Nurul (2009) Penerapan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan prestasi belajar PKn pokok nahasan sistem pemerintahan siswa kelas IV SDN Sepanjang 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / Nurul Qomariyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
PKn merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan sikap atau mental anak dimasa datang. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PKn harus dapat mencakup aspek kognitif afektif dan psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa di SDN Sepanjang 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang belum menerapkan metode pembelajaran bermain peran. Sebagian siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 80%. Berdasarkan hal tersebut metode pembelajaran bermain peran sangat tepat digunakan sebagai alternativ dalam proses pembelajaran karena dapat mencakup aspek kognitif afektif dan psikomotor. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Mendiskripsikan penerapan metode pembelajaran bermain peran dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Sepanjang 04 2) Mendiskripsikan dampak penerapan metode pembelajaran bermain peran terhadap aktivitas dan partisipasi siswa kelas IV SDN Sepanjang 04 3) Mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar PKn pada pokok bahasan sistem pemerintahan melalui metode pembelajaran bermain peran siswa kelas IV SDN Sepanjang 04. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai nilai standar minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 80% dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah guru dan 26 siswa kelas IV SDN Sepanjang 04. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan tes. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara APKG II alat penilaian aktivitas belajar siswa pedoman observasi partisipasi siswa dalam bermain peran dan post test. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Pada pembelajaran PKn siklus I dengan penerapan metode pembelajaran bermain peran kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mencapai skor 88 dengan prosentase keberhasilan 88% dan pada siklus II mencapai skor 97 dengan prosentase keberhasilan 97% 2) Untuk aktivitas belajar siswa secara klasikal pada siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 71 53 dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 86 92 3) Untuk partisipasi siswa dalam bermain peran pada siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 78 dan pada siklus II mencapai rata-rata kelas 87 4) Hasil belajar siswa pada waktu pra tindakan (sebelum penerapan metode pembelajaran bermain peran) mencapai rata-rata kelas 69 23 dengan ketuntasan belajar 26 92% pada siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 72 5 dengan ketuntasan belajar 46 15% sedangkan pada siklus II mencapai nilai rata-rata 87 30. Meskipun terdapat 3 siswa (11 53%) yang tidak mencapai kriteria ketuntasan individu namun ketuntasan belajar kelas sudah tercapai 88 46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran bermain peran pada siswa kelas IV SDN Sepanjang 04 dilaksanakan dengan langkah-langkah pemilihan pemain peran pemilihan pengamat persiapan panggung pelaksanaan permainan peran dan diakhiri dengan diskusi kelas. Penerapan metode pembelajaran bermain peran berdampak positif terhadap aktivitas dan partisipasi belajar siswa. Aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapat nilai rata-rata kelas 71 53 menjadi 86 92. Partisipasi siswa dalam bermain peran juga mengalami peningkatan dari rata-rata kelas siklus I 78 menjadi 87 pada siklus II. Penerapan metode pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari pra tindakan mendapat nilai rata-rata kelas 69 23 dengan ketuntasan belajar kelas 26 92% menjadi 72 5 dengan ketuntasan belajar kelas 46 15% pada siklus I. Kemudian mengalami peningkatan yang signifikan lagi pada siklus II menjadi 87 30. Meskipun terdapat 3 siswa (11 53%) yang tidak mencapai kriteria ketuntasan individu namun ketuntasan belajar kelas sudah tercapai yaitu 88 46%. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan metode pembelajaran bermain peran pada pembelajaran PKn dengan kompetensi lain ataupun mata pelajaran lain dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi diri melalui bermain peran. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah (KSDP) > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 24 Jun 2009 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2009 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/105178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
