Identifikasi kerak evaporator di beberapa pabrik gula / Septika Sandra Kusuma Dewi - Repositori Universitas Negeri Malang

Identifikasi kerak evaporator di beberapa pabrik gula / Septika Sandra Kusuma Dewi

Dewi, Septika Sandra Kusuma (2010) Identifikasi kerak evaporator di beberapa pabrik gula / Septika Sandra Kusuma Dewi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Evaporator merupakan salah satu dari satuan operasi teknik kimia yang diaplikasikan di industri gula yang berfungsi untuk memisahkan air dari nira encer melalui peristiwa perpindahan panas. Dalam industri gula larutan tersebut berupa nira encer yang diperoleh dari nira mentah yang telah mengalami proses klarifikasi dari salah satu badan yang dikenal dengan badan pemurnian. Peristiwa perpindahan panas dapat terjadi karena mekanisme konduksi konveksi dan radiasi. Perhitungan panas dalam ilmu perpindahan panas (U) dapat dihitung dari jumlah tahanan panas secara keseluruhan. Selama operasional koefisien perpindahan panas pada evaporator biasanya mengalami perubahan. Perubahan tersebut mengakibatkan terbentuknya kerak pada evaporator. Kerak yang terbentuk walaupun tipis akan merupakan tambahan tahanan terhadap perpindahan panas. Lapisan kerak ini timbul terutama pada permukaan yang selaluberhubungan dengan larutan atau cairan. Oleh karena kerak dapat mengakibatkan suatu kerugian terhadap laju perpindahan panas para pelaku industri gula khususnya bidang proses produksi selalu berupaya untuk menekan atau mengurangi terbentuknya kerak dalam evaporator baik sisi nira maupin sisi uap. Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan sarana di Laboratorium Analitik Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Objek penelitian adalah kerak evaporator dari badan penguapan (BP) I s.d BP IV serta kerak evaporator dari daerah Pantura dan Pedalaman badan penguapan (BP) IV. Penentuan identifikasi kerak evaporator pada pabrik gula ini ditentukan dengan menggunakan analisis kadar air kadar yang hilang karena pemijaran (kadar abu) kadar yang tidak larut dalam HCL asam silikat besi oksida dan aluminium analisis CaO analisis MgO analisis sulfat analisis fosfat dan karbon dioksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerak pada badan penguapan I lebih banyak mengandung bahan organik dan garam-garam fosfat dari Ca Fe dan MgO kerak pada badan penguapan II sebagian besar mengandung bahan organik yaitu silikat (terlarut dan tak terlarut) dan garam fosfat dari Ca kerak badan penguapan III banyak dijumpai bahan organik dan silikat (terlarut dan tak terlarut) kemudian garam fosfat dari Ca Pada badan penguapan IV (BP akhir) banyak dijumpai silikat (terlarut dan tak terlarut) bahan organik dan garam silikat dari Ca.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: library UM
Date Deposited: 03 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/23356

Actions (login required)

View Item View Item