Perbedaan kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren dengan yang tinggal di pondok pesantren / Nurus Saadah - Repositori Universitas Negeri Malang

Perbedaan kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren dengan yang tinggal di pondok pesantren / Nurus Saadah

Saadah, Nurus (2009) Perbedaan kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren dengan yang tinggal di pondok pesantren / Nurus Saadah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Saadah Nurus. 2009. Perbedaan Kebiasaan Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang Tinggal di Luar Pondok Pesantren dengan yang Tinggal di Pondok Pesantren. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto Kata Kunci Kebiasaan belajar rumah pondok pesantren siswa MTsN Kesuksesan belajar siswa tidak terlepas dari cara belajar yang dilaksanakan sebab baik tidaknya hasil belajar dapat dilihat dan dirasakan oleh siswa sendiri. Proses belajar yang dikatakan sukses adalah apabila ada perubahan pada diri siswa. Perubahan perilaku ini menyangkut pengetahuan sikap dan keterampilan. Juga di dalam proses belajar siswa menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat kerja yang besar dan percaya pada diri sendiri. Untuk memperoleh hasil yang baik siswa perlu meningkatkan kualitas belajar. Kebiasaan belajar adalah cara-cara melakukan kegiatan belajar yang telah biasa dilakukan. Kebiasaan belajar bukanlah bakat alamiah atau bawaan sejak lahir tetapi dibentuk oleh individu itu sendiri karena berinteraksi dengan lingkungannya. Setiap siswa memiliki kebiasaan belajar yang berbeda-beda sesuai dengan selera keyakinan dan kondisi masing-masing maka dari itu lingkungan sangat mempengaruhi dalam proses belajar terutama untuk siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (a) kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren (rumah) (b) kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di pondok pesantren dan (c) perbedaan kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren dengan yang tinggal di pondok pesantren. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang berjumlah 170 orang dan sampel yang diambil 30%. Sampel dalam penelitian ini adalah 52 orang siswa adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan klasifikasi jawaban selalu sering kadang-kadang dan tidak pernah. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis persentase dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sedikit sekali (4 2%) siswa yang tinggal di luar pondok pesantren yang mempunyai kebiasaan belajar sangat baik banyak sekali (83.3%) siswa yang mempunyai kebiasaan belajar baik sedikit sekali (12.5%) siswa yang mempunyai kebiasaan belajar sedang dan tidak ada siswa yang mempunyai kebiasaan belajar dalam kategori buruk. (2) sedikit sekali (3 6%) siswa yang tinggal di pondok pesantren yang mempunyai kebiasaan belajar sangat baik banyak sekali (82 1%) siswa yang kebiasaan belajarnya baik sedikit sekali (14 3%) siswa yang memiliki kebiasaan belajar sedang dan siswa yang memilikik kebiasaan belajar yang buruk tidak ada. (3) ada perbedaan ii kebiasaan belajar siswa kelas VIII MTsN Terate Kabupaten Sumenep Madura yang tinggal di luar pondok pesantren dengan yang tinggal di pondok pesantren. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan konselor dapat lebih memberikan informasi mengenai kebiasaan belajar kepada siswa. Hal ini berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian terhadap siswa yang tinggal di luar pondok pesantren dan siswa yang tinggal di pondok pesantren sama-sama memiliki kebiasaan belajar yang baik meliputi cara belajar kondisi belajar strategi belajar dan metode belajarnya. Dalam hal ini konselor dapat memberikan layanan informasi serta layanan konseling individual maupun layanan konseling kelompok (bersama dengan teman-teman yang juga memiliki kebiasaan belajar yang kurang) dengan demikian diharapkan siswa lebih memahami permasalahannya dalam belajar. Sehingga dapat memperbaiki kebiasaan belajarnya yang kurang itu menjadi lebih baik dan lebih optimal lagi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: library UM
Date Deposited: 16 Apr 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/1644

Actions (login required)

View Item View Item