Identifikasi kerawanan tanah amblas (depression) menggunakan metode electrical resistivity tomography sebagai langkah preventif kerusakan infrastruktur jalan raya (studi kasus ruas jalan Dengok, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, KM. SBY. 226) / Mochamad Khoirul Rifai

Rifai, Mochamad Khoirul (2020) Identifikasi kerawanan tanah amblas (depression) menggunakan metode electrical resistivity tomography sebagai langkah preventif kerusakan infrastruktur jalan raya (studi kasus ruas jalan Dengok, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, KM. SBY. 226) / Mochamad Khoirul Rifai. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Rifai, Mochamad Khoirul. 2019. Identifikasi Kerawanan Tanah Amblas (Depression) Menggunakan Metode Electrical Resistivity Tomography sebagai Langkah Preventif Kerusakan Infrastruktur Jalan Raya (Studi Kasus Ruas Jalan Dengok, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, KM. SBY. 226). Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eny Latifah, M.Si., (II) Drs. Yoyok Adisetio Laksono, M.Si. Kata Kunci: Infratruktur, Tanah Amblas (Depression), Electrical Resistivity Tomography, Ruas Jalan Dengok. Pada bulan Januari 2019, fenomena tanah amblas terjadi pada ruas jalan Dengok, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, KM. SBY. 226. Fenomena tersebut menyebabkan patahnya konstruksi utama jalan raya. Lokasi kerusakan menjadi sorotan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur dikarenakan telah dilaksanakan perbaikan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 8 bulan. Penanganan yang dilakukan hingga saat ini cenderung berfokus pada langkah represif, melalui perbaikan-perbaikan segera pada titik lokasi kerusakan. Identifikasi geologi bawah permukaan pada lokasi tanah amblas perlu untuk dilaksanakan. Sebaran vertikal dan lateral material geologi, serta kedalaman bidang gelincir dapat memberikan informasi penyebab terjadinya fenomena tanah amblas pada lokasi kerusakan. Informasi geologi bawah permukaan pada lokasi penelitian dapat diperoleh melalui metode geofisika, yakni Electrical Resistivity Tomography (ERT). Pengumpulan data dimulai dengan mengidentifikasi kondisi geologi permukaan pada 7 stasiun pengamatan di sekitar lokasi penelitian. Dilanjutkan dengan akuisisi data geolistrik menggunakan konfigurasi dipole-dipole dengan jumlah lintasan sebanyak 3 lintasan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv dengan model interpretasi topologi. Identifikasi geologi menunjukkan bahwa sebaran vertikal dan lateral material geologi bawah permukaan di lokasi penelitian berupa batuan beku dasit dan batulanau. Pada lintasan C teridentifikasi lapisan tanah lempung. Kedalaman tanah lempung yang labil berkisar 20 – 30 m dari lereng yang miring dan menerus sampai di bawah badan jalan dan bahu jalan sebelah selatan. Kemiringan bidang gelincir yang terukur di permukaan mempunyai arah selatan-tenggara. Berdasarkan hasil analisis ERT dan interpretasi topologi, diketahui bahwa kedalaman bidang gelincir mencapai 20 – 30 meter. Berlanjut di bawah ruas jalan raya hingga bahu jalan sebelah selatan, sehingga menyebabkan deformasi infrastruktur jalan raya yang cukup lebar (20 – 35 cm).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/93531

Actions (login required)

View Item View Item