Fotometer sederhana dan aplikasinya pada penetapan kadar alkohol menggunakan K2Cr2O7 sebagai oksidator / Hamidah Zuhriyyah - Repositori Universitas Negeri Malang

Fotometer sederhana dan aplikasinya pada penetapan kadar alkohol menggunakan K2Cr2O7 sebagai oksidator / Hamidah Zuhriyyah

Zuhriyyah, Hamidah (2010) Fotometer sederhana dan aplikasinya pada penetapan kadar alkohol menggunakan K2Cr2O7 sebagai oksidator / Hamidah Zuhriyyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Zuhriyyah Hamidah. 2010. Fotometer Sederhana dan Aplikasinya Pada Penetapan Kadar Alkohol Menggunakan K2Cr2O7 Sebagai Oksidator. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. M Sodiq Ibnu M.Si (2) Dra. Hayuni Retno Widarti M.Si Kata kunci Fotometer sederhana CdS fotosel detektor Alkohol kalium dikromat (K2Cr2O7) Etanol merupakan jenis alkohol yang dapat dikonsumsi manusia. Etanol terdapat dalam berbagai jenis minuman tertentu dengan kadar yang berbeda-beda sesuai jenisnya. Pada beberapa jenis minuman tidak dicantumkan kadar alkohol yang terkandung di dalamnya sehingga perlu dicari cara untuk mengukur kadar alkohol dalam minuman tersebut. Kadar alkohol dapat ditentukan dengan mereaksikan larutan alkohol (etanol) dengan kalium dikromat menggunakan prinsip reaksi oksidasi-reduksi. Jumlah Cr2O7 2- yang direduksi oleh etanol menunjukkan kadar etanol dalam suatu larutan. Produk reaksi oksidasi-reduksi dapat diukur dengan fotometer sederhana. Tujuan penelitan adalah 1) Mengetahui apakah fungsi fotometer sederhana dapat menggantikan fungsi spektrofotometri pada pengukuran larutan standar 2) Mengetahui apakah ada perbedaan hasil pengukuran menggunakan metode spektrofotometri dan metode fotometer sederhana pada penentuan kadar alkohol dalam minuman menggunakan kalium dikromat sebagai oksidator. Tujuan pertama dicapai dengan menghitung persamaan korelasi antara kedua metode dimana didapatkan harga korelasi (r) dan selisih hasil absorbansi dan resistansi pengamatan dan perhitungan dengan persamaan regresi. Tujuan kedua didapatkan dengan menghitung selisih hasil pengukuran menggunakan metode spektrofotometri dengan fotometer sederhana. Bila selisih antara kedua hasil pengukuran tidak lebih dari 10% maka dikatakan bahwa kedua metode tidak ada perbedaan secara signifikan. Berdasarkan pengolahan data hasil pengukuran menggunakan fotometer sederhana dan spectronic-20 didapatkan persamaan korelasi 0 0295 0 00224x dan harga korelasi (r) 0 997. Hal ini menunjukkan bahwa metode spektrofotometri dapat digantikan dengan fotometer sederhana. Rentang pengukuran pada CdS fotosel detektor adalah 90 310 K 937 dan pada spectronic- 20 adalah 0 233 0 736A dengan variasi konsentrasi larutan kalium dikromat dalam suasana asam adalah 300 1000 ppm. Kadar alkohol rata-rata yang diukur dengan fotometer sederhana adalah 3 28% untuk sampel pertama dan 10 51% untuk sampel kedua. Kadar alkohol rata-rata yang diukur menggunakan spectronic-20 adalah 3 05% untuk sampel pertama dan 11 33% untuk sampel kedua. Selisih hasil analisis kedua metode untuk sampel pertama adalah 7 54% dan sampel kedua sebesar 7 24%. Selisih yang sangat kecil menunjukkan bahwa fungsi fotometer sederhana dapat menggantikan fungsi spektrofotometri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 10 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23378

Actions (login required)

View Item View Item