Analisis suseptibilitas magnetik dan kandungan unsur kimia pelapukan batuan rip rap hilir bendungan Lahor Kabupaten Malang / Lutfi Maulida

Maulida, Lutfi (2019) Analisis suseptibilitas magnetik dan kandungan unsur kimia pelapukan batuan rip rap hilir bendungan Lahor Kabupaten Malang / Lutfi Maulida. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Maulida, Lutfi. 2019. Analisis Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Unsur Kimia Pelapukan Batuan Rip Rap Hilir Bendungan Lahor, Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Zulaikah, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Pelapukan, Suseptibilitas magnetik, X-Ray Fluoresescence (XRF) Identifikasi mineral magnetik batuan dengan metode suseptibilitas magnetik telah dilakukan pada pelapukan batuan rip rap hilir Bendungan Lahor, Kabupaten Malang. Bendungan Lahor merupakan bendungan buatan yang dibangun pada tahun 1973, terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Menurut Peraturan Permerintah Nomor 37 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan keamanan bendungan, diperlukan adanya penelitian terhadap kondisi fisik bendungan dan bangunan pelengkapnya secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat magnetik batuan lapuk dilihat dari suseptibilitas magnetik dan distribusi domain magnetik batuan luar dan dalam. Sampel diuji menggunakan Bartington magnetic susceptibility meter (MS2B) untuk melihat nilai suseptibilitas magnetik dan XRF (X-Ray Fluorescence) untuk mengetahui kandungan unsur kimia batuan. Dari hasil uji XRF didapatkan kandungan unsur kimia dan sampel batuan berupa batuan basalt, basaltik andesit, dan kapur. Hasil uji XRF menunjukkan sampel batuan mengandung presentase oksida SiO2 yang tinggi pada batuan basaltik dan basaltik andesit, serta CaO yang tinggi pada batuan kapur. Dari hasil uji suseptibilitas magnetik, rentang dan rata-rata nilai suseptibilitas magnetik tertinggi adalah batuan E, yang merupakan batuan basaltik andesit. Sedangkan batuan yang memiliki rentang dan rata-rata nilai suseptibilitas magnetik paling rendah adalah batuan I, yang termasuk batuan kapur. Sehingga dapat disimpulkan nilai suseptibilitas magnetik frekuensi rendah (χlf) batuan bagian luar lebih tinggi daripada batuan dalam. Dari nilai suseptibilitas frekuensi dependen (χfd) dapat dilihat bahwa sampel batuan memiliki kecenderungan bulir magnetik multidomain (MD).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/93554

Actions (login required)

View Item View Item