Pengaruh pemberian noretisteron terhadap ketebalan endometrium dan miometrium mencit (Mus musculus) galur balb/C / Linda Puspitasari

Puspitasari, Linda (2019) Pengaruh pemberian noretisteron terhadap ketebalan endometrium dan miometrium mencit (Mus musculus) galur balb/C / Linda Puspitasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Puspitasari, Linda. 2019. Pengaruh Pemberian Noretisteron terhadap Ketebalan Endometrium dan Miometrium Mencit (Mus musculus) Galur Balb/C. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (I) Dra. Amy Tenzer, M.S., (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Noretisteron, Endometrium, Miometrium. Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi sebulan sekali pada wanita usia produktif. Jamaah haji wanita mengalami kendala akibat adanya menstruasi, sehingga menggunakan noretisteron untuk menunda siklus menstrua-si. Noretisteron merupakan hormon progestin sintetis yang memberikan respon umpan balik negatif yaitu menghambat aktivitas hipotalamus, sehingga pelepasan GnRH menurun. Akibatnya pelepasan hormon LH dan FSH menurun, kadar LH dan FSH menurun, folikel tidak berkembang, dan ovulasi tidak terjadi. Noretiste-ron menginduksi proliferasi sel-sel stroma endometrium yang mengakibatkan en-dometrium menjadi tebal dan tidak terjadi menstruasi. Studi pendahuluan pada mencit menunjukkan hasil bahwa noretisteron dengan 5 kali dosis setara manusia (3,25 mg/Kg BB) dapat menunda siklus estrus dan menghambat ovulasi, namun pengaruhnya terhadap organ reproduksi belum diketahui, sehingga dilakukan pe-nelitian mengenai pengaruh pemberian noretisteron terhadap ketebalan endome-trium dan miometrium mencit. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu 1 kelompok kontrol yang digavage dengan NaCl 0,9% dan 4 kelompok perlakuan (P1-P4) yang secara berurutan diberi perlakuan noretisteron dengan dosis 0,65 mg/Kg BB; 3,25 mg/Kg BB; 3,9 mg/Kg BB; dan 4,55 mg/Kg BB. Pengamatan lavage vagina dilakukan sebelum perlakuan untuk menetapkan awal pemberian perlakuan dan dilakukan sebelum pembedahan untuk mengetahui keberhasilan penundaan siklus estrus. Data ketebalan endometrium dan miometrium masing-masing diuji meng-gunakan anava univariat dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui dosis mana yang mulai berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian noretisteron berpengaruh terhadap ketebalan endometrium dan miometrium mencit. Dosis noretisteron yang mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan endometrium adalah 3,25 mg/Kg BB, sedangkan dosis yang mulai meningkatkan ketebalan miometrium adalah 3,9 mg/Kg BB, namun peningkatan dosis tidak meningkatkan ketebalan endometrium dan miometrium secara signifikan. Noretisteron berpengaruh meningkatkan kete-balan endometrium dengan cara merangsang sintesis sekret kelenjar dan mening-katkan proliferasi stroma endometrium. Peningkatan ketebalan miometrium terja-di karena adanya perbesaran sel-sel miometrium yang diinduksi oleh noretisteron. Peningkatan dosis noretisteron tidak meningkatkan ketebalan endometrium dan miometrium secara signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa noretisteron dosis 3,25 mg/Kg BB mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan endometrium dan noretisteron dosis 3,9 mg/Kg BB mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan miometrium.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/95229

Actions (login required)

View Item View Item