Perbedaan pengaruh latihan squat jump dengan standing jump terhadap tinggi loncatan pemain bolavoli putra FIP Universitas Negeri Malang / Wahyu Fajar Arifin

Arifin, Wahyu Fajar (2018) Perbedaan pengaruh latihan squat jump dengan standing jump terhadap tinggi loncatan pemain bolavoli putra FIP Universitas Negeri Malang / Wahyu Fajar Arifin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Arifin, Wahyu, Fajar. 2017. Perbedaan Pengaruh Latihan Squat Jump dengan Standing Jump Terhadap Tinggi Loncatan Pemain Bolavoli Putra FIP Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes., (II) Dr. Mahmud Yunus, M.Kes. Kata kunci: latihan squat jump dan standing jump, tinggi loncatan, bolavoli Permainan bolavoli adalah olahraga yang terdiri dari dua regu dalam setiap permainannya, dengan menggunakan bola yang dipukul melewati bagian atas net dan mengarahkannya ke daerah lawan. Hasil observasi yang didapatkan oleh peneliti dalam bentuk wawancara pada pemain bolavoli putra Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, diperoleh hasil bahwa kurangnya teori dalam menerapkan model latihan untuk meningkatkan tinggi loncatan. Dalam permainan bolavoli tinggi loncatan merupakan faktor penting saat melakukan smash. Model latihan yang diterapkan untuk meningkatkan tinggi loncatan yaitu squat jump dan standing jump. Latihan squat jump dan standing jump sangat sesuai dengan kondisi pemain bolavoli putra FIP Universitas Negeri Malang. Dapat dilihat dari umur yang berada pada fase remaja akhir dan belum masuk dalam kategori atlet. Jadi intensitas latihan yang diberikan harus sesuai dengan kondisi pemain dan model latihannya yaitu intensitas sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan squat jump dan standing jump sebagai peningkatan loncatan dan latihan yang lebih efektif di antara keduanya. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan pretest-posttest design dengan pemilihan kelompok menggunakan ordinal pairing matching dan melibatkan 20 pemain bolavoli putra FIP Universitas Negeri Malang sebagai sampel. Ordinal pairing matching merupakan pembagian dua kelompok yaitu kelompok 1 dan 2 dengan mengurutkan dari nilai tertinggi ke nilai terkecil. Contohnya seperti nilai tertinggi pertama di kelompok 1, nilai tertinggi kedua di kelompok 2, nilai tertinggi ketiga tetap di kelompok 2 dan seterusnya. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan hasil sebagai berikut. Ada pengaruh latihan squat jump terhadap tinggi loncatan pemain bolavoli putra FIP Universitas Negeri Malang (thitung sebesar 11,784 > ttabel = 1,795) dan untuk latihan standing jump juga ada pengaruh yaitu, (thitung sebesar 6,862 > ttabel = 1,795). Hasil rata-rata posttest dari kedua perlakuan lebih baik dari hasil hasil pretest yaitu, (mean = 57,10) dan (mean = 54,70). Dari kedua hasil rata-rata tersebut, latihan squat jump lebih baik dari pada latihan standing jump. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, latihan squat jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi loncatan, latihan standing jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi loncatan, dan latihan squat jump lebih efektif untuk meningkatkan tinggi loncatan. Dari hasil penelitian ini penulis menyarankan pelatih bolavoli diharapkan dapat menerapkan model latihan squat jump dan standing jump untuk meningkatkan tinggi loncatan dan pelatih lebih kreatif untuk menciptakan variasi model latihan lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Jurusan Ilmu Keolahragaan (IK) > S1 Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/99377

Actions (login required)

View Item View Item