Sintesis zeolit berbasis pasir pantai / Ririn Cahyanti

Cahyanti, Ririn (2019) Sintesis zeolit berbasis pasir pantai / Ririn Cahyanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

SINTESIS ZEOLIT X BERBASIS PASIR PANTAI Ririn Cahyanti1), Sumari1) dan Yahmin1) 1)Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang Ririncahyanti98@gmail.com;sumari.fmipa@um.ac.id; yahmin.fmipa@um.ac.id Abstrak: Penelitian ini mensistesis zeolit-X dari pasir pantai. Tahapan penelitian: pemurnian silika dari pasir pantai dengan metode leaching dan sol-gel, sintesis zeolit-X dan Karakterisasi zeolit menggunakan XRD, FT-IR, XRF,SEM, dan BET. Hasil penelitian menunjukkan difraktogram milik zeolit-X, rasio perbandingan molar SiO2/Al2O3 sebesar 2,94 (Na-X) dan 3,14 (H-X). terbentuk gugus fungsi khasnya zeolit dan terbentuk vibrasi ulur dan tekuk yang menunjukkan kerangka zeolit-X terbentuk, luas permukaan zeolit Na-X 14,229m2/g dan H-X 25,147m2/g dan zeolit-X berbentuk oktahedral yang teraglomerasi. Kata Kunci: Pasir pantai, metode hidrotermal, zeolit Na-X dan H-X. Zeolit merupakan mineral kristal alumina silika tetrahidrat berpori yang mempunyai struktur tetrahedral dari [SiO4]4- dan [AlO4]5- yang saling terhubungkan oleh atom-atom oksigen membentuk kerangka tiga dimensi dengan mengandung kanal-kanal dan rongga-rongga, dimana didalam rongga tersebut terisi oleh ion-ion logam alkali atau alkali tanah dan molekul air yang dapat bergerak bebas. Zeolit apabila ditinjau dari peroses pembentukaanya dibedakan menjadi dua jenis yaitu zeolit alam dan zeolit sintesis. Zeolit alam memiliki beberapa kelemahan, diantaranya mengandung banyak pengotor-pengotor ion logam Na, K, Ca, Mg dan Fe serta kristalinitasnya kurang baik. Keberadaan pengotor-pengotor tersebut dapat mengurangi aktifitas dari zeolit yang digunakan sebagai penyaring, penukar ion, adsorben dan katalis (Lestari, 2010), sehingga perlu dilakukan sintesis zeolit karena zeolit sintetis memiliki kelebihan dibandingkan dengan zeolit alam yaitu ukuran partikel yang seragam.diinginkan (Sugiarti dkk., 2017). Zeolit banyak dimanfaatkan dibidang industri sebagai adsorpsi,pemurnian dan katalis adalah zeolit X. Zeolit X memiliki diameter pori yang cukup lebar sehingga dimanfaatkan untuk pemurnian dan pemisahan gas dan kapasitas pertukaran yang tinggi pada zeolit X memungkinkan untuk adsorpsi kation logam berat dan radionuklida (Ozdemir and Sabriye, 2013). Zeolit X merupakan zeolit sintetis jenis faujasite (FAU) yang memiliki rumus kimia Na58[Al58Si134O384].240H2O (Wahyudi dkk., 2015). Rasio perbandingan molar SiO2/Al2O3 zeolit X sebesar 2-3 (Htun dkk., 2012). Pada umumnya sebelum dapat dimanfaatkan, zeolit dilakukan pengubahan bentuk dari Na-zeolit menjadi H-zeolit agar zeolit mudah disubstitusi oleh logam dan memiliki situs asam (Estiaty, 2010). Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan sintesis zeolit X dengan pengubahan zeolit Na-X menjadi H-X. Sintesis zeolit X sudah dilakukan sebelumnya dengan memanfaatkan bahan alam sebagai bahan baku sintesisnya. Aditama, (2015) memanfaatkan abu vulkanik merapi dengan kadar silika 45,70% sebagai bahan baku sintesis X. Hasil dari sintesis tersebut adalah zeolit X namun terdapat pengotor berupa zeolit A, (Aditama, 2015). Wahyudi dkk, (2015) menggunakan abu layang batu bara dengan kadar silika sebesar 46,49% sebagai bahan baku sintesis zeolit X. Hasil dari penelitian tersebut yaitu zeolit X dengan perbandingan rasio molar SiO2/Al2O3 4,28. Purnomo dkk., (2012) menggunakan limbah padat dari industri tebu yang mengandung silika sebesar 49,98% sebagai bahan baku sintesis zeolit X dan dihasilkan zeolit X murni. Ketiga penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan silika dalam bahan alam yang digunakan sebagai bahan baku sintesis zeolit, dihasilkan zeolit X sehingga dalam penelitian ini digunakan bahan alam dengan kandungan silika lebih tinggi dari kandungan silika dalam limbah padat dari industri tebu sebagai bahan baku sintesis zeolit X untuk mendapatkan zeolit X murni. Bahan alam tersebut adalah pasir pantai (Hadi dkk., 2011). Pasir pantai secara umum memiliki kandungan silika. Salah satu pasir pantai yang mengandung silika yang tinggi yaitu pantai Bancar Tuban (Hadi dkk., 2011). Silika yang terkandung dalam pasir pantai sebelum dimanfaatkan sebagai bahan baku sintesis maka harus dilakukan pemurnian terlebih dahulu. Ramadhan dkk., (2014) melalukan pemurnian silika dari pasir pantai Bancar dengan Leaching asam menggunakan HCl dihasilkan kandungan silika mengalami peningkatan menjadi 96% dan struktur kristalin pada unsur-unsur penyusunnya. Hal ini perlu dilakukan pengubahan struktur silika menjadi amorf dan peningkatan kandungan silika kembali. Pengubahan struktur kristalin menjadi amorf telah dilakukan sebelumnya, dimana silika diubah terlebih dahulu mejadi natrium silikat dengan ditambah NaOH kemudian dititrasi dengan HCl secara perlahan sehingga menghasilkan silika dengan struktur amorf (Susanti dkk., 2017). Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan digunakan metode leching asam dan pengubahan struktur kristalin silika menjadi amorf sebagai bahan baku sintesis zeolit X. Berdasarkan latar belakang tersebut tidak diragukan lagi penelitian yang berjudul “Sintesis Zeolit X Berbasir Pasir Pantai” dimana penelitian mengenai ini masih belum banyak dilakukan terutama oleh dosen dan mahasiswa kimia FMIPA UM. Metode 1. Preparasi dan karakterisasi pasir Sampel berupa pasir berasal dari pantai Bancar Tuban yang diambil dengan teknik sampling 3 titik pengambilan kemudian dicampur hingga merata dalam wadah bak besar. Pasir pantai diambil ±50 gram untuk dikeringkan dalam oven pada suhu 1000C selama 30 menit kemudian di ayak dengan ayakan ukuran 60 mesh. Pasir dikarakterisasi dengan XRF. 2. Pemurnian Silika Pasir Pantai Menggunakan Metode Leaching Asam Pasir pantai diambil 50 gram kemudian direndam dalam 250 mL HCl 2 N. Campuran diaduk dengan pengaduk magnet pada suhu pemanasan 1000C selama 2 jam dan didiamkan selama 3, 6, 12, 24, dan 48 jam. Campuran hasil pendiaman disaring untuk memperoleh residu. Residu berupa pasir dicuci dengan akuades hingga mencapai pH 7 selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 1000C selama 2 jam. Pasir hasil leaching dikarakterisasi dengan XRF dan XRD. 3. Pemurnian Silika Hasil Leaching dengan Metode Sol-Gel Metode sol-gel dilakukan dengan cara menimbang 60 gram pasir dan 80 gram NaOH kemudian dicampur di teflon yang dipanaskan di atas kompor pada 330˚C dengan pengadukan secara perlahan hingga terbentuk lelehan. Lelehan dikeringkan pada suhu 250C selama 24 jam. Lelehan kering dilarutkan dalam 400 ml air demineralisasi kemudian dilakukan penyaringan. Fitrat hasil tersebut dititrasi dengan HCl p.a secara perlahan hingga terbentuk gel (pH 0). Gel dipisahkan dari filtratnya dengan menggunakan corong Buchner dan dicuci dengan akuades hingga mencapai pH 7 untuk menghilangkan NaCl. Gel dikeringkan dalam oven pada suhu 1000C selama 12 jam hingga terbentuk padatan SiO2. Padatan dihaluskan dengan mortar dan pastel hingga terbentuk serbuk SiO2. Serbuk silika dikarakterisasi dengan XRF, XRD dan SEM. 4. Sintesis Zeolit X Sintesis zeolit X dengan rumus kimia Na58[Al58Si134O384].240H2O memiliki perbandingan komposisi mol 58 NaOH: 58 Al(OH)3: 134 SiO2. Sintesis diawali dengan menimbang sebanyak 1.9143 gram SiO2 sesuai komposisi molarnya, kemudian dilarutkan dalam 50 mL NaOH 2 M dan diaduk hingga homogen selama 30 menit menggunakan pengaduk magnet sehingga diperoleh natrium silikat. Natrium aluminat dibuat dengan menimbang sebanyak 1,6667 gram Al(OH)3 dan dilarutkan dalam 25 mL NaOH 7 M dengan cara direfluks. Larutan natrium aluminat tersebut diambil sebanyak 16,875 mL. Natrium silikat dan natrium aluminat selanjutnya dicampur dan dihomogenkan selama 30 menit dengan pengaduk magnet. Campuran yang terbentuk didiamkan selama 2 jam pada suhu kamar. Kemudian campuran dimasukkan oven suhu 1000C selama 4 jam untuk proses kristalisasi dengan metode hidrotermal. Campuran disaring dengan corong Buchner dan residu dicuci dengan akua demineralisasi sampai dihasilkan filtrat pH 7. Residu kemudian dikeringkan selama 12 jam pada suhu 1050C sehingga terbentuk zeolit Na-X. selanjutnya pengubahan Na-X menjadi H-X dengan cara: Ditimbang Na-X sebanyak 5 gram kemudian ditambahkan 50 ml NH4Cl 1M (1:10). Campuran diaduk dengan shacker selama 1 jam dengan kecepatan 150 rpm kemudian dilakukan pendiaman selama 24 jam. Campuran disaring hingga pH filtrat 7. Residu dikeringkan dalam oven pada suhu 1150C selama 2 jam kemudian dikalkinasi pada suhu 5000C selama 4 jam sehingga terbentuk zeolit H-X. Zeolit Na-X dan H-X yang dihasilka dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, FT-IR, XRF, SEM, BET. Hasil dan Pembahasan 1. Preparasi dan Karakterisasi Pasir Pasir pantai setelah dilakukan pengayakan dihasilkan tekstur yang lebih halus. Pasir pantai Bancar Tuban dikarakterisasi dengan menggunakan XRF. Hasil karakterisasi XRF ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. kandungan unsur pasir pantai Bancar Kandungan Si K Ca Ti V Cr Mn Fe Ni Cu Sr Kadar (%) 69,3 0,66 21,6 2,8 0,06 0,083 0,16 5,06 0,03 0,12 0,57 Pada Tabel 1. Menunjukkan bahwa silika yang terkandung dalam pasir pantai Bancar Bancar sebesar 69,3%. Kandungan silika tersebut sangat tinggi sehingga dapat digunakan sumber silika dalam pembuatan zeolit. 2. Pemurnian Pasir Pantai Menggunakan Metode Leaching Asam Pemurnian pasir pantai dengan metode leaching asam dihasilkan pasir berwarna agak putih, selanjutnya dikarakterisasi unsurnya dengan menggunakan XRF dan XRD. Hasil karakterisasi XRF ditunjukkan pada Tabel 2 dan XRD ditunjukkan pada Gambar 2. Tabel 2. kandungan unsur pasir pantai Bancar setelah proses Leaching Kadar (%) Kandungan Si K Ca Ti Cr Mn Fe Ni Cu 3 jam 90,4 2,15 2,35 2,52 0,047 0,11 3,51 0,038 0,095 6 jam 94,2 2,35 0,092 1,42 0,02 0,051 0,970 - 0,092 12 jam 95,1 2,53 0,98 0,53 - 0,075 0,660 0,040 0,095 24 jam 93,3 1,5 1,85 1,51 0,077 0,07 1,41 0,051 0,10 48 jam 90,4 2,24 0,96 2,76 0,060 0,088 3,20 0,02 0,095 Gambar 1. Grafik Pengaruh Waktu Perendaman Gambar 2. Difraktogram dari Pasir Hasil Leaching Pada Tabel 2 menunjukan bahwa metode leaching asam dapat meningkatkan kandungan silika dalam pasir pantai dan mampu melarutkan pengotor-pengotor oksida logam disemua variasi waktu perendaman dan berdasarkan grafik pengaruh waktu perendaman pada Gambar 1 didapatkan waktu optimum perendaman selama 12 jam dengan kemurnian Si tertinggi hal ini di sebabkan semua komponen yang ada mengalami reaksi reversible dimana lamanya waktu proses perendaman menyebabkan pengotor-pengotor akan mengendap kembali dan kandungan silikanya mengalami penurunana. Berdasarkan hasil XRD pada Gamabar 2 menghasilkan difraktogram dengan intensitas yang tajam, hal ini menunjukkan mineral yang terkandung dalam pasir pantai Bancar berbentuk kristalin. 3. Pemurnian Silika Hasil Leaching dengan Metode Sol-Gel Pemurnian silika hasil Leaching dengan metode sol-gel dihasilkan silika gel berwarna putih kemudian dikarakterisasi komposisi dengan XRF ditunjukkan pada Tabel 3, karakterisasi kristalinitas dengan menggunakan XRD ditunjukkan pada Gambar 2, dan morfologi permukaan ditunjukkan Gamabr 4. Tabel 3. Karakterisasi silika gel dengan XRF Kandungan Si Ca Ti Fe V Cr Cu Eu Kadar 98 0,86 0,54 0,22 0,01 0,063 0,089 0,23 90 92 94 96 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36 39 42 45 48 51 Kadar Si (%) Waktu Perendaman (Jam) Grafik Pengaruh Waktu Perendaman Gambar 3. Difaktogram Silika Gel Gambar 4. Morfologi Permukaan Sio2 Pada Tabel 3. Menunjukkan kemurnian silika menjadi 98%. Hal ini menunjukkan metode sol-gel dapat meningkatkan kemurnian silika dengan melarutkan pengotor-pengotor okdida lainnya. Hasil analisis XRD menghasilkan pola difraktogram dengan puncak melebar pada 2θ=20,05 - 26,350. Hal ini menunjukkan silika yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki struktur amorf. Hal ini sesuai dengan penelitian Susanti dkk., (2017) menyatakan bahwa silika dengan pola difraktogram dengan puncak melebar pada 2θ=21-270 memiliki struktur amorf. Morfologi permukaan dengan perbesaran 50.000X pada Gambar 4 menunjukkan bentuk silika yang teraglomerasi dengan permukaan yang tidak merata, terdiri dari gumpalan dan bentuk yang beragam. 4. Sintesis Zeolit X Keberhasilan sintesis zeolit X di konfirmasi dengan beberapa data dari karakterisasi kristalinitas dengan menggunakan XRD, karakterisasi gugua fungsi dengan FT-IR, karakterisasi komposisi dengan XRF, karakterisasi morfologi permukaan dengan SEM dan karakterisasi luas permukaan spesifik dengan menggunakan BET. Hasil karakterisasi XRD dan FT-IR ditunjukkan pada Gambar 5 dan Gambar 6. Gambar 5. Difraktogram (A) Zeolit Na-X dan (B) Zeolit H-X Gambar 6. Spektrum (A) Zeolit Na-X dan (B) Zeolit H-X Hasil karakterisasi komposisi ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Data XRF Zeolit X Hasil Sintesisn Kadar (%) Kandungan Al2O3 SiO2 K2O CaO TiO2 Cr2O3 Fe2O3 CuO P2O3 NiO Yb2O3 Na-X 36,2 62,7 0,25 0,52 0,053 0,044 0,20 0,042 - - - H-X 34,2 63,2 0,49 0,60 0,063 0,050 0 050 0,053 1,2 0,004 0,07 Morfologi permukaan zeolit X hasil sintesis ditunjukkan pada Gambar 7. Gambar 6. Morfologi Permukaan dengan Perbesaran 100.000X dari (A) Zeolit Na-X Hasil Sintesis Dan (B) Zeolit Na-X Hasil Sintesis Pada Gambar 5. Menunjukkan zeolit X hasil sintesis berbentuk kristalin dan pengubahan zeolit Na-X dan H-X tidak mengubah struktur kristalinitasnya dan difraktogram yang terbentuk dikorelasikan dengan difraktogram zeolit X standar dari JCPDS memiliki nilai 2θ dan d-spasing yang cocok sehingga difraktogram tersebut merupakan zeolit X namun terbentuk zeolit Y ang diakibatkan suhu oven tidak stabil dan zeolit X dan Y keduanya merupakan zeolit Faujasite. Pada Gambar 6. Menunjukkan bahwa spektra dari kedua zeolit memiliki kesamaan pola yang menunjukkan pengubahan zeolit Na-X menjadi H-X tidak mengubah struktur asli dari zeolit dan dalam intrepretasinya kedua zeolit menghasilkan gugus fungsi khas zeolit X dan vibrasi ulur dan vibrasi tekuk dimana kedua vibrasi ini menunjukkan bahwa kerangka aluminosilikat terbentuk. kerangka aluminosilikat merupakan kerangka zeolit hal ini sesuai dengan penelitian Zahro dkk., (2015) menyatakan bahwa apabila suatu zeolit sintesis terdapat vibrasi ulur dan vibrasi tekuk maka kerangka aluminosilikat telah terbentuk dimana kerangka aluminosilikat merupakan kerangka dari zeolit. Tabel 4. menunjukkan zeolit hasil sintesis mengandung SiO2 sebesar 62,7% dan Al2O3 sebesar 36,2%, sehingga perbandingan rasio molar SiO2/ Al2O3 sekitar 2,94 untuk Na-zeolit sedangkan untuk H-zeolit mengandung SiO2 sebesar 65,6% dan Al2O3 sebesar 29,4%, sehingga perbandingan rasio molar SiO2/ Al2O3 sekitar 3,14. Kedua rasio tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa zeolit X memiliki perbandingan rasio molar SiO2/ Al2O3 sebesar 2-3 (Htun dkk., 2012). Perbandingan rasio molar zeolit H-X lebih besar disbanding zeolit Na-X. Hal ini menunjukkan bahwa situs keasaman bahwa situs keasaman dari zeolit H-X lebih besar dari Na-X, hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa rasio molar Si/Al sangat berpengaruh pada sifat keasaman zeolit didalam kerangkanya (Trisunaryanti dkk., 2012). Gambar 6. Merupakan hasil analisis SEM dengan perbesaran 100.000X untuk zeolit Na-X dan H-X memperlihatkan morfologi permukaan zeolit yang teraglomerasi dan sebagian dapat dilihat bentuknya oktahedral. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya dimana zeolit X termasuk zeolit faujasite yang morfologi permukaannya berbentuk oktahedral (Ozdemir and Sabriye, 2013). A B Zeolit X hasil sintesis memiliki luas permukaan dengan menggunakan analisis menggunakan BET diperoleh luas permukaan spesifik untuk zeolit Na-X sebesar 14,229 m2/g dan H-X sebesar 25,147 m2/g. Simpulan dan Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: Metode leaching asam mampu meningkatkan kandungan silika dalam pasir pantai pantai, Proses leaching dihasilkan kemurnian silika tertinggi pada waktu perendaman 12 jam dan pasir pantai setalah dilakukan pemurnian dengan metode leaching memiliki warna agak putih, tidak berbau serta bertekstur halus; Pemurnian pasir pantai hasil leaching dengan metode sol-gel menghasilkan silika berwarna putih dan tidak berbau dan kemurniannya menjadi 98% dan berstuktur amorf; Zeolit X telah berhasil disintesis dalam 2 bentuk Na-X dan H-X dengan didukung data karakteristik kristalinitas dengan menggunakan XRD diperoleh difraktogram yang mirip antara zeolit Na-X dan H-X. Difraktogram tersebut memiliki korelasi dengan zeolit X standar dari JCPDS (Joint Committe for Power Diffraction Standart). Data karakteristik gugus fungsi dengan menggunakan FT-IR yang menghasilkan spektra dari zeolit Na-X dan H-X memiliki kesamaan pola dan terbentuk vibrasi ulur dan tekuk. kedua vibrasi tersebut yang menunjukkan kerangka aluminosilikat terbentuk dimana dimana kerangka aluminosilikat merupakan kerangka dari zeolit. Data karakteristik komponen dengan menggunakan XRF diperoleh rasio perbandingan SiO2/Al2O3 untuk zeolit Na-X sebesar 2,94 dan H-X sebesar 3,14. Hasil karakterisasi Morfologi permukaan dari zeolit Na-X dan H-X memiliki bentuk oktahedral yang teraglomerasi dengan luas permukaan spesifik Na-X 14,229 m2/g dan H-X 25,147 m2/g. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikanadalah proses kristalisasi dalam sintesis zeolit dilakukan dengan menggunakan autoclave, menggunakan oven dengan suhu yang stabil dalam proses pengeringan bahan, dan mengaplikasikan zeolit X hasil sintesis baik sebagai katalis, adsorben, atau penukar ion. Daftar Rujukan Aditama, S. N. 2015. Sintesis dan Karakterisasi Zeolit X dari Abu Vulkanik Gunung Kelud dengan Variasi Suhu Hidrotermal Menggunakan Metode Sol-Gel. Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Belaabed, R., Hakima, E., Redouane, E., Abdellah, A., Ali, L., & Ahmed, L. 2017. Zeolite Y synthesis without organic template : The effect of synthesis parameters. Journal of Materials and Environmental Sciences ISSN : 2028-2508. 8(10): 3550–3555. Bunaciu, A. A., Elena, gabriela U & Hassan Y., A.-E. 2015. X-Ray Diffraction: Instrumentation and Applications. Critical Reviews in Analytical Chemistry. 45(4): 289–299. Effendy. 2017. Molekul, Struktur, dan Sifat-sifatnya. 1-467. Estiaty, L. M. 2010. Rekayasa Mineral Zeolit Dengan Teknik Wet Impregnation Logam Inhibitor Sebagai Bahan Dasar Anti-Septik Dengan Metode Aliran Kontinyu. Jurnal Zeolit Indonesia. 9(2): 61–70. Hadi, S., Munasir & Triwikantoro. 2011. Sintesis Silika Berbasis Pasir Alam Bancar menggunakan Metode Kopresipitasi. jurnal fisika dan aplikasinya. 7(2): 7–10. Hamsi, A. 2011. Analisis Pengaruh Ukuran Butir dan Tingkat Kelembapan Pasir Terhadap Performansi Belt Conveyor pada Pabrik Pembuatan Tiang Beton. Jurnal Dinamis. 11(8): 14–20. Htun, M. M. H., Htay, M. M. & Lwin, M. Z. 2012. Preparation of Zeolite (NaX, Faujasite) from Pure Silica and Alumina Sources. International Conference on Chemical Processes and Environmental issues (ICCEEI’2012) Singapore. 15(16): 212–216. Jamaludin, A. & Darma, A. 2012. Analisis Kerusakan X-Ray Fluoresence( XRF ), Issn 1979-2409, (Online), (http: //jurnal.batan.go.id /index.php/pin/ article/view/ 1130), diakses 10 Juni 2019. Joesidawati, M. I. 2016. Klasifikasi pantai di pesisir tuban jawa timur. Seminar Nasional Pendidikan dan Kelautan VI, (Online), (https://www.researchgate. net/publication/ 312383376), diakses 28 Januari 2019. Julbe, A. & Martin, D. 2014. Zeolite X: Type. Prancis: Institut Européen des Membranes, Université de Montpellier, Montpellier, France. Kalapathy, U., Proctor & Shultz, J. 2002. An Improved Methode for Production pf Silica from Rice Hull Ash. Bioresource t, 85(2002): 285-289. Kardiman, Marno & Jojo, S. 2018. Analisis Sifat Mekanik Terhadap Bentuk Morfologi Papan Komposit Sekam Padi Sebagai Material Alternatif Pengganti Serat Kaca. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi). 2(1): 21–26. Kenneth, J., Balkus, J. & Ly, K. T. 1991. The preparation and characterization of an X-type zeolite: An experiment in solid-state chemistry. Journal of Chemical Education 68(10): 875–877. Kurniawan, R. Y. & Nurul, W. 2017. Sintesis Zeolit-A dari Abu Dasar Batubara dengan Pemisahan Fe dan Ca. Jurnal Sains dan Seni ITS. 6(1): 17–20. Las, T. and Zamroni, H. (2002) ‘Penggunaan Zeolit Dalam Bidang Industri dan Lingkungan’, Jurnal Zeolit Indonesia, 1(1), pp. 23–30. Lesley, E. & Elaine, A. 2016. Solid State Chemistry. 1-507 Lestari, D. Y. 2010. Kajian modifikasi dan karakterisasi zeolit alam dari berbagai negara. Prosbiding seminar nasional kimia dan pendidikan kimia 2010, ISBN: 978-. xxx-xxxxx-x-x Masoudian, S. K., Sadighi, S. &Abbasi, A. 2013.Synthesis and characterization of high aluminum zeolite X from technical grade materials. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis. 8(1): 54–60. Munasir, Triwikantoro, M. zainuri, & Darminto. 2012. Uji Xrd dan Xrf pada Bahan Meneral (Batuan dan Pasir) Sebagai Sumber Material Cerdas (CaCO3 dan SiO2). Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) 2(1): 20–29. Ojha, K., Narayan, C. P. & Amar Nath, S. 2004. Zeolite from fly ash: Synthesis and characterization. Bulletin of Materials Science. 27(6): 555–564. Øye, G., Johan, S. & Michael, S. 1999. Synthesis and characterization of siliceous and aluminum-containing mesoporous materials from different surfactant solutions. Microporous and Mesoporous Materials. 27(2–3): 171–180. Ozdemir, O. D. & Sabriye, P. 2013. Zeolit X Synthesisi with Different Sources. International Journal of Chemical, Environmental & Biological Sciences (IJCEBS), 1(2): 229–232. Pandiangan, K. D., Arief, Jamrun & Simanjuntak. 2017. Synthesis of zeolite-X from rice husk silica and aluminum metal as a catalyst for transesterification of palm oil. Journal of Materials and Environmental Science. 8(5): 1797–1802. Pratomo, I., Sri, W. & Danar, P. 2013. Pengaruh Teknik Ekstraksi dan Konsentrasi Hcl Dalam Ekstraksi Silika Dari Sekam Padi Untuk Sintesis Silika Xerogel. Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya. 2(1): 358–364. (Online), (http: //kimia.studentjournal.ub.ac.id/ index.php/ jikub/ article/ view/271), diakses 25 Juni 2019. Purnomo, C. W., Chris, S. & Hirofumi, H. 2012. Synthesis of pure Na-X and Na-A zeolite from bagasse fly ash. Microporous and Mesoporous Materials.(Online). (162: 6–13. doi: 10.1016/j.micromeso.2012.06.007). Ramadhan, N. I., Munasir & Triwikantoro .2014. Sintesis dan Karakterisasi Serbuk SiO2 dengan Variasi pH dan Molaritas berbahan dasar Pasir Bancar, Tuban. JURNAL SAINS DAN SENI POMITS, 3(1): 15–17. Saniah, Syahrul, P. & Sofyatuddin, K. 2014. Karakteristik dan kandungan mineral pasir pantai Lhok Mee, Beureunut dan Leungah, Kabupaten Aceh Besar. Depik. 3(3): 263–270. Saputra, R. (2006) Pemanfaatan zeolit sintetis sebagai alternatif pengolahan limbah industri, (Online), (http://warmada.staff.ugm.ac.id/Articles/rodhie-zeolit.pdf), diakses 23 agustus 2018 Setiabudi, A., Rifan, H. & Ahmad, M. 2012. Karakterisasi Material: Prinsip dan Aplikasinya dalam Penelitian Kimia. Bandung: Upi Press. Sholichah, F., Arnelli & Suseno, A. 2013. Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi Serta Aplikasinya Sebagai Builder Deterjen. Chem info. 1(1): 121–129. Sugiarti, S., Charlena, C. & Aflakhah, N. A. 2017. Zeolit Sintetis Terfungsionalisasi 3-(Trimetoksisilil)-1-Propantiol sebagai Adsorben Kation Cu(II) dan Biru Metilena. Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia. 3(1): 11–19. Susanti, Widiarti, N. & Prasetya, A. 2017. Jurnal MIPA Sintesis Silika Gel Teraktivasi dari Pasir Kuarsa untuk Menurunkan Kadar Ion. Jurnal MIPA. 40(1): 39–42. Sutrisno. 2017. Struktur Organik dari Spektamassa, UV-VIS, dan IR. 1-180. Treacy, M. M. & Higgins, J. 2001. Collection of Simulated XRD Powder Patterns for Zeolites. Oxford: Elsevier Trisunaryanti, W., Triyono, Karna, W., Arief, B. M., Yoga, p., Erna, F., Syafitri, Hasyyati, & Again, N. 2012. Karakterisasi dan Uji Aktivitas Katalis Mordenit dan Zeolit-Y Pada Hidrorengkah Ban Bekas menjadi Fraksi Bahan Bakar Characterization. Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa 2012 : 978–979. Wahyudi, E., Zultiniar & Saputra, E. 2015. Pengolahan Sampah Plastik Polypropylene (PP) menjadi Bahan Bakar Minyak dengan Metode Perekahan Katalitik menggunakan Katalis Zeolit X. Jom FTeknik 2(2): 1–4. Warsito, S., Sriatun & Taslimah. 2012. Pengaruh Penambahan Surfaktan Cetyltrimethylammonium Bromide (n-CTMABr) pada Sintesis Zeolit-Y. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Widayat, Sadikky, A. & Anggraeni. 2012. Proses Produksi Katalis Zeolit X dan Uji Aktifitas dalam Proses Penukaran Ion Kalsium. Teknik. 33(1):. 4–7. Wustoni, S. 2011. Sintesis Zeolit Mordenit dengan Bantuan Benih Mineral Alam Indonesia. Jurnal Matematika & Sains. 16(3): 158-160. Yusuf, M., Suhendar, D. & Hadisantoso, E. P. 2014. Studi Karakteristik Silika Gel Hasil Sintesis Dari Abu Ampas Tebu dengan Variasi Konsentrasi Asam Klorida. UIN SGD Bandung. 8(1): 159–181. Zahro, A., Suci, A., Tri, K.A. & Nur, A. 2015. Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Y dari Ampas Tebu variasi rasio molar SiO2/Al2O3 dengan Metode Sol gel Hidrotermal. Alchemy. 3(2):108–117.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 31 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/94384

Actions (login required)

View Item View Item