Utami, Fitri Kartika (2015) Pengembangan bahan ajar pada materi hidrolisis garam berbasis discovery learning untuk kelas XI sekolah menengah atas / Fitri Kartika Utami. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Utami Fitri Kartika. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Materi Hidrolisis Garam Berbasis Discovery Learning untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas. Skripsi Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Drs. Effendy M.Pd Ph. D (II) Dr. Munzil S.Pd M.Si. Kata-kata Kunci bahan ajar discovery learning hidrolisis garam Salah satu materi pelajaran kimia di SMA dan MA adalah hidrolisis garam yang mempelajari tentang reaksi antara ion-ion dari suatu garam dengan air. Materi ini menyangkut representasi makroskopik mikroskopik dan simbolik. Untuk mempelajari materi hidrolisis garam diperlukan kemampuan dalam tiga representasi tersebut serta kemampuan algoritma. Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran dan wawancara yang dilakukan pada guru kimia di SMAN 8 Malang diperoleh fakta bahwa materi hidrolisis garam dapat dianggap sebagai materi yang sulit dipahami oleh siswa. Hal ini ditunjukkan dengan 43 7% siswa mendapat nilai di bawah KKM. Salah satu penyebab kesulitan tersebut kemungkinan adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan. Selama ini pembelajaran di sekolah tersebut menggunakan pendekatan verifikasi. Untuk mengatasi kesulitan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam membangun konsep yang dipelajari agar pembelajaran yang disampaikan lebih bermakna. Penerapan Kurikulum 2013 menekankan pada konstruksi konsep oleh siswa melalui pendekatan ilmiah yang dapat dilakukan dengan pembelajaran yang berbasis pada Discovery Learning. Pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang disusun secara spesifik. Namun sampai saat ini dapat dianggap belum ada bahan ajar yang memenuhi. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar berbasis Discovery Learning perlu untuk dilakukan. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar kimia berbasis discovery learning pada materi Hidrolisis Garam untuk kelas XI Sekolah Menengah Atas. Bahan ajar tersebut terdiri dari Buku Kerja Siswa dan Buku Panduan Guru . Buku Kerja Siswa berisi skenario pembelajaran yang terdiri dari langkah-langkah yang harus dilakukan oleh siswa dalam rangka membangun atau mengkonstuksi konsep yang dipelajari. Buku Panduan Guru berisi jawaban atas setiap langkah yang dilakukan oleh siswa dalam rangka mengkonstruksi suatu konsep. Buku Panduan Guru berfungsi sebagai pedoman yang diperlukan oleh guru untuk mengarahkan siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep dengan tepat. Buku Kerja Siswa yang dihasilkan diuji coba untuk diketahui kelayakan dan keefektifannya ditinjau dari hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. 12288 12288 12288 12288 12288 Pengembangan bahan ajar mengadopsi model pengembangan Plomp (1997). Tahap-tahap pengembangan adalah (1) fase investigasi awal (2) fase perancangan (desain) (3) fase realisasi (konstruksi) (4) fase tes evaluasi dan revisi dan (5) fase implementasi. Bahan ajar yang dihasilkan dinilai kelayakan isi kebahasaan dan penyajian berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh BSNP. Penilaian kelayakan bahan ajar dilakukan oleh validator ahli yang terdiri dari satu dosen kimia FMIPA UM dan dua guru kimia SMA. Keefektifan bahan ajar didasarkan pada hasil belajar siswa Kelas XI IPA SMAN 8 Malang setelah dilibatkan dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar yang dikembangkan pada uji coba lapangan terbatas. Data dalam penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif meliputi tanggapan dan saran dari validator ahli terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Data kuantitatif berupa hasil penilaian bahan ajar oleh validator ahli serta hasil belajar siswa pada uji lapangan terbatas. Hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda yang terdiri dari 23 item yang meliputi soal konseptual mikroskopis dan algoritma dengan validitas isi 100% dan koefisien reliabilitas diukur dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson (K-R 20) sebesar 0 8. Bahan ajar hidrolisis garam yang dikembangkan berisi bagian pendahuluan bagian inti yang terdiri dari langkah-langkah pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dan bagian penutup. Hasil penilaian para validator ahli menunjukan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar hasil pengembangan sebesar 3 4 pada segi isi sebesar 3 4 pada segi kebahasaan dan sebesar 3 3 pada segi penyajian dari skor maksimal 4 0. Berdasarkan penilaian para validator ahli tersebut bahan ajar hasil pengembangan dapat dianggap layak digunakan dalam pembelajaran pada materi hidrolisis garam. Keefektifan bahan ajar berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas menunjukan 91% siswa memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 77. Berdasarkan hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar hasil pengembangan dapat dianggap efektif membantu siswa dalam memahami materi hidrolisis garam ditinjau dari hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. 12288 12288 12288 12288
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 07 Mar 2015 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2015 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/22146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
