Liza Inayah (2009) Survai silabus buatan guru untuk kompetensi dasar 3 dan 4 kurikulum 2004 dan kemungkinan pengayaan pengalaman belajarnya untuk kelas I di SMA-SMA Kecamatan Pare Kabupaten Kediri / oleh Liza Inayah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kurikulum 2004 diberlakukan bukan tanpa dasar. Kurikulum 2004 dirancang untuk menyempurnakan sistem pendidikan nasional khususnya untuk memperbaiki kekurangan kurikulum 1994. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu dan teknologi seperti yang digariskan dalam haluan negara. Seiring dengan perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi ke kurikulum berbasis kompetensi maka harus pula terjadi perubahan-perubahan pada perangkat pembelajarannya. Diantaranya yaitu digunakannya silabus yang berisi kompetensi dasar materi pelajaran dan uraiannya pengalaman belajar indikator penilaian alokasi waktu serta sumber/alat/bahan. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas guru dan sekolah belum siap mengembangkan silabus dan penilaian secara mandiri sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004 yang dikembangkan berbasis kompetensi (Depdiknas 2003b). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat kesesuaian silabus yang dibuat oleh Guru-Guru Mata Pelajaran Biologi kelas I di Kecamatan Pare dengan tuntutan kurikulum 2004 2) mengetahui prosedur pembuatan silabus yang dilakukan guru 3) mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam membuat silabus 4) mengetahui cara memperkaya pengalaman belajar siswa pada standar kompetensi 3 dan 4 dalam standar kompetensi 2004 kelas 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis dokumenter dan dilakukan pada bulan juli 2005. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah silabus mata pelajaran biologi SMA-SMA kelas I dengan populasi SMA-SMA yang ada di Kecamatan Pare baik negeri maupun swasta. Instrumen yang digunakan adalah angket dan lembar pengamatan. Hasil observasi menyatakan bahwa 25% SMA di Kecamatan Pare guru mata pelajaran biologinya belum membuat silabus 37 5% sudah membuat silabus tetapi bukan hasil fikirannya sendiri melainkan dari meminjam silabus hasil MGMP biologi sedangkan 37 5 % lainnya yaitu SMAN dan MAN telah membuat silabus persis dengan yang dicontohkan Depdiknas dalam Pedoman khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan guru harus mulai membuat silabus secara mandiri agar potensi yang ada pada diri mereka dapat disalurkan. Dalam membuat silabus guru harus kreatif mengembangkan pengalaman belajar dan metode pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar menyenangkan dan tidak monoton.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Biologi (BIO) > S1 Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 25 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/24550 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
