Munfaridah, Niam (2009) Pengaruh konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon (Cucumis melo L.) / Niam Munfaridah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Perbanyakan melon pada umumnya dengan menggunakan biji. Usaha yang biasa dilakukan untuk mempercepat perkecambahan biji adalah dengan perendaman dalam hormon sintetis yang berasal dari bahan kimia. Usaha untuk mengganti bahan sintetis tersebut dapat dilakukan dengan perendaman dalam bahan alam yang mengandung zat-zat yang dapat mempercepat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau terhadap perkecambahan biji melon 2) pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon dan 3) interaksi antara konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji melon. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari 7 taraf 0 % 5 % 10 % 15 % 20% 25 % dan 30 %. Faktor ke-2 adalah lama perendaman dengan 4 taraf 6 12 24 dan 36 jam. Satuan percobaan berupa polibag yang diisi lima biji yang diulang 3 kali. Bahan penelitian berupa biji melon yang diperoleh dari buah masak. Parameter yang diamati berupa banyaknya biji yang berkecambah. Data persentase kecambah dan rerata perkecambahan dianalisis dengan anava ganda dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman berpengaruh terhadap perkecambahan biji melon sedangkan interaksi antara konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau dan lama perendaman tidak berpengaruh. Rerata perkecambahan akibat pengaruh konsentrasi 30 % menghasilkan rerata terbesar tapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 25 % dan 20%. Rerata perkecambahan akibat pengaruh konsentrasi 0% tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 5 % 10 % dan 15% namun cenderung meningkat pada konsentrasi 20%. Lama perendaman 36 jam menghasilkan rerata perkecambahan yang terbesar. Rerata perkecambahan dengan perendaman 24 jam tidak berbeda nyata dengan rerata perkecambahan perendaman 36 jam.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S1 Biologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 May 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/26095 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
