Efektivitas ekstrak etanol wedusan (Ageratum conyzoides L.) terhadap mortalitas kutu putih (Bemisia tabaci Genn.) / Elvi Nuraini

Nuraini, Elvi (2019) Efektivitas ekstrak etanol wedusan (Ageratum conyzoides L.) terhadap mortalitas kutu putih (Bemisia tabaci Genn.) / Elvi Nuraini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Nuraini, E. 2019. Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Mortalitas K`utu Putih (Bemisia tabaci Genn.). Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata kunci: efektivitas, mortalitas, Ageratum conyzoides L., Bemisia tabaci Genn. Bemisia tabaci Genn. merupakan salah satu jenis hama utama yang menyerang tanaman sayuran di Indonesia. Bemisia tabaci Genn. menyebabkan kerusakan pada tanaman sayuran secara langsung dan tidak langsung. Kerusakan secara langsung pada tanaman ditandai dengan gejala adanya bintik klorotik pada daun tanaman. Bintik klorotik diakibatkan oleh aktivitas makan Bemisia tabaci Genn. dengan menghisap daun tanaman cabai merah menggunakan alat hisap (stilet). Bintik-bintik tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah klorofil pada daun dan mengakibatkan tanaman inang mengalami klorosis, mudah mengering, gugur sebelum waktunya dan akhirnya tanaman mati. Kerusakan secara tidak langsung ditandai dengan terbentuknya noda hitam pada permukaan daun, akibat akumulasi embun madu atau sekret yang dihasilkan oleh Bemisia tabaci Genn. Embun madu yang dihasilkan akan menjadi media tumbuh kapang embun jelaga (Cladosporium spp. dan Alternaria spp). dan menyebabkan berkurangnya efisiensi fotosintesis karena menghalangi cahaya yang akan masuk ke daun. Pengendalian yang dilakukan terhadap serangan Bemisia tabaci Genn. hingga saat ini masih bertumpu pada penggunaan insektisida sintetis seperti Imidacloprid, Thiamethoxam, pyriproxyfen, Buprofezin, Pyridaben dan Pymetrozin. Residu yang dihasilkan oleh insektisida sintetis akan berdampak pada kesehatan manusia, Selain itu dapat menimbulkan resistensi, resurjensi hama, dan yang lebih penting lagi dapat menyebabkan kematian musuh alami Bemisia tabaci Genn. dan kematian organisme yang menguntungkan. Usaha untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan insektisida sintetis, perlu dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati. Insektisida nabati berasal dari senyawa metabolit sekunder suatu tanaman salah satunya adalah Ageratum conyzoides L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak Ageratum conyzoides L. terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. dan mengetahui konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. yang paling efektif terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan percobaan RAK dengan 6 perlakuan (konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%) dan 5 kali ulangan. Tahapan dalam mengerjakan penelitian ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu persiapan nimfa Bemisia tabaci Genn., pembuatan ekstrak Ageratum conyzoides L. dan pengujian ekstak Ageratum conyzoides L. terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. Pengujian ekstrak Ageratum conyzoides L. dilakukan secara kontak langsung dengan cara menyemprotkan cairan ekstrak dengan variasi konsentrasi yang telah dibuat secara langsung ke tubuh nimfa Bemisia tabaci Genn. Selanjutnya, akan diperoleh data dan dianalisis menggunakan uji Anava tunggal dan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh ekstrak Ageratum conyzoides L. terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn., akibat adanya kandungan senyawa bioaktif yang bersifat toksik seperti, alkaloid, precocene, saponin, flavanoid, polifenol, dan minyak atsiri yang akan masuk melalui lapisan kutikula dan masuk kedalam tubuh untuk menghambat pertumbuhan dan kegagalan metamorfosis bahkan kematian nimfa Bemisia tabaci Genn. Konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. yang paling berpengaruh terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. adalah 10%(b/v) yang menyebabkan kematian sebesar 94%, akan tetapi konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. paling efektif adalah 4,06%(b/v) karena konsentrasi tersebut memenuhi kriteria dapat menyebabkan mortalitas sebanyak 50%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/95247

Actions (login required)

View Item View Item