Tildjuir, Tomy Fredek (2010) Penggunaan model pembelajaran kooperative berperspektif gender untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Tomy Fredek Tildjuir. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Tildjuir Tomy Fredek. 2010. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperative Berperspektif Gender untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Drs. Imron Rosyadi M.Pd. (2). Drs. Imam Nawawi M.Si. Kata kunci Pembelajaran Kooperative Berspektif Gender Hasil Belajar IPS SD. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang diajarkan di sekolah dasar merupakan awal pengenalan kepada siswa tentang kehidupan lingkungan sekitarnya dan memberikan kemampuan memahami secara kritis tentang berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta mampu berlaku sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Hal lain yang perlu ditanamkan bagi siswa adalah rasa cinta dan memiliki akan lingkungan sekitar dimana mereka berada yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Semua ini dimaksudkan sebagai suatu sarana belajar bagi siswa agar mereka mampu menghadapi dan mengambil tindakan untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapinya. Kelas III SDN Wedoro I Pandaan tidak bersuasanakan demokratis. Suasana tersebut terwujud dalam suasana saling menerima mau hidup bersama dalam perbedaan dapat menghargai gagasan orang lain tidak represif dan rasis ada kebebasan memilih tidak deskriminatif ada keadilan dan ada tanggung jawab. Model ini mampu mewujudkan kelas yang kooperative. Rencana penelitian dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Salah satu karakteristik dalam penelitian tindakan kelas bahwa penelitian ini akan dilakukan secara bersiklus. Siklus dalam penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan tindakan melakukan tindakan pengamatan atau observasi dan analisis atau refleksi Sesuai dengan langkah-langkah PTK yang dikemukakan Kemmis dan Taggart maka PTK ini akan menggunakan 2 siklus dimulai dengan refleksi awal berupa masalah-masalah di kelas yang meliputi identifikasi masalah analisis masalah perumusan masalah dan perumusan hipotesis tindakan. Setelah itu guru atau peneliti menerapkan siklus yaitu melakukan (a) Planning (b) Action (c) Observing dan (d) Reflekting. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut hasil belajar siswa yang merupakan pemahaman konsep IPS materi pokok kegiatan jual beli secara klasikal mengalami peningkatan dari 64. 06% pada pra tindakan menjadi 67. 66% pada siklus I kemudian menjadi 76. 56% pada siklus II. Hasil belajar berupa keterampilan proses melakukan kerjasama meningkat dari 25% % pada siklus I kemudian mengalami peningkatan menjadi 75% pada siklus II. Secara keseluruhan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan mencapai target yang telah ditetapkan setelah pembelajaran demokratis berspektif gender diterapkan. Disarankan penelitian ini diharapkan agar guru menerapkan kooperative berspektif gender diterapkan dalam mengajarkan mata pelajaran IPS. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan metode atau pendekatan lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | ?? ?? |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Departemen Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah (KSDP) > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar |
| Depositing User: | library UM |
| Date Deposited: | 29 Jul 2010 04:29 |
| Last Modified: | 09 Sep 2010 03:00 |
| URI: | http://repository.um.ac.id/id/eprint/103312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
