Pengaruh ekstrak tempe kedelai hitam (Glicine soju (L.)) dan ubi jalar ungu (Ipomea batatas (L.)) terhadap kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) tikus jantan (Rattus norvegicus) galur wistar model diabetes mellitus tipe 2 / Clara Kartika Aprilia Pratiwi

Pratiwi, Clara Kartika Aprilia (2019) Pengaruh ekstrak tempe kedelai hitam (Glicine soju (L.)) dan ubi jalar ungu (Ipomea batatas (L.)) terhadap kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) tikus jantan (Rattus norvegicus) galur wistar model diabetes mellitus tipe 2 / Clara Kartika Aprilia Pratiwi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pratiwi, Clara Kartika Aprilia. 2019. Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas (L.)) Terhadap Kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si., (II) AgungWitjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci : esktrak tempe kedelai hitam, ekstrak ubi jalar ungu, kadar SGOT, DM Tipe 2 DM Tipe 2 diakibatkan oleh resisten insulin. Resisten insulin mayoritas ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan obesitas. Obesitas disebabkan makanan tinggi lemak dan menyebabkan efek samping yaitu perlemakan hati. Perlemakan hati akan menyebabkan metabolit toksik lipid meningkat sehingga menyebabkan disfungsi mitokondria hepar dan resisten insulin. Disfungsi mitokondria hepar mengakibatkan fibrosis, sirosis, dan enzim SGOT akan dilepaskan ke aliran darah yang mengakibatkan SGOT dalam darah meningkat. Tingginya SGOT merupakan komplikasi dari DM Tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu terhadapkadar SGOT.Tikus dibuat DM Tipe 2 dengan pemberian pakan High Fat Diet (HFD), minuman sukrosa 10%, dan injeksi Streptozotocin (STZ) secara intraperitonial. Penelitian dilakukan sebanyak 8 kelompok perlakuan dan 3 ulangan selama 30 hari. Pembedahan dilakukan untuk mengambil sampel darah. Darah disentrifuge untuk mendapatkan serum darah. Serum dicampur dengan reagen SGOT dan diukur absorbansinya menggunakan metode spektrofotometri. Serum darah dianalisis di Laboratorium Sentral Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk mengetahui kadar SGOT. Hasil penelitian setelah dianalisis ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu berpengaruh menurunkan kadar SGOT tikus galur wistar model diabetes mellitus tipe 2.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/95222

Actions (login required)

View Item View Item