perbedaan pemahaman konsep prime mover karena pengaruh penerapan model pembelajaran mid dipadu metode scaffolding dibandingkan model pembelajaran problem based instruction dipadu metode scaffolding pada siswa kelas x pb smk pgri 3 malang / vahrizaldinnur - Repositori Universitas Negeri Malang

perbedaan pemahaman konsep prime mover karena pengaruh penerapan model pembelajaran mid dipadu metode scaffolding dibandingkan model pembelajaran problem based instruction dipadu metode scaffolding pada siswa kelas x pb smk pgri 3 malang / vahrizaldinnur

Vahrizaldinnur (2021) perbedaan pemahaman konsep prime mover karena pengaruh penerapan model pembelajaran mid dipadu metode scaffolding dibandingkan model pembelajaran problem based instruction dipadu metode scaffolding pada siswa kelas x pb smk pgri 3 malang / vahrizaldinnur. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pemahaman konsep adalah tingkat kemampuan berfikir secara logika dan diharapkan siswa mampu memahami arti dari konsep situasi serta fakta konsep. Pemahaman konsep ranah kognitif sangat penting bagi siswa karena dengan konsep yang benar siswa dapat menguasai dan paham pada materi yang telah disampaikan. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep prime mover yang telah diberikan menggunakan model MID dipadu metode scaffolding pada siswa kelas X PB SMK 3 PGRI Malang. (2) Mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep prime mover yang telah diberikan menggunakan model PBI dipadu metode scaffolding pada siswa kelas X PB SMK 3 PGRI Malang. (3) Apakah ada perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep prime mover pada kelas A yang diberikan perlakuan menggunakan model MID dipadu metode scaffolding dibandingkan kelas B yang diberikan perlakuan menggunakan model PBI dipadu metode scaffolding pada siswa kelas X PB SMK 3 PGRI Malang. Rancangan penelitian ini adalah Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X PB SMK PGRI 3 Malang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas X PB A sebagai kelas eksperimen 1 dan siswa kelas X PB B sebagai kelas eksperimen 2. Setiap populasi kelas memiliki 36 sampel pada masing-masing kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode berupa pretest dan posttest. Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan melihat kesamaan rata-rata kedua kelas eksperimen dan dapat diberikan perlakuan sedangkan Posttest digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman setelah diberikan perlakuan. Hasil pada penelitian sesuai dengan tujuan (1) pada pemahaman konsep menggunakan model pembelajaran MID dipadu metode scaffolding sebelum diberikan perlakuan mendapatkan presentase sebesar 33 00% dan mengalami peningkatan 87 00% setelah diberi perlakuan (2) pemahaman konsep sebelum diberikan perlakuan model PBI dipadu metode scaffolding sebesar 36 00% dan meningkat 83 00% setelah diberi perlakuan (3) pada model MID dipadu metode scaffolding memiliki perbedaan lebih tinggi presentase dalam implementasi pembelajaran untuk membuat siswa lebih aktif dan paham konsep dibandingkan dengan model PBI dipadu metode scaffolding. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pemahaman konsep siswa yang diberikan perlakuan model MID dipadu metode scaffolding memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan siswa diberi perlakuan model PBI dipadu metode scaffolding. Saran yang dianjurkan dalam penelitian selanjutnya pada kedua model pembelajaran dapat digunakan sebagai model alternative untuk meningkatkan pemahaman konsep pada siswa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Departemen Teknik Elektro (TE) > S1 Pendidikan Teknik Elektro
Depositing User: library UM
Date Deposited: 24 Aug 2021 04:29
Last Modified: 09 Sep 2021 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/144897

Actions (login required)

View Item View Item