Putri, Aulia Hapsari Hernicho (2020) Hubungan antara identitas religius dengan subjective well-being pada remaja akhir di SMA Negeri 4 Balikpapan / Aulia Hapsari Hernicho Putri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Subjective well-being merupakan evaluasi atau penilaian subjektif secara menyeluruh dari kehidupan seseorang baik evaluasi yang bersifat kognitif maupun afektif yang menggambarkan kesejahteraan hidupnya selama ini serta memiliki dua tingkatan yaitu tinggi dan rendah. Banyak faktor yang memengaruhi tinggi-rendahnya subjective well-being salah satunya faktor religiusitas yaitu identitas religius. Identitas religius adalah gambaran sejauh mana seseorang mendefinisikan diri sendiri dalam kaitannya dengan keyakinan spiritual atau agamanya yang terbentuk melalui eksplorasi dan komitmen yang dibagi ke dalam empat status yaitu achievement moratorium foreclosure dan diffusion. Penelitian sebelumnya telah menemukan kaitan antara identitas religius dengan subjective well-being pada subjek dewasa akan tetapi belum ada penelitian terkait keduanya pada remaja akhir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran subjective well-being 2) gambaran identitas religius dan 3) hubungan antara identitas religius dengan subjective well-being pada remaja akhir di SMA Negeri 4 Balikpapan. Subjek penelitian ini adalah 89 siswa/i kelas XII yang didapat menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui self-report questionnaire berupa skala psikologi yang peneliti modifikasi berdasarkan kerangka teori pada definisi operasional meliputi Satisfaction with Life Scale (SWLS) oleh Diener (1984 2006) Positive Affect and Negative Affect Scales (PANAS) oleh Watson dkk. (1988) dan Student Subjective Well-Being Questionnaire (SSWQ) oleh Renshaw (2020) untuk mengukur tingkatan subjective well-being serta Skala Eksplorasi Religius dan Skala Komitmen Religius yang disusun oleh Bisri (2002) untuk mengukur status identitas religius pada subjek penelitian yang telah diuji validitas dengan spearman rank correlation dan reliabilitas dengan split-half spearman brown. Pendekatan yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode deskriptif korelasional dengan teknik analisis nonparametrik uji Somers d. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1) mayoritas subjective well-being pada remaja akhir di SMA Negeri 4 Balikpapan memiliki tingkatan tinggi yaitu sebesar 58 427% atau sebanyak 52 remaja 2) identitas religius yang dimiliki remaja akhir di SMA Negeri 4 Balikpapan adalah sebagian besar berstatus achievement sebesar 42 697% atau sebanyak 38 remaja dan 3) identitas religius memiliki korelasi positif yang signifikan dengan subjective well-being pada remaja akhir di SMA Negeri 4 Balikpapan dengan nilai koefisien korelasi sebesar rdyx 0 549 (sig. 0 05). Temuan ini diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam penyusunan dan pengembangan program religiusitas bagi siswanya serta bagi penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang lebih beragam dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis hasil data penelitian.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Psikologi (FPsi) > Departemen Psikologi (PSi) > S1 Psikologi |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 21 Sep 2020 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2020 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/172195 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
