Pengaruh crosslink GA terhadap morfologi, porositas, dan stabilitas struktur komposit nanofiber PVA/Chitosan/HA berbasis calcite alam / Umi Faidhoh

Faidhoh, Umi (2019) Pengaruh crosslink GA terhadap morfologi, porositas, dan stabilitas struktur komposit nanofiber PVA/Chitosan/HA berbasis calcite alam / Umi Faidhoh. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Faidhoh, Umi2019. Pengaruh Crosslink GA terhadap Morfologi, Porositas, dan Stabilitas Struktur Komposit Nanofiber PVA/Chitosan/HA Berbasis Calcite Alam, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Yudyanto, M.Si., (II) Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si Kata Kunci :Nanofiber, elektrospinning, Crosslink , Hidroksiapatit, Polyvinyl Alcohol, Stabilitas Struktur. Hidroksiapatit (HA) yang mempunyai rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2 adalah salah satu senyawa yang mempunyai kemiripan dengan jaringan tulang. Hidroksiapatite mempunyai sifat osteokonduktifitas dan osteoinduktif yang baik, namun biodegradasi dan sifat mekaniknya buruk, untuk itu perlu adanya polimer sebagai komposit, pada penelitian ini menggunakan komposit PVA dan chitosan. PVA mempunyai sifat biodegradable yang biokompatible yang baik, sedangkan chitosan mempunyai sifat polikationik (mampu menyerap protein). Penelitian ini bertujuan membuat nanofiber untuk material scaffolds, hidrioksiapaptit (HA) dibuat dengan metode sonikasi berbahan dasar calcit alam, sedangkan nanofibernya dibuat dengan metode elektrospinning. Komposit PVA/chitosan/HA dibuat dengan variasi HA mulai dari 0%, 15%, dan 20%, sedangkan PVA dan chitosan dibuat dengan perbandingan rasio 80:20. Kristalinitas, ukuran butir dan kemurnian fase HA diketahui dengan karakterisasi XRD. SEM EDX digunakan untuk mengetahui morfologi, diameter, ukuran pori, dan porositas. Uji Stabilitas struktur dilakukan dengan menghitung massa komposit nanofiber sebelum dan sesudah direndam dengan DI water. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HA dapat disintesis menggunakan metode sonikasi dengan ukuran butir 6,56 nm, berstruktur heksagonal dengan rasio Ca/P 1,97 dengan distribusi yang tidak merata, ukuran diameter HA 15% sebelum dicrosslink 18 nm, sedangkan sesudah dicrosslink 37,87 nm. Untuk HA 20% sebelum dicrosslink diperoleh ukuran diameter 13,5 nm, sedangkan sesudah dicrosslink diameternya sebesar 16,30 nm. Untuk porositas HA 15% sebelum dicrosslink 59%, sedangkan sesudah dicrosslink 63%. Presentase porositas HA 20% sebelum dan sesudah disrosslink sebesar 60%. Hasil pengukuran uji kestabilan struktur menunjukkan hasil yang cenderung stabil, karena tidak ada perubahan yang cukup signifikan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/93523

Actions (login required)

View Item View Item