Kepercayaan mistik dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (TRDP) karya Ahmad Tohari / Siti Khoiriyah

Khoiriyah, Siti (2018) Kepercayaan mistik dalam novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (TRDP) karya Ahmad Tohari / Siti Khoiriyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Khoiriyah, Siti. 2018. Kepercayaan Mistik dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (TRDP) Karya Ahmad Tohari. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Taufik Dermawan, M.Hum. Kata Kunci: novel, kepercayaan mistik Karya sastra merupakan hasil seni kreatif yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh sehingga tidak perlu kebenarannya di dunia nyata. Karya sastra sebagai karya imajinatif, menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup, dan kehidupan. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Pada umumnya, novel menceritakan tentang kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan. Ronggeng Dukuh Paruk merupakan novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari, dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1982 yang terdiri atas tiga buku (trilogi), yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemuskus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (TRDP) sangat kental dengan aspek mistik, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu bentuk kepercayaan mistik yang berupa sistem keyakinan dan pewujudan kepercayaan mistik yang berupa perilaku kejawen dalam novel TRDP. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif metode kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data pada penelitian ini yaitu novel TRDP karya Ahmad Tohari. Data penelitian ini berupa teks monolog, dialog, dan narasi dalam novel TRDP karya Ahmad Tohari. Instrumen penelitian dilakukan dengan cara menganalisis novel secara intensif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, namun penulis menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik analisis tekstual, yakni peneliti membaca novel secara intensif dan berulang-ulang, mengumpulkan data pada tabel, mengkodifikasi data, dan mendaftar data. Kegiatan pengumpulan data dimulai dari tahap identifikasi data, kodifikasi data, pengelompokan data, interpretasi dan analisis data. Keabsahan data dilakukan dengan mengecek ulang dan memeriksa hasil penelitian yang sudah dikerjakan demi mendapatkan hasil yang sesuai. Tahap-tahap penelitian dimulai dari tahap membaca novel, menemukan data, mengklarifikasi dan menganalisis data serta mendeskripsikan data sesuai fokus penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dua hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dilihat dari aspek bentuk kepercayaan mistik yang berupa sistem keyakinan, masyarakat Dukuh Paruk percaya pada paham animisme, dinamisme, dan sistem petungan Jawa. Dalam novel tersebut terdapat kepercayaan paham animisme, masyarakat Dukuh Paruk memuja dan sangat menghormati roh-roh halus/arwah moyang Ki Secamenggala. Dinamisme, masyarakat Dukuh Paruk mempercayai bahwa benda-benda di sekitar manusia memiliki kekuatan gaib yang patut dihormati dan ditakuti. Untuk keperluan tersebut dibangunlah tempat pemujaan yakni cungkup makam Ki Secamenggala. Sistem petungan Jawa, dalam melakukan suatu kegiatan/acara masyarakat selalu menggunakan perhitungan Jawa. Kedua, dilihat dari aspek pewujudan kepercayaan mistik yang berupa perilaku kejawen, masyarakat Dukuh Paruk dalam menjalankan aktivitasnya mengunakan doa/mantra, upacara/ritual, dan kesenian. Dalam novel tersebut terdapat doa/mantra yang digunakan untuk berdoa sekaligus menolak pengaruh setan, ataupun vi roh jahat. Biasanya doa/mantra diucapkan dengan diam-diam (tapa) atau disertai dengan membakar kemenyan/dupa. Upacara/ritual, masyarakat melakukan kegiatan tersebut bertujuan mencari hubungan dengan dunia gaib penguasa alam melalui ritual-ritual adat lainnya yang dirasakan oleh masyarakat sebagai saat-saat genting agar hidup mereka senantiasa dalam keadaan selamat. Kesenian, masyarakat biasanya dalam mengekspresikan perasaannya, selalu bertembang/berkidung. Saran penulis bagi pembaca adalah untuk lebih mengetahui dan mengenal kepercayaan mistik yang ada dalam novel TRDP karya Ahmad Tohari. Selain itu, dari hasil penelitian ini pembaca dapat menambah wawasan dan mengenal tentang kepercayaan mistik dalam sebuah novel, cerpen, puisi, dan karya sastra lainnya melalui teori hermeneutika Gadamer. Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah disampaikan, pembaca dapat mengetahui tentang kepercayaan mistik melalui teori hermeneutika gadamer. Meskipun penelitian melalui teori hermeneutika gadamer telah diselesaikan, masih ada kesempatan bagi para peneliti untuk melakukan eksplorasi novel ini dari berbagai teori lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: P Language and Literature > PIN Indonesian Literature
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/9951

Actions (login required)

View Item View Item