Sistem penunjuk posisi benda bergerak berbasis 2 GPS menggunakan mikroposesor (AVR) arduino uno / Machfuddin Yulianto

Yulianto, Machfuddin (2020) Sistem penunjuk posisi benda bergerak berbasis 2 GPS menggunakan mikroposesor (AVR) arduino uno / Machfuddin Yulianto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Yulianto, Machfuddin. 2019. Sistem Penunjuk Posisi Benda Bergerak Berbasis 2 GPS Menggunakan Mikroprosesor (AVR) Arduino Uno. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Samsul Hidayat, S.Si., M.T., (II) Dr. Hari Wisodo, S.Pd., M.Si. Kata Kunci:GPS, arduino uno, antena pelacak posisi benda bergerak. . GPS (Global Positioning System) meupakan teknologi yang mampu memberikan informasi kedudukan benda yang berada dipemukaan bumi. Informasi yang disajikan memiliki koordinat tiga dimensi, yaitu posisi terhadap garis lintang, bujur dan ketinggian dari pemukaan laut (Budiawan, hal. 2). Salah satu bagian dari CGS yang memiliki fungsi melacak keberadaan sebuah benda ialah Antenna Tracker. Oleh sebab itudalam perkembangan Antenna Tracker ini maka akan dibuat sebuah penunjuk arah atau antenaTracker (pointer) yang akan selalu mengarah pada kapal terbang sehingga data tentang informasi pada GPS dapat terkirim dengan biaya yang tidak begitu mahal akan tetapi memiliki kemampuan dan fungsi yang hampir sama, dengan menggunakan dua GPS yang diproses menggunakan pengolah data arduino Uno, komunikasi data dengan radio telemetri. Sebelum dilakukan penyusunan system penunjuk benda bergerak, pengujian GPS diperlukan untuk mengetahui karakteristik keluarannya, di antaranya pengaruh sudut azimuth dan sudut elevasi antara kedua GPS, jarak GPS1 dengan GPS2, menggunakan antenna traker U blox neo 6 dengan kalibrasi otomatis, keluaran GPS berupa data NMEA digital 16 bit yang dapat diakses melalui protokol bus serial I2C. Melalui akses bus serial, Penunjuk benda bergerak ini memiliki dua tahap kerja, yaitu: (1) Pengukuran jarak antara kedua GPS, dilakukan dengan menanam radio telemtri pada benda bergerak yaitu GPS2 yang akan divariasi jaraknya dengan posisi radio receiver yang berada pada pointer (GPS1); (2) menentukan posisi sudut elevasi dan azimuth berdasarkan data dari kedua GPS dan hasil jarak yang telah diukur. Berdasarkan hasil pengujian kedua GPS atau antenna tracker, diperoleh: (1) semakin besar perbedaan jarak GPS1 terhadap GPS2, maka semakin besar penyimpangan arah pointer yang terdeteksi (3) semakin kecil sudut azimuth GPS1 terhadap GPS2, maka semakin besar keakuratannya. Berdasarkan perancangan sistem penunjuk benda bergerak, diperoleh: (1) rata-rata kesalahan sudut penunjukan posisi benda bergerak setelah melakukan pengukuran posisi benda adalah sangat besar (2)dari perhitungan hasil pengukuran didapatkan sudut azimuth sebesar 1.84°. (3)didapatkan juga hasil perhitungan untuk sudut elevasi sebesar 9.52°.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/93527

Actions (login required)

View Item View Item