Sintesis nanomagnetit (Fe3O4) berbahan dasar pasir pantai Wonogiri Malang berlapis Carboxymethyl Kappa Carrageenan (CMKC) dan kitosan / Mohammad Iqbal Isnaini

Isnaini, Mohammad Iqbal (2019) Sintesis nanomagnetit (Fe3O4) berbahan dasar pasir pantai Wonogiri Malang berlapis Carboxymethyl Kappa Carrageenan (CMKC) dan kitosan / Mohammad Iqbal Isnaini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Isnaini, M. I. 2019. SintesisNanomagnetitBerbahanDasarPasirPantaiWonogiri Malang BerlapisCarboxymethyl Kappa-Carrageenan (CMKC) danKitosan.Skripsi, Jurusan Kimia, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Irma KartikaKusumaningrum, S.Si.,M.Si., (II) Dr. Nazriati, M.Si. Kata Kunci: Nanomagnetit, Kopresipitasi, CarboxymethylKappa Carrageenan (CMKC), PasirWonogiri Nanomagnetitmerupakanoksidabesi (Fe3O4) berukuran nanometer yang memilikisifat yang berbedadengan magnetit yang berukuran besar. Nanomagnetit dihasilkan dari reaksi pengendapan antara campuran Fe2+dan Fe3+dengan basakuat. Nanomagnetit yang memiliki beberpa kelemahan diantaranya mudahteroksidasidanmudah teraglomerasi, kelemahantersebut dihindaridenganmelapisipermukaannanomagnetitdenganpolisakarida misalnya, karboksimetilkappa-karagenandankitosan. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) Ekstraksi besi dari pasir pantai dengan metode digesti total, (2) Sintesis Fe3O4dengan metode kopresipitasi (3) Karakterisasi magnetit menggunakanX-Ray Diffraction(XRD), Fourier Transform Infrared Spectrophotometry (FT-IR),analisis morfologi nanomagnetit dengan Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray(SEM-EDX), (4) penyalutan nanomagnetit dengan CMKC dan CMKC-Kitosan, (5) Karakterisasi nanomagnetit terlapis CMKC dan CMKC-Kitosan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectrophotometry (FT-IR), Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasilpenelitianmenunjukkanbahwacampuran HCl 12 M dan HF 21 M, 9:1 (v/v) sertacampuran H2SO4 18 M dan HF21 M, 9:1 (v/v) dapatmengekstrakbesidaripasirPantaiWonogiri Malang. Kadar besilarutanhasilekstraksipasirbesi dengan campuranHCldan HF (9:1 (v/v)) lebih besar daripada kadar besi larutanhasil ekstraksi dengan campuran H2SO4 dan HF. Konsentrasi besi larutan hasilekstraksi dengan campuran HCl dengan HF adalah 30,5031 mg/L, sedangkan konsentrasi besidalamlarutanhasilekstraksi dengan campuran H2SO4 dengan HF adalah10,6434 mg/L.Berdasarkan hasil analisis XRD, karakterisasi FTIR dan SEM-EDX, nanomagnetit dapat disintesisdarilarutanhasilekstraksi pasir besi dengancampuranHCl 12 M dengan HF 21 M (9:1 (v/v)) dancampuran H2SO418 M dengan HF 21 M (9:1 (v/v)), denganperbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Nanomagnetit terbaik disintesisdarilarutanhasilekstraksi pasir besi dengancampuran HCl 12 M dengan HF 21 M (9:1 (v/v)) dancampuran H2SO418 M dengan HF 21 M (9:1 (v/v)), dengan perbandingan 1:1. Nanomagnetit hasil sintesisdilapisdenganCMKCdancampuran CMKC-Kitosan (1:1(w/w)), morfologi nanomagnetit dan nanomagnetit terlapis berbentuk bulatdenganukurandibawah 100 nm. Nanomagnetit yang terlapis CMKC lebihteraglomerasidibandingkandengannanomagnetit yang terlapis CMKC-Kitosan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/94379

Actions (login required)

View Item View Item