Analisis pengaruh variasi gerak makan dan kedalaman potong proses bubut baja St 60 terhadap keausan pahat HSS menggunakan campuran oli dan grafit pada mist cooling / Vijjay Valluvi

Valluvi, Vijjay (2020) Analisis pengaruh variasi gerak makan dan kedalaman potong proses bubut baja St 60 terhadap keausan pahat HSS menggunakan campuran oli dan grafit pada mist cooling / Vijjay Valluvi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Valluvi, Vijjay. 2019. Analisis Pengaruh Variasi Gerak Makan dan Kedalaman Potong Proses Bubut Baja St 60 terhadap Keausan Pahat HSS Menggunakan Campuran Oli dan Grafit pada Mist Cooling. Skripsi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aminnudin, S.T., M.T., (II) Yanuar Rohmat A.P, S.T., M.Sc. Kata Kunci: Proses Bubut, Mist Cooling, Gerak Makan, Kedalaman Potong, Keausan Pahat. Sejalan dengan meningkatnya industri manufaktur maka permintaan hasil produksi juga ikut meningkat. Salah satu cara untuk menghasilkan produk dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat yaitu dengan proses pemesinan. Penggunaan mesin konvensional seperti mesin bubut masih sangat mendukung dalam pembuatan suatu produk yang memiliki bentuk sederhana. Pada proses pembubutan, ketelitian dari suatu produk serta kecepatan proses menjadi sangat penting untuk menentukan aspek ekonomi. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketelitian dari suatu produk yaitu tingkat keausan pahat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keausan pahat HSS pada proses pembubutan baja St 60 menggunakan campuran oli dan grafit sebagai mist cooling dengan variasi gerak makan (0,1; 0,15; dan 0,2 mm/rev) dan kedalaman potong (0,25; 0,5; dan 0,75 mm). Penelitian ini dilakukan dengan proses pembubutan rata atau silindris pada spindle speed 270 rpm, kadar grafit 3% dari berat 100 ml oli, dan tekanan nozzle 3 bar. Pahat hasil penelitian akan di uji menggunakan Digital Microscope: Dino-lite AM3111T pada sisi flank untuk mengetahui tingkat keausan pahat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan keausan pahat dari variasi gerak makan dan kedalaman potong. Tingkat keausan pahat meningkat sejalan dengan naiknya parameter pemesinan yang digunakan. Hal ini terjadi karena semakin besar kedalaman potong maka bidang geser yang terjadi akan semakin besar dan membuat ukuran chip lebih tebal dengan begitu gaya yang bekerja semakin besar dan gesekan yang terjadi semakin besar, sementara itu jika gerak makan semakin besar akan menyebabkan proses penyayatan semakin berat. Hasil dari pengujian tingkat keausan pahat terendah didapatkan pada gerak makan 0,1 mm/rev dan kedalaman potong 0,25 mm dengan nilai keausan 0,0667 mm, sedangkan tingkat keausan tertinggi didapatkan pada gerak makan 0,2 mm/rev dan kedalaman potong 0,75 mm dengan nilai keausan 0,1503 mm.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/98860

Actions (login required)

View Item View Item