Telaah penentuan harga pokok tebu (study kasus pada petani tebu Blitar) / Evy Ratna Pertiwi

Pertiwi, Evy Ratna (2019) Telaah penentuan harga pokok tebu (study kasus pada petani tebu Blitar) / Evy Ratna Pertiwi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Pertiwi, Evy Ratna. 2019. Telaah Penentuan Harga Pokok Tebu (Studi Kasus pada Petani Tebu di Blitar). Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Helianti Utami, S.E., M.Si., Ak., Ph.D., CA. Kata Kunci: harga pokok, penjualan tebu, pertukaran sosial Pemerintah menetapkan kebijakan harga acuan gula untuk pembelian gula petani dan penjualan gula pada konsumen melalui Menteri Perdagangan. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga gula di Indonesia. Harga acuan tersebut menurut petani tebu merugikan karena masih dibawah biaya pokok produksi. Sedangkan, pendapatan petani tebu ditentukan oleh harga gula tersebut. Oleh karena itu, untuk mencegah dan meminimalisir kerugian diperlukan penentuan harga pokok. Penentuan harga pokok dalam usahatani tebu ini dapat digunakan sebagai perencanaan dan pengendalian biaya. Serta, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan harga jual tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penentuan harga pokok tebu dengan mempertimbangkan metode penjualan tebu yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dalam memahami hubungan pertukaran yang terjadi pada petani tebu dalam melakukan usahatani tebu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus untuk memahami dan menggali informasi yang lebih mendalam mengenai penentuan harga pokok tebu. Penelitian dilakukan di Blitar dengan wawancara semi-terstruktur. Informan dalam penelitian ini terdiri dari petani tebu, pedagang tebu, Kepala KPTR Tebu Agung dan Staf bagian perkebunan Dinas Pertanian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani tebu melakukan penjualan tebu dengan metode penjualan kuintalan atau borongan. Penentuan harga pokok tebu mempertimbangkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam usahatani tebu dan perkiraan produksi tebu. Sedangkan pada penjualan tebu borongan, petani tebu tidak mempertimbangkan biaya tebang dan angkut. Hal ini dikarenakan, biaya tersebut ditanggung oleh pedagang yang membeli tebu petani. Berdasarkan hasil tersebut, harga pokok tebu per-kuintal yang dihasilkan pada penjualan tebu borongan akan lebih kecil daripada harga pokok pada penjualan tebu kuintalan. Perhitungan harga pokok tebu tersebut mencerminkan bentuk pertukaran sosial yang dilakukan oleh petani tebu dengan pekerja (tenaga kerja) dan petani tebu dengan pedagang tebu dalam transaksi penjualan tebu secara langsung. Penentuan harga pokok tersebut dapat digunakan oleh petani tebu sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan usahatani tebu pada lahan sewa ataupun lahan milik pribadi. Penelitian ini mengalami kesulitan dalam menggali informasi terkait bagaimana harga tebu terbentuk di pasar, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali informasi tersebut dengan menambah informan dari pabrik gula (PG).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Akuntansi (AKU) > S1 Akuntansi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/98711

Actions (login required)

View Item View Item