Quliyah, Binti (2012) Identifikasi persepsi konsep sukar dan kesalahan konsep hidrolisis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2011/2012 / Binti Quliyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kata kunci persepsi konsep sukar kesalahan konsep hidrolisis. Konsep kimia berjenjang mulai dari sederhana ke konsep yang lebih kompleks. Apabila konsep dasar belum dipahami maka akan menimbulkan konsep sukar. Persepsi konsep sukar adalah persepsi siswa terhadap konsep yang dianggap sukar dan diukur oleh soal diagnostik dengan persentase jawaban (PJS) lebih dari atau sama dengan 61% . Kesalahan yang terjadi terus menerus dapat mengakibatkan kesalahan konsep. Salah satu materi kimia yang dapat menimbul-kan konsep sukar dan salah konsep adalah hidrolisis. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) konsep yang dipersepsikan sukar oleh siswa berdasarkan PJS (2) kesalahan konsep siswa berdasarkan konsistensi jawaban salah pada konsep hidrolisis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2011/2012. Penelitan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2011/2012 se-mester genap terdiri dari 105 siswa (35 siswa kelas XI-IPA 3 34 siswa kelas XI-IPA 5 dan 36 siswa kelas XI-IPA 6). Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan cluster sampling. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik ber-bentuk soal pilihan ganda dengan empat distraktor dan 1 jawaban yang disertai dengan alasan memilih jawaban. Tes diagnostik yang disusun memiliki reliabilitas dan validitas berturut-turut sebesar 0 66 dan 90%. Soal disusun berdasarkan peta konsep dan kisi-kisi soal. Hasil wawancara digunakan sebagai triangulasi data. Hasil penelitian melaporkan bahwa (1) persepsi konsep sukar yang dimi-liki siswa adalah konsep (a) reaksi asam-basa Bronsted-Lowry dengan indikator mengidentifikasi spesi yang bertindak sebagai asam dan basa Bronsted-Lowry sebanyak 71% (b) reaksi hidrolisis dengan indikator menyebutkan pengertian reaksi hidrolisis dan mengidentifikasi reaksi hidrolisis berturut-turut sebesar 82% dan 93% (c) penentuan sifat ion dalam larutan dengan indikator menentukan si-fat kation dan anion dalam larutan sebanyak 78% (d) persamaan reaksi hidrolisis dengan indikator menuliskan reaksi hidrolisis garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah sebesar 62% (e) penentuan sifat larutan garam dengan indikator menentukan sifat larutan garam yang kationnya terhidrolisis dan menen-tukan sifat larutan garam yang kation dan anionnya terhidrolisis sebesar 74% (2) Kesalahan konsep yang dialami siswa berdasarkan konsistensi jawaban adalah (a) sebanyak 21% siswa menganggap reaksi hidrolisis adalah reaksi ionisasi (b) 7% siswa menganggap reaksi hidrolisis adalah reaksi antara asam dan basa Bronsted-Lowry dalam media air (c) sejumlah 57% siswa menganggap sifat ion sama dengan sifat zat asalnya (menganggap NO3- dan I- bersifat asam) (d) 20% siswa menganggap kation basa kuat dapat bereaksi dengan molekul air (e) 4% siswa menganggap anion asam kuat dapat menerima proton (f) sejumlah 11% siswa menganggap hidrolisis kation menghasilkan OH- (g) menganggap penyebab sifat asam adalah molekul asam dalam larutan dialami oleh 8% siswa (h) 9% siswa menganggap garam yang terhidrolisis total selalu bersifat netral.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 15 Aug 2012 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2012 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/21958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
