Pengaruh olahraga moderat dan high intensity terhadap growth hormone pada tikus putih Rattus norvegicus wistar / Greta Ahmad Bukhori

Bukhori, Greta Ahmad (2018) Pengaruh olahraga moderat dan high intensity terhadap growth hormone pada tikus putih Rattus norvegicus wistar / Greta Ahmad Bukhori. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

iii RINGKASAN Ahmad Bukhori, Greta. 2018. Pengaruh Olahraga Moderat Dan High Intensity Terhadap Growth Hormone Pada Tikus Putih Rattus Norvegicus Wistar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Supriyadi, M.Kes, (II) Olivia Andiana, S.Or, M.Kes. Kata Kunci: Olahraga Moderat, Olahraga High Intensity, Growth Hormone Growth Hormone (GH) merupakan salah indikator pertumbuhan dan berpengaruh terhadap fisiologis serta metabolisme pada tubuh. Olahraga merupakan salah satu promotor dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pertumbuhan, namun olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi dapat menjadi stimulus negatif yaitu stressor yang menyebabkan terganggunya fisiologis tubuh serta terganggunya pertumbuhan dengan indikasi sekresi GH yang kurang optimal. Penurunan sekresi GH merupakan salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh, dan penurunan fungsi kognitif, yang dapat merusak sumber daya manusia dimasa yang akan datang, namun hal ini masih belum mendapat perhatian untuk dikaji. Tujuan penelitian untuk mengungkap pengaruh olahraga moderat dan high intensity terhadap Growth Hormone pada tikus putih rattus norvegicus wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories dengan rancangan penelitian randome control group posttest-only design dengan menggunakan sampel hewan coba tikus putih jenis wistar, sebanyak 33 ekor, jenis kelamin jantan, usia 8 minggu, dengan berat badan 160 ± 20 gram yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu olahraga moderat, olahraga high intensity dan kontrol. Olahraga moderat dilakukan dengan cara tikus berlari di atas treadmill dengan kecepatan 14-16 m/min selama 15-30 menit yang dilakukan secara interval, sedangkan olahraga high intensity dengan kecepatan 22-25 m/min selama 10-20 menit yang dilakukan secara interval. Perlakuan dilakukan mulai pukul 17.00-21.00 WIB dengan frekuensi 3 kali/minggu selama 12 minggu. Pengambilan sampel darah dilakukan 12 jam setelah perlakuan olahraga terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran kadar Growth Hormone dengan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), sedangkan teknik analisis data menggunakan uji beda Anova dengan taraf signifikasi 0,05 atau (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji beda Anova dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai sig. 0,001 (p < 0,05) yang diartikan terdapat perbedaan signifikansi antara kelompok olahraga moderat dengan kelompok olahraga high intensity dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar Growth Hormone kelompok olahraga moderat dengan kelompok high intensity dan kontrol sig. 0,001 atau (p < 0,05). Saran yang dapat diberikan olahraga yang dilakukan pada masa pertumbuhan sebaiknya dengan intensitas moderat karena sebagai stimulus yang positif untuk mengoptimalkan sekresi growth hormone dan perlu adanya penelitian lanjutan dengan menghubungkan faktor lain terkait pengaruh kinerja growth hormone.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Jurusan Ilmu Keolahragaan (IK) > S1 Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 23 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/99417

Actions (login required)

View Item View Item