Dewi, Shanti (2008) Proses interaksi berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep fungsi pada pembelajaran kooperatif model jigsaw / Shanti Dewi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Pada hakikatnya proses pembelajaran sangat berkaitan erat dengan pembentukan dan penggunaan kemampuan berpikir. Para peserta didik akan lebih mudah mencerna konsep dan ilmu pengetahuan apabila di dalam dirinya sudah ada struktur dan skema berpikir sehingga ketika mereka berhadapan dengan bahan atau materi pembelajaran ia mudah menempatkan merangkai dan menyusun alur logis menguraikan dan menggunakannya. Proses belajar mengajar merupakan suatu rangkaian interaksi antara siswa guru dan materi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan guru membantu siswa dalam membentuk pengetahuan membuat makna mencari kejelasan dan membuat kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Malang kelas VIII semester II tahun 2006/2007. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa dalam satu kelompok dengan kemampuan yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif sebab data yang terkumpul berupa data verbal. Data diambil dari 3 sumber yaitu wawancara sebelum pembelajaran pengamatan saat pembelajaran yang dijelaskan pada saat interaksi di kelompok asal dan wawancara setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw terjadi proses interaksi antar 4 siswa sebagai subjek penelitian. Siswa berkemampuan tinggi cenderung lebih aktif dalam berdiskusi dengan teman yang lain. Dia cenderung untuk memberikan pengetahuannya kepada teman yang lain. Siswa berkemampuan sedang cenderung seimbang antara dia memperoleh dan memberikan pengetahuannya kepada teman yang lain. Siswa berkemampuan rendah cenderung pasif dalam berdiskusi dengan teman yang lain. Dia cenderung menunggu jawaban dari teman-teman yang lain dan hanya menyampaikan hasil diskusinya dengan kelompok ahli. Interaksi antara siswa berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah akan lebih efektif jika melalui siswa berkemampuan sedang. Hal ini dikarenakan adanya kesenjangan berpikir antara siswa berkemampuan tinggi dan siswa berkemampuan rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan i. Guru hendaknya mendorong siswa berkemampuan rendah agar ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran. ii. Penelitian ini masih terbatas pada metode jigsaw. Oleh karena itu disarankan untuk diadakan penelitian lanjutan pada metode-metode pembelajarn lainnya. iii. Penelitian ini hanya membahas tentang proses interaksi berpikir siswa dalam satu kelompok. Oleh karena itu disarankan untuk diadakan penelitian lanjutan yang membahas tentang proses berpikir siswa
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Matematika (MAT) > S1 Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 26 Jun 2008 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2008 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/15125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
