Widyastuti, Asri (2012) Studi tentang penggunaan warna: teknik pewarnaan, kecenderungan warna, dan makna simbolisnya pada wayang krucil di Dusun Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Asri Widyastuti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
Kata kunci penggunaan warna teknik pewarnaan simbolis warna wayang krucil Malang Warna merupakan aspek penting dalam mengetahui karakter wayang dalam hal ini adalah wayang krucil di Dusun Wiloso. Wayang krucil di dusun tersebut telah dilakukan pewarnaan ulang yang kurang sesuai dengan rujukan pedoman teknik pewarnaan pada wayang namun tidak mengurangi nilai simbolis warnanya. Dalam pemberian warna tersebut terdapat teknik pewarnaan yang sesuai pedoman teknik pewarnaan pada wayang. Terdapat pula penggunaan warna-warna tertentu yang dominan dan kurang digunakan dan pada beberapa warna memiliki nilai simbolis pada setiap karakter wayang. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan pembahasan mengenai penggunaan warna pada wayang krucil di dusun tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pewarnaan dan teknik sunggingan kecenderungan warna yang digunakan dan makna simbolis warna pada wayang krucil di Dusun Wiloso. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan asal-usul kondisi wayang krucil kesakralan organisasi teknik pewarnaan kecenderungan penggunaan warna dan makna simbolis warna yang terdapat pada tokoh wayang lakon Damarwulan . Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan observasi secara mendalam dan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data tahap sajian data dan tahan penarikan simpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama teknik pewarnaan pada wayang krucil di dusun Wiloso adalah dasaran njambon njene ngijem nem mbiru nuwani ngireng-ngirengi mrada ngisen-isen dan ngulat-ngulati. Teknik sunggingannya meliputi mrunggen gedang mateng sungging tlancapan sungging blok sungging cawen sungging cinden dan sungging mbludir/mbludri (kembangan). Kedua warna pokok yang terdapat pada wayang krucil di dusun Wiloso adalah warna merah dan putih. Warna emas cenderung lebih banyak terdapat pada tubuh. Warna hitam sebagai warna dominan lebih banyak terdapat pada rambut dan wajah serta atribut wayang krucil. Warna coklat biru hijau jingga dan kuning lebih banyak terdapat pada atribut wayang krucil. Ketiga makna simbolis warna pada wayang krucil dalam Lakon Damarwulan antara lain warna putih melambangkan lemah lembut murni suci religius baik tulus ikhlas bakti bijaksana kasih dan sayang. Warna merah melambangkan kasar kemarahan emosional iri dengki ambisi birahi cinta bengis jahat licik congkak khianat berani dan jujur. Warna kuning emas melambangkan kedudukan tinggi bangsawan agung dan luhur. Warna hitam melambangkan kegagahan kekuatan kematian ketabahan keteguhan dan kesetiaan. Warna hijau melambangkan kelincahan kelihaian keleluasaan cepat tanggap tangkas gesit dan pintar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Sastra (FS) > Departemen Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 30 Aug 2012 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2012 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/12671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
