Analisis komposisi limbah Pabrik Gula Kebon Agung Malang sebagai bahan baku semen PPC terhadap kuat tekan semen / Nurul 'Aini

Aini, Nurul (2020) Analisis komposisi limbah Pabrik Gula Kebon Agung Malang sebagai bahan baku semen PPC terhadap kuat tekan semen / Nurul 'Aini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK ‘Aini, N. 2019. Analisis Penggunaan Limbah B3 Pabrik Gula Sebagai Bahan Baku Alternatif Pembuatan Semen Terhadap Kuat Tekan Semen. Skripsi, Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eny Latifah, M.Si. (2) Dr. Hari Wisodo,S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Abu ampas tebu (A1), Mortar, Uji kuat tekan, sifat fisis semen Semen Portland merupakan bahan umum dalam campuran beton yang terbukti memiliki daya tahan dan kekuatan yang optimum. Namun sayangnya, produksi semen Portland (OPC) berkontribusi besar terhadap emisi gas CO2 penyebab efek rumah kaca dimana tiap 1 ton semen portland menghasilkan 1 ton gas CO2. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi pada komposisi semen dengan bahan pengganti (pozzolan abu ampas tebu) yang ramah lingkungan untuk menekan efek buruk terhadap lingkungan. Penggunaan bahan pozzolan abu ampas tebu diharapkan tidak hanya menekan efek buruk lingkungan namun juga meningkatkan kekuatan dan daya tahan semen melalui aktivitas pozzolan, dan dapat menurunkan biaya produksi semen. Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari komposisi abu ampas tebu hasil industri gula di Kebon Agung Malang (2) Mempelajari pengaruh komposisi abu ampas tebu pada nilai kuat tekan semen (3) Mempelajari pengaruh komposisi abu ampas tebu terhadap pozzolan activity (4) Mempelajari pengaruh komposisi abu ampas tebu terhadap daya tahan variasi waktu beton. Tahap awal dari penelitian ini adalah proses ekstraksi Abu Ampas tebu dan proses fabrikasi semen PPC. Objek untuk penelitian proses ekstraksi Abu ampas tebu yaitu ampas tebu yang diambil dari sisa pembakaran ampas tebu dalam proses pemanasan nira tebu. Sisa pembakaran tersebut kemudian diendapkan dalam air, hingga hasil endapan dinamakan sebagai sisa pembakaran ampas tebu (abu ampas tebu(A1)). Pemanfaatan sisa pembakaran ampas tebu(abu ampas tebu(A1)) masih belum berakhir, sehingga abu ampas tebu tersebut dilakukan penelitian dengan cara difurnace dalam suhu 100 ºC - 800ºC hingga abu ampas tebu berwarna abu-abu (A2). Dan diuji secara kimia menunjukkan abu ampas tebu tersebut layak dan dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan semen, atau sebagai material pengganti silika. Tahap kedua adalah proses fabrikasi semen PPC yang dilakukan dengan mencampurkan semen OPC dan A2 dengan prosentase 5% A2 + OPC = PPC 1, 10% A2 + OPC = PPC 2, dan 15% A2 + OPC = PPC 3. Setelah bahan yang dibutuhkan sudah siap dan sudah ditimbang sesuai dengan ketentuan (OPC+A2), maka langkah selanjutnya memasukkan bahan tersebut ke dalam karung sesuai variabel masing-masing. Kemudian masing-masing variabel tersebut dihomogenkan dengan cara dikocok secara berputar, dan di mix untuk menghomogenkan secara sempurna. Setelah di mix dengan kecepatan rendah, masukkan kembali dalam karung dikocok secara berputar agar hasil homogen lebih sempurna. Hasil campuran tiap variabel ditambah dengan aquades dan pasir ottawa, kemudian hasil adonan dicetak dalam balok berukuran 25x25x25mm dan didiamkan dalam waktu 24 jam. Setelah itu balok direndam dalam larutan air kapur dalam selang waktu 3, 7, dan 28hari untuk pengujian kuat tekan dan pozzolan activity. Hasil berdasarkan pola data dari karakterisasi metode referee diketahui bahwa senyawa kimia silika tertinggi terdapat pada material abu ampas tebu sebelum di furnace Hasil analisis data uji kuat tekan setiap variabel 5 %, 10% dan 15%, menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan abu ampas tebu di setiap variabelnya, maka semakin tinggi hasil uji kuat tekannya. Selain itu dengan adanya air dan ukuran partikelnya yang halus, oksida silika yang terkandung oleh abu ampas tebu sebelum furnace dan setelah furnace akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida yang terbentuk dari proses hidrasi semen dan akan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan untuk mengikat, analisis pozzolan activity menunjukkan bahwa abu ampas tebu sebelum di furnace memiliki pozzolan activity yang lebih bagus daripada hasil pozzolan activity sesudah di furnace. Yang artinya pada abu ampas tebu sebelum di furnace memiliki kandungan senyawa silika aktif yang lebih bagus daripada kandungan senyawa dalam ampas tebu setelah di furnace. Pola beton dalam perendaman air kapur jenuh variasi waktu 3, 7, dan 28 hari dapat berpengaruh dalam hasil kuat tekan, karena semakin bertambahnya waktu perendaman beton dalam air kapur jenuh, maka akan semakin tinggi hasil uji kuat tekan yang diperoleh.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/93532

Actions (login required)

View Item View Item