Muridno, Yudha Penaeusha (2017) Analisis motif ragam hias wuwung hias gerabah di sentra "Sumber bangun Sarana Genteng" Kabupaten Trenggalek / Yudha Penaeusha Muridno. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Penaeusha Muridno Yudha. 2016. Analisis Motif Ragam Hias Wuwung Hias Gerabah di Sentra Sumber Bangun Sarana Genteng Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Seni Dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hariyanto M. Hum (II) Ike Ratnawati S.Pd M.Pd Kata Kunci Wuwung Hias Gerabah Motif Ragam Hias Sumber Bangun Sarana Genteng Trenggalek. Wuwung hias gerabah merupakan salah satu bagian dari ragam hiasan atap rumah tradisional Jawa yang keberadaannya mulai menghilang seiring perkembangan zaman. Dari permasalahan tersebut penelitian ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan dan memberikan pemahaman mengenai bentuk maksud motif hias dan prinsip organis estetik yang terkandung pada masing-masing bentuk wuwung hias gerabah yang dijadikan objek penelitian. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian di sentra Sumber Bangun Sarana Genteng yang berada di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data diperoleh sumber data primer yaitu hasil wawancara pada pemilik sentra dan perajin. Data sekunder diperoleh dari buku terkait dan dokumentasi. Pada penelitian ini ditemukan enam macam bentuk wuwung hias yang dijadikan objek penelitian yaitu Wuwung gunungan sebagai lambang ketrentraman wuwung ular naga sebagai lambang penolak bencana wuwung peksi garudha sebagai lambang pemberantas kejahatan wuwung mustaka sebagai simbul ke Islaman wuwung mahkota Kresna sebagai simbul tokoh Kresna dan wuwung mahkota Gatotkaca sebagai simbul dari tokoh. Pada ke enam wuwung hias tersebut ditemukan beberapa motif hias yang dapat dibedakan menjadi dua motif yaitu Motif Organis yaitu motif hias lung-lungan motif sulur dengan bentuk daun bunga dan tangkai yang telah mengalami stilasi dan terdapat bentuk hewan yaitu naga dan burung garuda. Motif geometris berupa motif hias jlamprang tlacapan kawung dan lereng yang divisualisasikan dengan bentuk garis lurus garis patah-patah lingkaran setengah lingkaran dan segitiga. Prinsip organisasi estetik pada ke enam wuwung hias tersebut ditinjau dari keselarasan yaitu adanya perulangan motif yang sama. Keseimbangan terdapat kesimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informan (asimetris). Kesebandingan terjalin dengan adanya perpaduan besar dan kecil pada motif hias. Ritme tercapai dengan adanya motif yang saling berhubungan. Pusat perhatian terdapat pada motif hias yang proporsinya paling besar. Saran bagi masyarakat Jawa diharapkan untuk tetap melestarikan wuwung hias gerabah yang merupakan salah satu peninggalan ragam hias Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Bagi pendidikan diharapkan bisa dijadikan bahan ajar yang bermuatan lokal sehingga menjadi sumber belajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya bisa dijadikan referensi dalam penelitian seni ragam hias budaya Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 04 Jan 2017 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2017 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/12929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
