Dian Anisa Rokhmahwati (2009) Studi komparasi keatifan, sikap, dan prestasi belajar siswa pada model pembelajaran kooperatif STAD-problem posing dengan siswa pada model pembelajaran kooperatif STAD untuk pokok bahasan hidrolisis garam di kelas XI IPA SMAN 5 Malang tahun ajaran 2006/20. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti yang tertulis dalam HDI (Human Development Index) tahun 2006 Indonesia berada di urutan 108 dari 177 negara di dunia (UNDP 2006). Salah satu usaha pemerintah untuk mengejar ketinggalan tersebut adalah memperbaikai sistem pendidikan dengan cara memberlakukan kurukulum baru yang dikenal dengan istilah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dalam KTSP ini terdapat lima kelompok mata pelajaran dan kimia termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus ditempuh siswa sampai tuntas sebagai salah satu mata pelajaran berdasarkan kurikulum untuk sekolah menengah atas. Ketuntasan yang dimaksudkan adalah jika indikator yang disusun telah tercapai minimal 75% (BSNP 2006 12). Untuk mencapai ketuntasan tersebut selain penguasaan materi oleh guru juga digunakan beberapa model pembelajaran di antaranya adalah pembelajaran kooperatif STAD dan problem posing. Pembelajaran dengan STAD mendorong siswa untuk meningkatkan kerjasama dengan orang lain karena salah satu tahap dalam model ini adalah diskusi kelompok dimana siswa harus memecahkan soal dengan berdiskusi bersama anggota kelompoknya. Model problem posing dapat meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran karena dalam model ini siswa dilatih untuk membuat soal dari kondisi-kondisi yang diberikan oleh guru. Salah satu pokok bahasan dalam ilmu kimia yang mencakup teori dan hitungan matematik adalah hidrolisis garam sehingga model STAD dan PP menjadi model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan keaktifan selama proses pembelajaran antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD-PP dengan yang mengikuti model pembelajaran STAD (2) mengetahui perbedaan sikap siswa terhadap model pembelajaran STAD-PP dan pembelajaran model STAD (3) mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD-PP dengan yang mengikuti model pembelajaran STAD. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan ganda yaitu rancangan eksperimen semu dan deskriptif. Rancangan eksperimen semu digunakan untuk membandingkan keaktifan sikap dan prestasi belajar siswa sedangkan rancangan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan sikap dan keaktifan siswa terhadap model yang diterapkan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 5 Malang yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Data keaktifan dan sikap diperoleh dari lembar observasi dan angket sedangkan data prestasi meliputi 5% dari nilai unjuk kerja 10% dari nilai LKS dan nilai kooperatif 15% dari nilai laporan 20% nilai kuis dan 40% nilai tes akhir. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi isi dengan hasil kevalidan 100% dan untuk instrumen tes hasil belajar juga telah dilakukan validasi butir soal hasilnya diperoleh 18 soal valid dan 1 soal tidak valid. Reliabilitas untuk soal obyektif adalah 0 66 untuk dan untuk soal subyektif adalah 0 56 masing-masing memiliki tingkat reliabilitas tinggi dan cukup. Semua data yang diperoleh sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Ketiga uji tersebut menggunakan bantuan SPSS 11.5 for windows. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan keaktifan selama proses pembelajaran antara siswa di kelas eksperimen dengan siswa di kelas kontrol. Jumlah siswa yang aktif di kelas eksperimen adalah 53 67% dan kontrol adalah 50 37%. Perbedaan ini juga didukung oleh ketercapaian kegiatan tiap tahap pembelajaran pada masing-masing kelas. Hasil angket menunjukkan tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol yaitu sama-sama bersikap positif. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang bersikap positif rata-rata 75% dan siswa yang bersikap negatif 5%. Sikap positif siswa ini juga didukung oleh ketercapaian indikator sikap yang berkualifikasi bagus. Hasil analisis uji t prestasi belajar siswa menunjukkan nilai signifikansi 0 01 0 05 yang berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa di kelas eksperimen dengan siswa di kelas kontrol. Perbedaan ini diperkuat oleh data rata-rata prestasi belajar siswa yaitu 80 50 untuk kelas eksperimen dan 76 40 untuk kelas kontrol.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 17 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/21573 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
