Pandangan 7 berupa muslim di Kota Malang terhadap penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa / Lulut Edi Santoso - Repositori Universitas Negeri Malang

Pandangan 7 berupa muslim di Kota Malang terhadap penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa / Lulut Edi Santoso

Lulut Edi Santoso (2009) Pandangan 7 berupa muslim di Kota Malang terhadap penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa / Lulut Edi Santoso. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Adanya hadist Nabi Muhammad yang menerangkan pelarangan penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa dan adanya beberapa ayat Al Qu ran yang secara implisit juga bisa ditafsirkan bahwa menciptakan dan menyembah patung berhala adalah merupakan dosa besar karena merupakan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah maka dikalangan umat muslim dan khususnya kalangan perupa muslim terjadi multi pemahaman penafsiran serta multi visualisasi berkarya seni patung atau seni lukis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan perupa muslim di kota Malang terhadap penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa. Ada 3 hal yang ingin dideskripsikan sehubungan dengan pandangan perupa muslim di kota Malang terhadap penciptaan patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa yaitu dari sisi (1) pendapat (2) sikap dan (3) kekaryaan perupa muslim di kota Malang yang meliputi ide konsep dan visualisasi karya seni patung atau lukisan ditinjau dari nilai-nilai Islam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif pada 7 perupa muslim di kota Malang. Pemilihan 7 perupa muslim tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan yaitu beragama Islam aktif berkarya seni patung atau seni lukis sering mengikuti atau melaksanakan pameran seni patung atau lukisan pernah aktif dalam kegiatan kelompok seni aktif berkunjung dan mengamati kegiatan pameran seni lukis atau seni patung terjangkau bersedia menjadi responden penelitian. Data diperoleh melalui wawancara mendalam disertai pengamatan terhadap sejumlah karya seni patung atau lukisan dari masing-masing perupa muslim di kota Malang dan observasi dokumen-dokumen pendukung. Instrumen utama dalam penelitian adalah berupa instrumen manusia yaitu diri peneliti dan pedoman pengumpulan data. Untuk meningkatkan validitas data dilakukan triangulasi. Analisis data menggunakan pola interaktif. Hasil penelitian ini dapat dipaparkan (1) secara umum 7 perupa muslim di kota Malang berpendapat bahwa menciptakan karya seni patung dan lukisan dengan obyek makhluk bernyawa di bolehkan asal hanya sebagai media ekspresi seni dan bukan sebagai alat atau media sesembahan tetap pada batas-batas (moral etika dan estetika). Kesimpulan pendapat 7 perupa muslim 6 perupa berpendapat atas dasar wawasan keagamaan Islam dan 1 perupa secara terus terang tidak berpendapat dari segi agama Islam karena merasa tidak berwawasan agama Islam tetapi berpendapat dari segi nilai budaya Jawa (2) ada kecenderungan sikap tidak mempermasalahkan berkarya seni patung atau seni lukis dengan obyek makhluk bernyawa walaupun beberapa di antara mereka semula ada yang ragu-ragu baik bagi dirinya sendiri maupun bagi perupa muslim yang lain berkarya seni patung atau seni lukis dengan bentuk apapun adalah hak dan tanggung jawab masing-masing perupa muslim bagi mereka berkarya seni patung atau seni lukis dengan bentuk apapun tidak ada tujuan lain kecuali sebagai bentuk ekspresi seni. Ditinjau dari segi kekaryaan seni patung atau seni lukis Khamim Marka satu-satunya pematung yang menjadi narasumber penelitian konsep ide dan karya-karyanya tidak berangkat dan mengangkat nilai-nilai Islam tetapi berangkat dari filosofi Jawa dan untuk melestarikan budaya Indonesia (Jawa) khususnya budaya seni patung dia tetap berkarya seni patung dengan obyek manusia dan binatang. Enam pelukis berwawasan agama Islam dengan baik dan semua tetap melukiskan obyek manusia dan binatang sesuai dengan bentuk dan tehnik masing-masing. Di antara enam pelukis yang berpendapat dari sisi Islam empat pelukis secara konsisten pendapat sikap dan kekaryaan mereka berangkat dari nilai-nilai Islam walau cara visualisasi karya berbeda. Sedang 2 pelukis yang lain kadang belum konsisten antara pendapat sikap dan kekaryaan mereka.Bahkan salah satu di antara mereka lebih cenderung ke arah materialisme. Peneliti menyarankan khususnya pada ketujuh perupa muslim yang menjadi narasumber penelitian untuk tetap konsisten dan semangat berkarya seni baik seni patung atau seni lukis. Begitu pula bagi perupa muslim yang lain. Bagi para perupa yang sudah secara kaffah mengangkat nilai-nilai Islam dalam berkarya seni patung atau seni lukis terus pertahankan dan tingkatkan keimanan semoga Allah meridloi . Sementara bagi yang masih gamang tetap terus belajar. Belajar mengembangkan karya seni sejalan dengan belajar agama Islam. Innama a malu bi niat. Insyaallah akan mendapat petunjuk dan jalan yang terbaik bagi umat yang selalu berusaha karena Allah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: library UM
Date Deposited: 15 Jan 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/12499

Actions (login required)

View Item View Item