Kontaminasi telur cacing Soil-Tramsmitted Helmints (STH) pada sayuran selada (Lactura sativa) di pasar tradisional Kota Malang / Randa Ersapta

Ersapta, Randa (2019) Kontaminasi telur cacing Soil-Tramsmitted Helmints (STH) pada sayuran selada (Lactura sativa) di pasar tradisional Kota Malang / Randa Ersapta. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ersapta, Randa. 2019. Kontaminasi Telur Cacing Soil-Transmitted Helmints (STH) Pada Sayuran Selada (Lactuca sativa) di Pasar Tradisional Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si, (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D Kata Kunci: Telur cacing STH, Sayuran selada, Pasar tradisional Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan salah satu infeksi yang paling umum terjadi di dunia. STH adalah infeksi cacing parasit usus dari golongan nematoda yang ditularkan melalui tanah. Penyebaran cacing STH dapat disebarkan melalui telur yang ditransmisikan melalui agen sayuran. Memakan sayuran mentah dapat meningkatkan terjadinya infeksi parasit. Penduduk Indonesia sering memanfaatkan sayur dalam bentuk lalapan segar maupun dicampur dalam makanan lain. Selada merupakan sayur lalapan mentah yang banyak digemari masyarakat sebagai sumber vitamin dan mineral. Selain sebagai sayuran konsumsi rumah tangga, selada juga banyak digunakan untuk pelengkap beberapa menu dirumah makan dan makanan cepat saji. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan maka permintaan konsumen terhadap selada semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis telur cacing Soil Transmitted Helmints (STH) dan angka kontaminasi telur cacing Soil-Transmitted Helmints (STH) pada sayuran selada (Lactuca sativa) di pasar tradisional Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan sampel yang didapatkan dari 5 pasar tradisional kota Malang yaitu Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, Pasar Sukun dan Pasar Kebalen. Teknik yang digunakan dalam pemeriksaan telur cacing STH pada sayuran selada yaitu metode sedimentasi. Hasil penelitian ini yaitu jenis telur cacing STH yang ditemukan pada sayuran selada di pasar tradisional Kota Malang adalah telur cacing Ascaris lumbricoides dan cacing tambang. Telur Ascaris lumbricoides yang ditemukan terdiri dari tiga macam bentuk yaitu, bentuk normal, dekortifikasi dan tidak dibuahi. Angka kontaminasi telur cacing STH pada sayuran selada di pasar tradisional Kota Malang paling tinggi pada telur cacing Ascaris lumbricoides sebesar 82,5% dan telur cacing Tambang sebesar 17,5%. Teknik pencucian dengan merendam sayuran, tidak mengupas lembaran daun yang kotor, penggunaan pupuk kandang dalam pembudidayaan sayuran selada merupakan penyebab sayuran selada terkontaminasi telur cacing Soil-Transmitted Helmints (STH). SUMMARY Ersapta, Randa. 2019. Contamination of Soil-Transmitted Helmints (STH) Worms in Lettuce Vegetables (Lactuca sativa) in the Traditional Market of Malang City. Bachelor thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Malang State University. Adviser: (1) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si, (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D Keywords: STH worm eggs, Lettuce vegetables, Traditional markets Soil Transmitted Helminths (STH) is one of the most common infections in the world. STH is an intestinal parasitic worm infection from a class of nematodes that is transmitted through the soil. The spread of STH worms can be spread through eggs transmitted through vegetable agents. Eating raw vegetables can increase the occurrence of parasitic infections. Indonesian peoples often use vegetables in the form of fresh vegetables or mixed in other foods. Lettuce is a raw vegetable that is popular with many people as a source of vitamins and minerals. Aside from being a vegetable for household consumption, lettuce is also widely used to complement a number of menu meals at home and fast food. Along with the increase in population and public awareness of health, consumer demand for lettuce is increasing. The purpose of this study was to determine the types of Soil transmitted Helmints (STH) worms and the numbers of contamination of Soil-Transmitted Helmints (STH) worms in lettuce (Lactuca sativa) in the traditional market of Malang City. This research is an explorative descriptive study using samples obtained from 5 traditional markets in Malang, namely Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, Pasar Sukun and Pasar Kebalen. The technique used in the examination of STH worm eggs in lettuce is the sedimentation method. The results of this study are the types of STH worm eggs found in lettuce in the traditional market of Malang City are worm eggs Ascaris lumbricoides and hookworms. The eggs of Ascaris lumbricoides were found to consist of three forms, namely, normal form, decortification and not fertilized. The rate of STH worm egg contamination in lettuce in the traditional market of Malang City is highest in Ascaris lumbricoides worm eggs at 82.5% and hookworm eggs by 17,5%. Washing techniques by soaking vegetables, not peeling dirty leaf sheets, using manure in lettuce vegetable cultivation is the cause of vegetables lettuce contaminated with worm eggs Soil-Transmitted Helmints (STH).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/95242

Actions (login required)

View Item View Item