Ketuntasan belajar bahasa Jerman anak-anak di taman kanak-kanak (TK) akademi Sawojajar-Malang / Eri Fatmawati - Repositori Universitas Negeri Malang

Ketuntasan belajar bahasa Jerman anak-anak di taman kanak-kanak (TK) akademi Sawojajar-Malang / Eri Fatmawati

Fatmawati, Eri (2010) Ketuntasan belajar bahasa Jerman anak-anak di taman kanak-kanak (TK) akademi Sawojajar-Malang / Eri Fatmawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Fatmawati Eri. 2010. Ketuntasan Belajar Bahasa Jerman Anak-anak di Taman Kanak-Kanak Akademika Sawojajar-Malang. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tiksno Widyatmoko M.A (II) Dra. Sawitri Retnantiti M. Pd. Kata Kunci Ketuntasan Belajar Bahasa Jerman Taman Kanak-kanak. Taman Kanak-kanak (TK) merupakan jenjang pendidikan prasekolah yang diselenggarakan bagi anak-anak usia 4-6 tahun. Penyelenggaraan TK dimaksudkan untuk mempersiapkan anak saat akan memasuki dunia belajar sehingga anak akan relatif lebih siap untuk belajar di Sekolah Dasar (SD). Konsep pengajaran pada anak TK tentu berbeda dengan konsep pengajaran pada orang dewasa apalagi pengajaran di sini adalah pengajaran bahasa asing. Salah satu bahasa asing yang diajarkan di TK adalah bahasa Jerman. Akan tetapi tidak semua TK mengajarkan bahasa Jerman disebabkan tidak adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan agar bahasa Jerman diajarkan sejak dini yaitu sejak anak berada di tingkat TK. Salah satu TK di Malang yang mengajarkan bahasa Jerman adalah TK Akademika Sawojajar. Dalam satu minggu bahasa Jerman diajarkan hanya satu kali tatap muka selama 30 menit. Bahasa Jerman di TK ini diajarkan di kelas tingkat A dan tingkat B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil ketuntasan belajar bahasa Jerman pada anak-anak tingkat B TK Akademika Sawojajar. Dalam pembelajaran terdapat istilah ketuntasan belajar yaitu hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ditandai dengan adanya pencapaian nilai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang sudah ditentukan oleh guru bidang studi. Dari data dokumentasi dapat diketahui bahwa rata-rata hampir setiap kelas B dapat mencapai ketuntasan belajar sebesar 70%. Hasil tersebut diperoleh dari nilai keseharian tugas dan evaluasi akhir. Nilai SKM yang ditentukan guru adalah 70. Secara rata-rata nilai ketuntasan belajar masing-masing kelas adalah sama akan tetapi jika dilihat dari kemampuan setiap anak terdapat perbedaan pada setiap kelasnya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata ketuntasan belajar bahasa Jerman yang dicapai anak-anak tingkat B adalah sebesar 73 4%. Akan tetapi jika dilihat dari hasil ketuntasan belajar masing-masing kelas terdapat kelas yang belum mencapai standar ketuntasan minimal. Masing-masing hasil prosentasenya adalah 88 4% 92% dan 40%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas dapat dikemukakan beberapa saran yaitu (1) guru diharapkan lebih memotivasi anak untuk belajar lebih giat lagi untuk dapat mencapai pembelajaran tuntas sehingga nilai standar ketuntasan minimal (SKM dapat pula ditingkatkan dan (2) guru diharapkan mempergunakan skala nilai yang lebih lengkap sehingga hasil akhir belajar dapat diketahui rentangan nilainya).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Departemen Sastra Jerman (JRM) > S1 Pendidikan Bahasa Jerman
Depositing User: library UM
Date Deposited: 23 Jun 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/11763

Actions (login required)

View Item View Item