Pengaruh olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik terhadap disfungsi ereksi dengan indikator kadar testosteron pada tikus wistar diabetes mellitus / Akhmad Sifaul Anam

Anam, Akhmad Sifaul (2018) Pengaruh olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik terhadap disfungsi ereksi dengan indikator kadar testosteron pada tikus wistar diabetes mellitus / Akhmad Sifaul Anam. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

iv ABSTRAK Anam Akhmad Sifaul 2017. Pengaruh Olahraga Moderat dengan Mendengarkan Musik Klasik terhadap Disfungsi Ereksi dengan Indikator Kadar Testosteron pada Tikus Wistar Penderita Diabetes Mellitus. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugiharto, M.S (II) dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes. Kata Kunci: Olahraga Moderat, Musik, Diabetes Mellitus, Testosteron. Prevalensi penderita diabetes mengalami peningakatan setiap tahun, bahkan tahun 2015 prevalensi diabetes mellitus mencapai 9,1 juta orang. Diabetes Mellitus (DM) disebabkan oleh tingginya konsumsi glukosa yang menyebabkan penumpukan kadar glukosa dalam sel sehingga dapat menimbulkan berbagai macam keluhan medis, psikologis dan seksual. Untuk menurunkan kadar glukosa pada penderita diabetes mellitus maka diperlukan usaha gerak tubuh guna membakar penumpukan glukosa dalam sel yang menumpuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik terhadap disfungsi ereksi pada tikus wistar. Sampel yang digunakan adalah tikus putih dengan jenis rattus norvegicus strain wistar kelamin jantan. Metode penelitian ini menggunakan Random Contol Group Posttest-Only Design, yang digunakan untuk membandingkan masing-masing kelompok perlakuan sedangan untuk mengetahui kadar testosterone pada tikus sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan metode Elisa Protein sehingga mampu diketahui perbedaan kadar testosterone setelah perlakuan. Untuk analisis data dari masingmasing kelompok perlakuan penelitian ini menggunakan Uji Anova. Berdasarakan hasil uji Anova diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (olahraga dengan mendengarkan musik klasik, olahraga moderat tanpa musik dan mendengarkan musik) serta kelompok kontrol sig. 0.001 atau (P > 0.01).sedangkan kelompok kontrol dengan kelompok mendengarkan musik klasik perbedaan kurang signifikan (Sig. P < 0.01). Pada hasil olahraga moderat dan kelompok kontrol adalah (Sig. 0.879 atau (P < 0.01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga moderat dengan mendengarkan musik klasik, olahraga moderat dan mendengarkan musik klasik mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan kadar testosterone. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, olahraga dengan menggunakan musik sangat baik dalam meningkatkan kadar testosteron.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Jurusan Ilmu Keolahragaan (IK) > S1 Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/99387

Actions (login required)

View Item View Item