan komponen outcome. Komponen input komponen input terdiri dari raw input (peserta didik) instrumental input (sarana) dan environmental input (lingkungan). Raw input di kedua sekolah adalah peserta didik berkebutuhan khusus itu sendiri dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya instrumental input di kedua sekolah di antaranya adalah tenaga pendidik (guru pendamping khusus dan guru kelas) kurikulum yang diterapkan (kurikulum akomodatif) metode pembelajaran sarana dan prasarana serta penyusunan rencana program pembelajaran sedangkan environmental input di kedua sekolah adalah adanya faktor pendukung yang saling berinteraksi sehingga tercipta suatu program pembelajaran pengembangan bakat minat yang kondusif. Komponen proses komponen proses merupakan berlangsungnya kegiatan program pengembangan bakat minat yang dilakukan di kedua sekolah berupa program di setiap jurusan yang ada. Pelaksanaan program pengembangan bakat minat yang dilakukan kedua sekolah menjadi komponen yang sangat penting dalam mewujudkan kualitas output yang dihasilkan karena pada komponen ini seluruh komponen input berproses menghasilkan output. Dengan demikian keberhasilan dari rangkaian komponen proses yang dilakukan sekolah dapat diketahui melalui hasil evaluasinya. Komponen outcome komponen ini merupakan dampak yang dihasilkan output. Outcome yang diharapkan dari kedua sekolah tersebut adalah lahirnya lulusan peserta didik berkebutuhan khusus yang kompeten dalam aspek kognitif afektif dan psikomotorik yang mampu bersaing di dalam masyarakat luas yang heterogen. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua dengan segala kelebihan dan keterbatasannya telah mampu mengimplementasikan program pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus dengan baik meskipun masih ada beberapa kendala/faktor penghambat yang ditemukan. Implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus pada tahap persiapan dilakukan dengan identifikasi dan asesmen dengan cara observasi wawancara dan memberikan serangkaian tes untuk peserta didik berkebuthan khusus menentukan program pengajaran/jurusan serta menyusun rencana program pengembangan bakat minat untuk peserta didik. Pada tahap pelaksanaan implementasi pengembangan bakat minat peserta didik berkebututahan khusus di kedua sekolah diterapkan dengan menempatkan peserta didik berkebutuhan khusus pada program pengajaran/jurusan yang sesuai berdasarkan hasil dari identifikasi dan asesmen yang telah dilakukan penerapan strategi pengelolaan kelas penerapan kurikulum dalam program pengajaran/jurusan penerapan berbagai macam metode pembelajaran serta adanya berbagai macam kegiatan ektrakurikuler. Pada proses evaluasi kedua sekolah melaksanaakan beberapa tahap evaluasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus yaitu evaluasi pada saat identifikasi dan asesmen yang digunakan untuk menentukan program pengajaran/jurusan peserta didik berkebutuhan khusus dan evaluasi selama proses pelaksanaan program pembelajaran di setiap program pengajaran/jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Sebagai faktor pendukung dalam implementasi pengembangan bakat minat di sekolah sekolah telah mampu menyediakan guru pendamping khusus dan ruang sumber. Sekolah juga menyiapkan sistem pengelolaan kelas yang mampu mengakomodasi heterogenitas peserta didik berkebutuhan khusus walaupun masih ditemukan beberapa guru mata pelajaran yang kurang peduli dengan keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus sehingga merasa keberatan jika harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang berkaitan dengan peserta didik berkebutuhan khusus. Guru juga berusaha mengoptimalkan peran orang tua tenaga profesional dan masyarakat sekitar dalam kegiatan persiapan pelaksanaan dan evaluasi dalam program pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah. Pengembangan bakat minat peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif berimplikasi pada peningkatan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus baik dalam hal akademik maupun dalam hal kemandirian (life skills). Lingkungan inklusif yang tercipta di sekolah juga membantu peserta didik berkebutuhan khusus dalam melakukan aktualisasi diri. Program pengembangan bakat minat yang lebih banyak melibatkan lingkungan sosial yang beranekaragam dalam mengasah keterampilannya akan membentuk peserta didik berkebutuhan khusus lebih percaya diri sehingga lebih siap dalam menghadapi lingkungan sosial di masyarakat ketika mereka nanti lulus dari sekolah. Hal tersebut membuktikan bahwa program pendidikan inklusif mampu menjadi wadah yang tepat dalam pengembangan bakat dan minat peserta didik berkebutuhan khusus.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S2 Pendidikan Khusus
Depositing User: library UM
Date Deposited: 22 Apr 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/262897

Actions (login required)

View Item View Item