Nur (2009) Identifikasi konsep sukar dan kesalahan konsep hukum perbandingan tetap siswa NAB 3 Malang / Nur Aini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Nur Aini. 2009. Identifikasi Konsep Sukar dan Kesalahan Konsep Hukum Perbandingan Tetap Siswa MAN 3 Malang. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fariati M.Sc. (II) Herunata S.Pd. M.Pd. Kata Kunci konsep sukar kesalahan konsep dan hukum perbandingan tetap. Sebagian besar konsep hukum perbandingan tetap bersifat abstrak seperti partikel mol dan perbandingan massa. Untuk memahami konsep abstrak pola pikir siswa harus berada pada tingkat berpikir formal. Berdasarkan teori perkembangan Piaget tingkat operasional formal siswa akan diperoleh pada usia 11 tahun ke atas. Salah satu penyebab kesulitan siswa SMA mempelajari kimia adalah sebagian besar siswa belum dapat mencapai tingkat operasional formal. Kesulitan siswa mempelajari kimia juga muncul akibat kesulitan memahami konsep. Hal tersebut mengakibatkan konsep tersebut menjadi konsep sukar bagi siswa dan memungkinkan juga mengalami kesalahan pemahaman konsep. Kesalahan siswa yang terjadi secara terus-menerus dengan sumber tertentu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesalahan konsep. Tujuan penelitian dengan konsep hukum perbandingan tetap pada siswa kelas X dan XI MAN 3 Malang adalah mengidentifikasi (1) jenis konsep sukar dan (2) konsep yang paling sukar berdasarkan persentase kesalahan serta (3) jenis kesalahan konsep dan (4) kesalahan konsep paling besar yang dialami siswa berdasarkan konsistensi jawaban salah. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah siswa kelas X-A X-E XI-IPA1 dan XI-IPA4 MAN 3 Malang tahun ajaran 2008/2009 semester genap sebanyak 140 siswa yaitu 70 siswa kelas X dan 70 siswa kelas XI IPA. Instrumen penelitian berupa tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis sebanyak 28 butir soal dengan 5 pilihan jawaban dilengkapi dengan alasan pemilihan jawaban. Persentase validitas dan reliabilitas soal tes berturut-turut sebesar 91 7% dan 0 88. Hasil wawancara dipakai sebagai triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan analisis persentase dan ranking yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis konsep sukar konsep paling sukar jenis kesalahan konsep dan kesalahan konsep paling besar yang dialami siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) jenis konsep sukar yang dimiliki siswa kelas X dan XI MAN 3 Malang berdasarkan persentase kesalahan adalah (a) pengertian rumus empiris di kelas XI (b) hubungan senyawa dengan partikel yaitu menentukan partikel suatu senyawa (c) hubungan mol dengan Ar dan Mr yaitu menentukan Ar di kelas X dan menentukan Mr di kelas X dan XI (d) hubungan mol dengan massa (e) hubungan mol massa molar dan Ar atau Mr (f) hubungan mol dengan partikel (g) perbandingan massa (h) hubungan perbandingan massa dengan perbandingan atom (partikel) (i) hubungan perbandingan massa dengan massa molar dan (j) hubungan perbandingan massa dengan rumus empiris. (2) Konsep yang paling sukar untuk siswa kelas X adalah i(a) hubungan senyawa dengan partikel sebesar 94% (b) hubungan mol dengan Ar dan Mr sebesar 94% (c) dan hubungan mol dengan partikel sebesar 94%. Konsep yang paling sukar bagi siswa kelas XI adalah hubungan perbandingan massa dengan rumus empiris dengan persentase kesalahan sebesar 95%. (3) Jenis kesalahan konsep yang dialami siswa kelas X dan XI berdasarkan konsistensi jawaban salah adalah (a) senyawa dibentuk dari unsur yang sama dimiliki 1% siswa kelas XI (b) rumus empiris menyatakan perbandingan massa sebesar 3% di kelas X dan XI (c) rumus empiris menyatakan perbandingan Ar dengan tingkat konsistensi jawaban salah di kelas X dan XI berturut-turut sebesar 1% dan 21% (d) rumus empiris menyatakan perbandingan molekul tiap unsur dalam senyawa dimiliki 6% siswa kelas XI (e) rumus empiris menyatakan perbandingan massa molekul relatif tiap molekul dalam senyawa dialami oleh 1% siswa kelas X dan 11% siswa kelas XI (f) besar Ar dan Mr ditentukan oleh mol dimiliki 1% siswa kelas XI (g) besar Ar dan Mr ditentukan oleh mol dengan satuan sama dengan massa molar sebesar 11% di kelas X dan 6% di kelas XI (h) besar Ar dan Mr ditentukan oleh mol dengan satuan sama dengan mol sebesar 8% di kelas X dan 3% di kelas XI (i) mol sama dengan molekul dimiliki oleh 23% siswa kelas X (j) atom sama dengan molekul sebesar 1% di kelas X dan 3% di kelas XI (k) perbandingan massa unsur sama dengan perbandingan mol atom sebesar 6% di kelas X dan 4% di kelas XI. (4) Kesalahan konsep paling besar yang dialami siswa kelas X adalah hubungan mol dengan partikel dengan persentase konsistensi jawaban salah sebesar 23% yaitu mol sama dengan molekul. Kesalahan konsep paling besar siswa kelas XI adalah hubungan senyawa dengan rumus empiris sebesar 21% yang menyatakan bahwa rumus empiris menentukan perbandingan massa atom relatif tiap atom dalam senyawa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 21 Oct 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/22898 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
