Munifah (2009) Pengaruh penerapan model learning cycle dalam pembelajaran kimia berbahan ajar terpadu (makroskopis-mikroskopis) terhadap hasil, retensi, dan motivasi belajar kimia siswa kelas XII SMA Laboratorium UM pada materi sel elektrolisis / Munifah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Ilmu kimia pada dasarnya terdiri dari dua aspek yaitu aspek makroskopis dan mikroskopis. Untuk dapat memahami kedua aspek tersebut diperlukan kemampuan berpikir yang tidak hanya menjangkau hal-hal konkrit saja tetapi juga hal-hal yang mikroskopis. Kemampuan berpikir ini menurut Piaget disebut kemampuan berpikir formal. Belum mampunya siswa mencapai tahap ini menyebabkan sering terjadinya kesalahan-kesalahan konsep dalam mempelajari kimia. Kesalahan ini dapat direduksi atau bahkan dicegah sama sekali bila strategi pembelajaran yang digunakan di kelas sesuai dengan sifat ilmu kimia dan dengan mempertimbangkan potensi dan kondisi siswanya. Untuk itu digunakan model Learning Cycle (LC) berbahan ajar terpadu yaitu model pembelajaran kontruktivistik yang terdiri atas tahap eksplorasi pengenalan konsep dan aplikasi konsep yang menggunakan model penggambaran mikroskopis untuk menggambarkan aspek mikroskopis dan metode praktikum untuk menggambarkan aspek makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model LC dalam pembelajaran kimia berbahan ajar terpadu terhadap hasil retensi dan motivasi belajar siswa dalam materi sel elektrolisis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimental semu dan deskriptif. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan model LC berbahan ajar terpadu terhadap hasil dan retensi belajar kimia siswa. Rancangan penelitian deskriptif digunakan untuk menguraikan motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model LC berbahan ajar terpadu. Variabel penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas berupa model pembelajaran dan variabel terikat adalah hasil retensi dan motivasi belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMA Laboratorium UM tahun pelajaran 2006/2007. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA-1 sebagai kelas kontrol dan kelas XII IPA-2 sebagai kelas eksperimen. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-November 2007. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi angket tes hasil belajar dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model LC berbahan ajar terpadu lebih baik daripada model konvensional dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA SMA Laboratorium UM. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model LC ( 51 16) lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model konvensional ( 40 34). Nilai rata-rata tes retensi siswa yang diajar dengan menggunakan model LC ( 58 09) lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model konvensional ( 32 33). Hasil belajar afektif dan psikomotor siswa yang menggunakan model LC berbahan ajar terpadu lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan model LC. Motivasi siswa yang diajar dengan menggunakan model LC berbahan ajar terpadu menunjukkan hal yang positif. Tanggapan siswa dan guru terhadap pembelajaran model LC berbahan ajar terpadu sangat positif hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 12 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/21600 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
