Dwi Nur Aini (2009) Perbedaan kecerdasan emosional anak Taman Kanak-Kanak (TK) yang berlatar belakang Play Group dan yang tidak berlatar belakang Play Group / oleh Dwi Nur Aini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kecerdasan emosional anak perlu dikembangkan secara optimal agar mereka berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul terlebih lagi di usia lima tahun pertama anak karena pada usia empat tahun anak telah mencapai separuh dari kemampuan kecerdasannya dan pada usia delapan tahun anak mencapai 80% kemampuan kecerdasannya. Setelah usia delapan tahun tanpa melihat bentuk pendidikan dan lingkungan yang diperoleh kemampuan kecerdasannya hanya dapat diubah sebanyak 20% (Beck 1994 24). Untuk itu diperlukan pelayanan bimbingan oleh guru pada usia tersebut agar perkembangan kecerdasan anak dapat berkembang secara optimal. Play group secara tidak langsung membantu anak-anak berbenah diri dalam sikap maupun tindak-tanduknya sehari-hari untuk kepentingan kelompok. Dengan demikian menjelaskan kemungkinan kemudahan dalam melakukan penyesuaian bagi anak TK yang berlatar belakang play group dibandingkan dengan anak TK yang tidak berlatar belakang play group. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran kecerdasan emosional anak TK yang berlatar belakang play group di TK Petrokimia Gresik (2) mengetahui gambaran kecerdasan emosional anak TK yang tidak berlatar belakang play group di TK Petrokimia Gresik (3) mengetahui ada tidaknya perbedaan kecerdasan emosional anak TK yang berlatar belakang play group dan anak TK yang tidak berlatar belakang play group di TK Petrokimia Gresik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak TK Petrokimia Gresik kelas A. Berdasarkan populasi penelitian maka diambil sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sebagian dari populasi yang sesuai dengan tujuan penelitian atau purposive sample yaitu anak didik kelas A5 TK Petrokimia Gresik tahun pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 12 orang anak berlatar belakang play group dan 12 orang anak yang tidak berlatar belakang play group. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan. Data hasil observasi direkam dalam lembar catatan dan penilaian kecerdasan emosional anak TK. Berdasarkan data yang diperoleh maka pengolahan dan penyajian hasil penelitian dibuat dalam bentuk deskripsi kemudian dijelaskan dengan menggunakan histogram. Dengan menggunakan metode deskriptif penelitian ini berusaha menyajikan gambaran objektif kemampuan kecerdasan emosional anak TK kemudian ditarik kesimpulan perbedaan kecerdasan emosional antara anak TK yang berlatar belakang play group dan yang tidak berlatar belakang play group. Secara aspektual sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan hasil penelitian ini adalah anak TK Petrokimia Gresik kelas A yang berlatar belakang play group dan yang tidak berlatar belakang play group kurang mampu mengenali emosi dirinya cukup mampu mengelola emosi diri mampu memotivasi dirinya kurang mampu mengenali emosi orang lain kurang mampu membina hubungan dengan orang lain. Dengan demikian hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan emosional anak TK yang berlatar belakang play group dan yang tidak berlatar belakang play group. Berdasarkan hasil penelitian saran yang perlu dikemukakan dalam penelitian ini yaitu hendaknya guru TK lebih mengidentifikasi latar belakang keluarga anak didik lewat wawancara awal dengan orangtua anak didik pada saat penerimaan murid baru sebagai upaya memahami karakteristik tiap anak didiknya agar pengembangan kecerdasan emosional anak didiknya dapat berkembang secara optimal. Selain itu guru juga diharapkan bisa memberikan latihan-latihan yang bisa meningkatkan kecerdasan anak baik kecerdasan intelektual emosional dan spiritual. Bagi Konselor TK yang akan membimbing anak didik untuk dapat mengembangkan potensi anak didik secara optimal diharap mampu bekerja sama dengan guru kelas dalam membantu anak didik menyelesaikan masalah dengan menggunakan pendekatan dan metode yang tepat sehingga tidak menghambat perkembangan anak didik pada waktu-waktu yang akan datang. Bagi peneliti selanjutnya yang akan mengadakan penelitian sejenis hendaknya mengambil sampel yang lebih representatif dan menggunakan instrumen sebagai alat pengumpul data yang tepat. Selain itu hendaknya dalam mengadakan penelitian juga menambahkan beberapa variabel yang lain yang juga berpengaruh dalam pengembangan kecerdasan emosional anak seperti pola asuh hubungan antar anggota keluarga kurikulum sekolah dan lain-lain.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 14 Jan 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/1566 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
