Heny Puji Rahayu (2009) Perbedaan kecerdasan emosional siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri Kota Kediri / Heny Puji Rahayu. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pernyataan Leslie Brody Judith Halld (dalam Goleman 1995) yang menyebutkan bahwa anak perempuan lebih terampil berbahasa daripada anak laki-laki maka mereka lebih berpengalaman dalam mengutarakan perasaannya dan lebih cakap daripada anak laki-laki dalam memanfaatkan kata-kata untuk menjelajahi dan untuk menggantikan reaksi-reaksi emosional seperti perkelahian fisik. Sebaliknya anak laki-laki yang pengungkapan emosinya diabaikan sebagian besar tampak kurang peka akan keadaan emosi baik dalam dirinya sendiri maupun dalam diri orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional siswa laki-laki dan siswa perempuan SMA Negeri di Kota Kediri. Selain itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional siswa laki-laki dan perempuan SMA Negeri di Kota Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Kota Kediri tahun ajaran 2006/2007. Sampel dalam penelitian ini adalah 181 orang siswa 78 orang siswa laki-laki dan 103 orang siswa perempuan. Adapun teknik yang digunakan dalam penarikan sampel adalah Cluster Random Sampling. Untuk pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Untuk menganalisis hasil penelitian digunakan analisis persentase dan uji-t. Berdasarkan analisis persentase hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis uji-t penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosional siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pihak konselor bahwa dengan cukup banyaknya siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi maka hendaknya konselor tetap memberikan layanan bimbingan pengembangan emosional serta pembinaan yang intensif agar siswa tetap memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi. Selain cukup banyak siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan tetapi masih cukup banyak juga siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional dan sangat rendah. Melihat hal ini seharusnya konselor lebih memberikan pendidikan kecerdasan emosional dengan memberikan layanan bimbingan pengembangan emosional misalnya memberikan pelatihan kecerdasan emosional dengan diadakan bimbingan kelompok role playing (bermain peran) dan sebagainya. Tentu saja di dalam pemberian layanan tersebut dengan tidak membedakan jenis kelamin. Bagi siswa setelah mengetahui tingkat kecerdasan emosionalnya hendaknya menjadikan hal ini sebagai bahan pertimbangan agar dapat lebih mengatur dan mengontrol emosinya dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain khususnya teman lawan jenisnya tanpa memandang perbedaan jenis kelamin karena mereka mempunyai kecerdasan emosional yang sama serta terus berupaya untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya agar dapat berinteraksi dan bersosialisasi lebih baik dengan orang lain. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian tentang kecerdasan emosional disarankan untuk menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian eksperimen agar siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah dapat meningkatkan kecerdasan emosionalnya melalui treatment-treatment yang diberikan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 20 Jan 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/1584 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
