Analisis pengaruh kecepatan putaran dan tekanan minyak pada mist cooling proses frais (milling) baja ST 60 terhadap kekasaran permukaan / Mahfud Ihsan

Ihsan, Mahfud (2019) Analisis pengaruh kecepatan putaran dan tekanan minyak pada mist cooling proses frais (milling) baja ST 60 terhadap kekasaran permukaan / Mahfud Ihsan. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ihsan, Mahfud. 2019. Analisis Pengaruh Kecepatan Putaran dan Tekanan Minyak pada Mist Cooling Proses Frais (Milling) Baja St 60 terhadap Kekasaran Permukaan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Aminnudin S.T., M.T., (2) Yanuar Rohmat Aji Pradana S.T., M.Sc. Kata Kunci: Proses Frais, Mist Cooling, Kecepatan Putaran, Kekasaran Permukaan. Salah satu proses pemesinan konvensional yang banyak digunakan adalah proses frais karena proses pemotongan yang bisa dikerjakan menggunakan mesin ini lebih beragam. Gesekan yang terjadi antara pahat dan benda kerja dapat menghasilkan panas pada daerah pemotongan yang tidak menguntungkan, sehingga diperlukan suatu pendinginan selama proses pemotongan. Salah satu metode pendinginan yang potensial diterapkan selama proses pemotongan logam adalah mist cooling karena proses ini hanya membutuhkan jumlah pendinginan yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dari baja St60 hasil proses frais menggunakan variasi putaran spindel (360, 490 dan 720 rpm) dan tekanan pada mist cooling (0,5; 1,5 dan 2,5 bar). Metode penelitian ini yaitu dengan cara eksperimen. Proses frais yang dilakukan menggunakan kecepatan pemakanan 75 mm/min dan menggunakan metode up milling. Permukaan hasil pemotongan diuji dengan menggunakan surface roughness tester pada 3 titik untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan rata-rata aritmatik (Ra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kekasaran permukaan terjadi seiring dengan meningkatnya tekanan mist cooling, akan tetapi menurun ketika tekanan mencapai 2,5 bar. Selain itu, semakin tinggi kecepatan putaran maka kekasaran permukaan benda kerja yang dihasilkan semakin rendah. Hal ini terjadi dikarenakan dengan meningkatkan tekanan di bawah 2,5 bar, penyemprotan yang terjadi kurang optimal dalam mendinginkan daerah pemotongan. Akan tetapi, seiring dengan kenaikan tekanan lebih lanjut penyemprotan yang diberikan ke daerah pemotongan akan lebih maksimal karena kemampuan minyak untuk memasuki daerah pemotongan lebih tinggi. Nilai Ra rata-rata yang paling tinggi dihasilkan pada putaran spindel 360 rpm dengan tekanan mist cooling 1,5 bar yaitu dengan sebesar 2,65 µm. Sedangkan nilai Ra rata-rata paling rendah didapatkan pada putaran spindel 720 rpm dengan tekanan mist cooling 2,5 bar yaitu sebesar 1,29 µm.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/98836

Actions (login required)

View Item View Item