Toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan ulat krop (Crocidolomia binotalis Zell.) / Yusliha Fitria Firdaus

Firdaus, Yusliha Fitria (2019) Toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan ulat krop (Crocidolomia binotalis Zell.) / Yusliha Fitria Firdaus. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Firdaus, Yusliha Fitria. 2019. Toksisitas Asap Cair Tembakau terhadap Mortalitas, Pertumbuhan dan Perkembangan Ulat Krop (Crocidolomia binotalis Zell.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Heri Prabowo, M.Sc. Kata Kunci:Toksisitas, asap cair tembakau, Crosidolomia binotalis Zell. Penggunaan insektisida sintetis yang tidak bijaksana akan menimbulkan dampak negatif baik secara ekonomi, kesehatan maupun ekologi. Upaya penanggulangan serangan serangga hama yang lebih ramah lingkungan saat ini sangat diperlukan. Penggunaan insektisida nabati merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh para petani. Asap cair tembakau merupakan salah satu pestisida nabati yang berpotensi menanggulangi serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan salah satu hama tanaman Brassicaceae, yaitu ulat krop (Crocidolomia binotalis Zell.). Hal tersebut ditinjau dari kandungan senyawa aktif asap cair tembakau, yaitu asam asetat dan nikotin. Asam asetat dapat merusak permeabilitas kutikula serangga dan nikotin bekerja sebagai racun syaraf yang menyebabkan kejang pada serangga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan menyemprotkan asap cair tembakau sesuai konsentrasi yang telah ditentukan ke lembaran daun pak choy, kemudian diberikan sebagai pakan untuk larva instar II, setelah itu diamati efek toksisitasnya. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap uji, yaitu uji pendahuluan, uji pemantapan dan uji efek lanjutan. Uji pendahuluan menggunakan 7 perlakuan, yaitu konsentrasi 0%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Semua perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil uji ini kemudian dianalisis untuk menentukan Lethal Concentration (LC) yang akan digunakan dalam uji pemantapan. Uji selanjutnya yaitu uji pemantapan. Uji ini dilakukan untuk mengamati toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas larva. Uji ini menggunakan 7 perlakuan berupa Lethal Concentration (LC), yaitu konsentrasi 0% sebagai kontrol, 3%, 6%, 12%, 16%, 26% dan 74%. Semua Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Uji terakhir yaitu uji efek lanjutan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas asap cair tembakau terhadap pertumbuhan dan perkembangan ulat krop yang diamati melalui data berat larva, berat pupa, persentase keberhasilan larva menjadi pupa, dan persentase keberhasilan pupa menjadi imago. Uji ini menggunakan 7 perlakuan berupa dosis subletal, yaitu 0% sebagai kontrol, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, dan 18%. Hasil uji pemantapan dan uji efek lanjutan kemudian dianalisis menggunakan analisis varian, apabila terdapat pengaruh nyata, maka analisis dilanjutkan menggunakan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tembakau berpengaruh terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia bionotalis Zell.). Semakin tinggi konsentrasi asap cair tembakau, maka semakin tinggi pula persentase mortalitas ulat krop. Hal tersebut disebabkan karena adanya kandungan senyawa asam asetat yang dapat merusak kutikula serangga dan senyawa nikotin yang mengganggu sistem saraf serangga. Konsentrasi asap cair tembakau yang paling efektif menyebabkan mortalitas ulat krop adalah konsentrasi 12%, karena konsentrasi tersebut merupakan konsentrasi terendah yang mampu menyebabkan mortalitas lebih dari 50%, yaitu mencapai 75,33%. Asap cair tembakau tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ulat krop. Hal tersebut dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa berat larva, berat pupa, persentase keberhasilan larva menjadi pupa, dan persentase keberhasilan pupa menjadi imago yang tidak berbeda nyata antara perlakuan kontrol dan perlakuan yang lain. Konsentrasi asap cair tembakau yang berbeda tidak menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pada ulat krop, sehingga tidak terdapat konsentrasi tertentu yang efektif menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan ulat krop.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/95230

Actions (login required)

View Item View Item