Struktur cerita legenda goa Maharani / Ita Nurul Af'idah

Af'idah, Ita Nurul (2018) Struktur cerita legenda goa Maharani / Ita Nurul Af'idah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK AfÔÇÖidah, Ita Nurul 2014. Struktur Cerita Legenda Goa Maharani. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan M.Pd Kata Kunci: Legenda goa Maharani, Unsur intrinsik Goa Maharani sebelum ada yang menemukan terdapat sebuah ular naga putih yang tinggal di dalamnya kemudian goa tersebut dijadikan tempat bertapa oleh raja Majapahit. Ketika raja Majapahit itu sedang melakukan pertapaan ular naga putih itupun keluar untuk menjaganya. Setelah raja Majapahit itu keluar, ular naga putih itupun melakukan pertapaan juga dan setelah itu, diuji oleh Yang Maha Kuasa akan ilmunya hingga lulus dalam menghadapi ujian yaitu menghadapi hujan dan badai di tengah laut utara. Kemudian ular naga putih itupun bisa berubah menjadi manusia karena lulus dari ujian tersebut. Pemberian nama goa Maharani diambil dari nama putri Dewi Maharani yang menjaga goa tersebut. Goa Maharani merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki Lamongan dan saat ini menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di daerah Lamongan bahkan sampai ke manca negara. Namun, dibalik semua itu banyak orang yang kurang mengetahui tentang cerita Goa Maharani itu sendiri. Padahal cerita tersebut merupakan salah satu kebudayaan lisan/folklor dari desa Penajan kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya berupa cerita rakyat yang ada di daerah Paciran Lamongan. Dalam penelitian ini memanfaatkan legenda Goa Maharani sebagai sumber bahan unsur intrinsiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada umumnya dalam penelitian sastra dipergunakan teknik penelitian kualitatif. Penelitian ini menitik beratkan pada segi alamiah dan mendasarkan pada karakter yang terdapat dalam data. Data dalam penelitian ini meliputi:data tentang cerita legenda goa Maharani berupa tuturan tentang cerita legenda goa Maharani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti diperoleh empat simpulan berikut, pertama, Alur yang digunakan dalam Cerita Legenda Goa Maharani ini menggunakan alur maju (progresif). Tahapan alur, Cerita Legenda Goa Maharani mempunyai tahapan awal eksposisi, tahapan tengah konflik dan klimaks, dan terakhir tahapan penyelesaian. Pelukisan tokoh dilakukan secara dramatis. Pada Cerita Legenda Goa Maharani ini terdapat lima latar tempat yaitu: (1) Goa Maharani, desa Penajan kecamatan Paciran (2) Ruang tempat pertemuan Putri Dewi Maharani dengan dua sahabatnya (3) Laut utara dan (4) Depan pintu masuk goa Maharani. Latar waktu yang digunakan adalah waktu yang lampau tahun 1960an, tahun 1962, 6 Agustus 1992 jam tiga sore, 6 September 1992, bulan Maret 1994, tahun 1999, akhir tahun 2004, dan tahun 2005. Fungsi latar sebagai metaforik. Beberapa amanat yang disampaikan antara lain: (1) Sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong. Dengan kejujuran dan tolong-menolong, kita akan menjadi manusia yang baik, disegani dan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang sulit dengan baik. (2) Menjadi orang yang baik itu sulit, dan banyak kendalanya akan tetapi jangan pernah menyerah untuk menjadi orang yang jujur dan baik meskipun dijauhi teman. Karena orang yang baik akan mendapatkan hal yang baik pula dalam hidupnya. (3) Kita harus selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan optimis karena pasti akan bisa. Jangan sampai keraguan menghanguskan keyakinan dan kekuatan kita.Jika kita sudah melakukan suatu hal kebaikan, haruslah dengan ikhlas jangan pernah meminta imbalan karena Tuhan pasti akan membalasnya sendiri kepada kita. (4) Betapa pentingnya arti sebuah kesetiaan, seperti yang dilakukan mbah Sugeng terhadap Goa Maharani dan Dewi Maharani sebagai makhluk Tuhan, hendaknya kita harus selalu berlaku jujur dan hidup saling tolong-menolong. Berdasarkan simpulan disarankan: pertama, kepada Pemda Lamongan agar mensosialisasikan cerita legenda Goa Maharani pada kalangan masyarakat luas sehingga cerita tersebut dapat diwarisi secara turun-temurun. Sehingga pesan moral yang disampaikan dalam cerita tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat. Kedua, kepada masyarakat agar mengenal, menghargai, dan mengamalkan pesan moral dan mengambil amanat dari cerita legenda Goa Maharani sehingga masyarakat bisa mengamalkan hal-hal yang baik yang dapat dipetik, sehingga menjadi masyarakat yang baik dan berjiwa soaial yang tinggi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar penelitian ini dijadikan sebagaidasar, yang nantinya dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan kajian yang berbeda. ABSTRACT AfÔÇÖidah, Ita Nurul 2014. Structur History the Legend Goa Maharani. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: Dr. Roekhan, M. Pd Keywords:The legend of goa Maharani, Unsure intrinsic Goa Maharani before anyone finds there is a White Dragon Snake living in it then the goa was made a place for meditation by the King of Majapahit. When the King of Majapahit was doing meditation, White Dragon that snakes out to guard it. After the King of Majapahit was out, white dragon snake serpent men did the meditation also and after that, tested by the Almighty will be their knowledge to pass the exam in the face of dealing with rain and storm in the middle of the North Sea. Then the White Dragon Snake that can transform into a human because of the tests pass. Naming goa Maharani is taken from the name of the daughter of the goddess of the Empress that keep the goa. Goa Maharani is one of the local wisdom owned Lamongan and became one of the famous tourist spots in the area of Lamongan even to the foreign countries. However, behind all that much less people know about the story of Goa Maharani it self. Though the story is one of an oral culture/folklore from Penajan village, Lamongan.This research is done to preserve the cultural heritage of folklore in Paciran Lamongan. In this research take advantage of the legends of Goa Maharani as intrinsic elements of material sources. This research used the qualitative approach. In General in the research literature used qualitative research techniques. The study focused on a natural facet of drip and basing on the character contained in the data. The data in this study include: Data about the legend of goa Maharani of speech about legend goa Maharani. Based on the results of research undertaken researchers retrieved four summary follows, first, plot used in Legend Goa Maharani uses advanced flow (progressive). Stages of grooves, Goa Maharani Legend has the early stages of the exposition, the middle stage of the conflict and the climax, and the final stages of completion. Character delineation done dramatically. The Legend of Goa Maharani this background there are five places, namely: (1) Goa Maharani, the village of Penajan sub-district Paciran (2) space Goddess Daughter Empress meeting place with two companions (3) North Sea and (4) Front entrance of goa Maharani. Setting the time used is the time before the 1960s, 1962, 6 August 1992 three afternoon hours, September 6, 1992, in March 1994, 1999, 2004, and the end of 2005. Background as a metaphoric function. Some of the speeches delivered, among others:(1) as a creature of God, should we have to always be honest and be help each other's life. With honesty and help, we'll be a good man, respected and able to resolve the difficult issues with either.(2) being a good person is difficult, and many of the barriers are going but don't ever give up on being an honest and good person although shunned friends. Because the good people will get good things in his life.(3) we should always try to get something better and optimistic because it will certainly can. Do not let doubt devour confidence and our strength. If we've done something good, must sincerely never asks for reward because God will certainly reward yourself to us.(4) how important the sense of faithfulness, as do Mbah Sugeng against Goa Maharani and Maharani Goddess as being God, should we have to always be honest and be helping each other's life. Based on the conclusions suggested:First, to the local Government of Lamongan to disseminating the legend Goa Maharani on among the public at large so that the deceased can be inherited.So the moral messages conveyed in these stories can be read by the public.Second, in order for communities to recognize, appreciate, and apply their moral message and taking a Commission from the legend of Goa Maharani so that communities can practise the good things that can be learned, so that it becomes a good society and a high soaial-at-heart. For further research, it is recommended that this study was used as the basis, later developed further by using different studies.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: P Language and Literature > PIN Indonesian Literature
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Feb 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/9947

Actions (login required)

View Item View Item