Hubungan antar status sosial orang tua dengan keterampilan sosial siswa SMA Negeri di Kota Malang / Winny Mustikasari - Repositori Universitas Negeri Malang

Hubungan antar status sosial orang tua dengan keterampilan sosial siswa SMA Negeri di Kota Malang / Winny Mustikasari

Mustikasari, Winny (2009) Hubungan antar status sosial orang tua dengan keterampilan sosial siswa SMA Negeri di Kota Malang / Winny Mustikasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam masyarakat yang kompleks terdapat perbedaan kedudukan dan derajat yang juga bersifat kompleks. Perbedaan inilah yang menjadi dasar dan pangkal bagi gejala pelapisan sosial. Status sosial yang dimaksudkan adalah status yang terdapat di lingkungan keluarga yang ditandai tingkat pendidikan dan juga jenis pekerjaan sebab kedua hal tersebut merupakan indikator dari kedudukan dan penghargaan suatu keluarga di dalam masyarakat. Di samping itu siswa dituntut untuk dapat melakukan keterampilan sosial yang baik dengan lingkungannya untuk mencapai penyesuaian sosial yang efektif. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial orang tua dengan keterampilan sosial siswa SMA Negeri di Kota Malang dan secara khusus bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran status sosial orang tua 2) mengetahui gambaran tingkat pendidikan orang tua 3) mengetahui gambaran jenis pekerjaan orang tua dan 4) mengetahui gambaran keterampilan sosial siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu variabel yang ada kemudian mencari hubungan yang ada di antara keduanya. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri di Kota Malang Tahun Ajaran 2007 / 2008. Sampel penelitian terdiri atas sampel sekolah dan sampel kelas dipilih berdasarkan teknik proportional random sampling. Sampel sekolah adalah SMAN 1 SMAN 4 SMAN 6 dan SMAN 7. Sampel kelas diambil sebesar 20% dari jumlah keseluruhan kelas di tiap sekolah sehingga diperoleh 12 kelas. Total jumlah siswa yang dijadikan sampel sebanyak 437 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket status sosial dan inventori keterampilan sosial yang dikembangkan oleh Victoria Yonathan. Analisis data dengan presentase dan analisis product moment. Hasil umum yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa r hitung yakni 0 413 dengan probabilitas 0 000. Nilai r tabel untuk taraf signifikansi 5% dan N 437 adalah 0 113 sehingga r hitung lebih besar dari pada r tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel status sosial orang tua dan keterampilan sosial siswa SMA Negeri di Kota Malang sehingga semakin tinggi status sosial orang tua maka keterampilan sosial siswa juga semakin tinggi.Secara khusus hasil yang diperoleh adalah 1) cukup banyak (54 5%) orang tua siswa yang menunjukkan status sosial berada pada tingkat menengah 2) cukup banyak (ayah 56 52% dan ibu 53 32%) orang tua siswa yang memiliki pendidikan berada pada tingkat menengah 3) sedikit orang tua (ayah 36 67%) siswa yang mempunyai tingkat pekerjaan berada pada kategori semi profesional dan cukup banyak ibu (53 78%) yang tidak bekerja serta 4) banyak (65 45%) siswa yang memiliki keterampilan sosial dengan kategori baik. Dari hasil penelitian ini ada beberapa saran yang bisa diberikan kepada (1) Pihak sekolah (kepala sekolah guru staf sekolah) dapat menjadi model dan panutan bagi siswa-siswa dalam hal pengembangan keterampilan sosial baik dengan guru-guru maupun dengan siswa dan juga sekolah diharapkan ikut membantu bahkan mendukung keterampilan sosial siswa yang dapat dilakukan dengan mendukung siswa untuk aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler sehingga di dalam kegiatan itu siswa mampu belajar berorganisasi belajar mengelola emosi secara positif mengemukakan pendapat mengekspresikan perasaan dan juga mampu mengaktualisasikan diri secara optimal 2) konselor sekolah diharapkan dapat memberikan bimbingan atau pelatihan kepada siswa terutama siswa yang kurang dapat mengembangkan keterampilan sosialnya tentang cara-cara pengembangan keterampilan sosial dengan orang lain misalnya dengan teknik role playing yaitu siswa diberi kesempatan untuk berlatih dengan pasangannya untuk mengembangkan aspek-aspek keterampilan sosial yang dimilikinya dengan harapan siswa dapat membentuk dan mengembangkan keterampilan sosial yang baik pada dirinya. Apabila tidak terdapat perubahan pada diri siswa dapat ditindak lanjuti dengan konseling baik konseling individu ataupun kelompok 3) bagi peneliti lanjutan hendaknya mengadakan penelitian pada subyek yang berbeda yaitu siswa tingkat SMP atau tingkat SD selain itu juga menggunakan instrumen pengumpulan data yang lebih beragam seperti melakukan observasi wawancara sosiometri dan lain-lain sehingga data yang diperoleh bisa lebih lengkap dan dapat dikembangkan lebih luas terutama untuk meningkatkan hasil penelitian selanjutnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: library UM
Date Deposited: 04 Aug 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/1616

Actions (login required)

View Item View Item